Puisi Kehidupan "Mentari Ku" Dan "Lika-Liku"

Hallo selamat siang sahabat CTE kita kembali bertemu lagi nih saya disini akan kembali sharing tentang sebuah puisi yang di buat oleh teman-teman kita nih dengan tema puisi yang di usung adalah kehidupan, disini sang karya mengambil sebuah judul Mentari, banyak sekali jika kita mau mengambil sebuah pelajaran dari sinar mentari yang muncul di pagi hari. bisa kita contohkan salah satunya adalah sinar mentari itu di ibaratkan sebagai sebuah ilmu yang mana dengan ilmu kita semua bisa atau mampu menerangi semua kehidupan  sang pemilik ilmu bahkan sang pemilik ilmu pun dapat menerengai orang di sekitarnya dengan mengajarkan ilmu yang di milikinya kepada orang-orang yang di sekitarnya, ada sebuah pernyataan yang berhubungan dengan puisi kita ini "ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memberikan kehidupan untuk dirinya sendiri dan orang lain". baik intinya adalah ilmu itu ibarat cahaya matahari yang selalu menerangi kehidupan, oke langsung saja teman mari kita simak puisi nya :

Puisi Kehidupan "Mentari Ku" Dan "Lika-Liku"



"MENTARIKU"

Mentariku akan tetap bersinar cerah 
Walaupun mendung menghadang 
Kelak mendung pun sirna
Mentariku akan slalu tersenyum indah 
Meskipun gerimis mengundang 
Gerimis akan menjelma jadi pelangi rupa warna
Mentariku akan terus berjuang, pantang menyerah 
Sinarannya akan slalu ada sepanjang usia 
Sampai Tuhan berkata, "Cukup sudah!"
Mentariku bersinar karena cintanya 
Ia akan terus mencari cinta sejatinya 
Hingga akhir menutup mata
Seberapa pun bejatnya, kejamnya dunia kepadanya
Mentariku takkan mati, Ia tetap hidup bersama cintanya
Ia akan membawanya sampai ke alam baka.

Puisi by : Rony del bachty

"LIKALIKU"

Pada masanya
Jalan hidup menapaki liku
Mengikuti kemana kaki melangkah
Menjemput takdir di ujung jalan
Menapal batas mimpi dan harapan
Pada waktunya
Tatkala mimpimimpi tergadaikan
Senasib ketidakberdayaan
Tersisih di tepian zaman
Berujarlah takdir pada kenyataan
Pada saatnya
Ketika guratan nasib menyapa
Tawarkan begitu banyak pilihan
Membentang jalan bercabangcabang
Nurani diuji penalarannya
Pada gilirannya
Lidah mengecap diaroma kehidupan
Saat manis dan pahit membumbui hidangan
Bersantaplah hingga kau kenyang
Maka terujilah asam garam yang kau bubuhkan

Puisi by : Adhy Saputra


Gimana teman-teman kali ini CTE tampil beda nih dengan dua judul puisi sekaligus dalam satu postingan yang kita publikasikan, silahkan teman-teman CTE nilai sendiri mana yang menurut teman-teman semua yang paling memiliki arti yang mendalam, oke sampai disini dulu ya perjumpaan kita untuk hari ini besok saya akan kembali hadirkan puisi-puisi terbaru karya teman-teman kita oke selamat siang wassallam sampai ketemu lagi.

0 komentar