Kumpulan Puisi Cinta Dan Ungkapan Isi Hati Sedih

Selamat pagi sahabat CTE, cuit burung sudah terdengar saling baersaut-sautan di luar sana seakan mereka itu saling bernyanyi riang bahagia menyambut datangnya sang surya pagi, saya pun beranjak pergi ke kamar mandi tuk sejenak membersihkan diri agar tubuh ini terasa segar dan fresh lagi, sahabatku nyanyian di pagi hari ini membuatku bangun untuk menjalani hari dengan penuh semngat dan percaya diri, tak akan tengok sana sini agar diri ini tak ragu lagi duniaku dan duniamu bisa saja berbeda tapi semangat ini tetaplah harus sama, sahabat puisi yang akan kita bahas kali ini adalah unek-unek hati atau puisi ungkapan hati, pernah sahabat punya unek-unek namun  sahabat CTE belum pernah mengungkapkanya, sahabat jika itu membuat sahabat tak nyaman maka unek-unek itu kelurkan saja biar sahabat tau jawabanya apa yang harus sahabat lakukan selanjutnya jika sahabat tak mau mengungkapkanya siapa yang akan menilai diri sendiri tak akan bisa menilai harus orang lain yang menilai oleh sebab itu kenapa unek-unek itu harus di keluarkan.

Kumpulan Puisi Cinta Dan Ungkapan Isi Hati


Tujuh purmama telah berlalu
Masih adakah bara dimatamu ?
Hingga bisu kau tanam untuku
Begitukah caramu bersikap padaku
Hanya karna kejujuranku untukmu
Berucap tegas aku tak bisa
Hanya semu saja kuberkata
Namun kau seolah terluka
Padahal kataku tak buatmu binasa
Apakah aku salah 
Hingga engkau tak mau singgah
Sedikit balasmupun tak terjamah
Hanya terdengar kidung amarah
Aku lelah
Aku kesal
Apakah jujurku itu salah
Mengapa ?
Aku hanya ingin membuatnya lebih lega
Meski dengan sedikit ku berkata
Aku penat menahannya
Ingin kuluapkan tapi tak bisa
Egoisnya dirimu
Satu katakupun kau membiru
Lantas bagaimana denganku ? 
Yg selama ini kelabu.

Puisi by : Maghma


"PENGUAT HATI"

Kala hati teriris luka
Kau hadir kembali 'tuk menyapa
Kau coba membalut luka
Dengan segala rasa yang kaupunya
Jantung pun berdetak kencang
Apakah ini mimpi ;sayang?
Hati kembali bersinar
Bak mentari yang memerah nanar
Senyum kembali menghias bibir
Rona wajah tak lagi murung
Dengan riang pun bersenandung
Berteman percikan syair
Bangkit dari keterpurukan
Dan kau penguat hati
Yang hampir terjatuh mati
Terimakasih kuucapkan
PadaMu oh Tuhan.

Puisi by : Putri Galau 

Aku coba merajut kata
Namun begitu sulit terpintal
Karena rasa ku begitu bergemuruh..merona..
Riang ria...
Yang menyulitkan ku berkekata...
Biar saja...
Aku membiarkan rasa terus terbawa..
Aku hanya perlu memberi nya batas..
Dimana bisa...di mana harus tiada
Aku membiarkan 
Angan ku menari" karena kegirangan...
Berdendang tanpa bunyi dan dentang
Ku biarkan..sukma ku merasuk
Namun tak kan ku biarkan
Hingga kemerusuk.
Aku biar kan seluruh jiwa menikmati rasa...
Indah yang termakna...
Agar tak jadi dendaman
Sampai saat nya tersadari
Dan harus kembali
Bahwa matahari senja...
tak lagi menemani.

Puisi by : Ish

Sahabat demikian puisi yang saya share di pagi ini semoga di siang nanti ada puisi yang menginspirasi sehingga bisa saya share lagi buat sahabat-sahabat di sini, untuk puisi tentunya sahabat sendiri yang bisa menilai seperti apa kualitas dari puisi ini. silahkan dinilai dan berikan komentar di bawah saya akhiri dan wassallam.

0 komentar