Puisi Kemanusian Untuk Negri By DR. Abdullah Fathoni

Selamat Malam sahabat CTE, Larut malam yang kian menjelang hujan rintik-rintik yang mengiringi kini telah beradu dengan larutan sepi malam minggu ini, dalam sunyi ini saya siapkan diri ini untuk selalu berbagi dengan teman sejati yang saat ini telah menanti update puisi terbaru pada dinihari, sahabat puisi yang saya bahas kali ini adalah Sebuah Puisi Kemanusian puisi ungkapan hati para rakyat jelata yang saat ini tengah menanti subsidi dari para petinggi negri ini, puisi gamabaran dari sebuah pengharapan pada sang pemimpin negri apakah mereka masih memikirkan kami saat ini disaat semua harga kebutuhan meninggi Puisi Kemanusian ini lahir dari lubuk hati kami wahai para petinggi tolong berikan tanggapan aspirasi kami yang kian lama kian menjadi wahai para pemimpin negri. Sahabat CTE selama ini kita hidup dalam bayan-bayang negara yang seakan tak peduli dengan orang-orang yang berada di juru kunci mereka semua butuh pemerhati dari sosok sang pemimpin negri sehingga ia bisa tegap berdiri dalam menjalani rumitnya hidup ini. Puisi Kemanusian untuk negri ini semoga bisa menjadi para petinggi di negri ini untuk memakmurkan negri tercinta ini dan ini puisi kemanusian untuk negri.


Puisi Kemanusian Untuk Negri By DR. Abdullah Fathoni


 " TENTARA ITU SATU "


Semangatku memburu hantu
yang tersembunyi di dada negeriku
kan kuterjang hamburan peluru
meski alang ilalang bertumpuk seribu
meski ambulan sudah siap menandu
aku tetap memburu
karna akulah tentara pemburu
tentara itu satu
satu tekad
satu martabat
dan satu niat
aku tak pernah gentar denga mesiu
apa lagi hanya gertak melulu
lihatlah rakyatku duduk termangu
karna subsidi kering menunggu.
Aku tak mungkin bertempur
bila perut anakku melilit tak terukur
istriku tak mampu masak di dapur
karna ekonomi keluarga jatuh tersungkur,
tentara itu satu
berjuang di medan lumpur
siap bertarung walau di gempur
membunuh dan dibunuh adalah resiko bertempur
itulah taruhannya tentara pemburu
di dunia manapun mereka tafakur.
Tentara tidak boleh menangis
apalagi bermental pengemis
tentara harus tegar
melawan semua yang mungkar
menggilas siapa yang ingkar
tak peduli figur berakar
dari kelompok mana mereka berujar
yang penting....
untuk keutuhan bangsa dan negara
jayalah negeriku...bangsaku...

Puisi by : DR. Abdullah Fathoni

Sahabat Puisi kemanusian untuk negri ini pada dasarnya adalah bagian dari aspirasi rakyat jelata yang tak mampu berbicara lantang didapan keramaian, oke sahabat sekian puisi kemanusaian negri ini semoga ini bisa menjadi inspirasi baca juga Puisi Cinta Romantis dan Puisi Untuk Ibu juga Puisi Islami.

0 komentar