Puisi Pacar Facebook By Fadli

Hallo selamat siang sahabat CTE, Siang ini saya akan bebagi sebuah puisi yang mengisahkan cinta di dunia maya, pernahakah diantara para sahabat semua melakukan hal ini anda pacaran namun di dunia maya, hal ini mungkin menyanangkan untuk kita selalu aktif pada media sosial namun secara sosial ini sangatlah menyedihkan karena kita tak bisa bersanding secara nyata dengan-nya dan kita mengabaikan semua yang nyata, yang ada di sekeliling kita baiklah sahabat jangan terlalu panjang lebar karena puisi kita ini sudah panjang selamat membaca sahabat.

Puisi Pacar Facebook By Fadli


"PACAR FACEBOOK"

Degup jantungku tak beraturan,..
Sudah dua malam ku tak terlelap,..
Tiap hari ku lihat kalender dan jam dinding dikamarku,...
Betapa aku bingung dan berdesau,..
Ketika kau bilang akan menemuiku,..
Langsung kerumahku,...
Selama ini kita hanya kenal lewat facebook,...
Inbok an,...
Saling bicara akhirnya tumbuhlah
bunga2 cinta dihatiku,..
Gemuruh halilintar dan deburan ombak yg menghempas2 hatiku
menyambar2 jantungku,..
Dan menerjang jiwa sanubariku,..
Kuberhayal,....
Jika kau ada dihadapanmu,..
Jelas aku kan GR,..
Menjadi orang yang bodoh dihadapanmu,...
Berulang2 photomu yang kau kirimkan lewat inbok,...
Ku print menjadi ukuran besar,..
Kupandang berulang2,...
Sungguh wajahmu,....
Seperti yang kuangankan selama ini,....
Idola yang kuinginkan dan kuimpikan,..
Akan kupamerkan kepada teman-temanku,...
Sodara,..
Sahabat,..
Dan kedua orang tuaku,...
Bahwa dia yang kutunggu dan kucari selama ini,....
Runyam Indah di Jiwa
Kikis ruam di dalam hatimu,
biar tak kulihat jelaga di wajahmu,
kuingin selalu kau tersenyum
menatap rekah pagi di hidupmu
Hidup memang tak seindah bermimpi,
namun tak aral untuk benihkan,
sirami dengan peluh riangmu,
kutak ingin kau jatuh dalam durja
Memang terkadang,
sebelum bunga mengembang,
atau ranting bulirkan buahnya,
daun luruh di musim gugurnya
Tersenyumlah manja,
petik lagu yang kau suka,
tentang hidup nan damai di surga,
jadikan runyam indah di jiwa
Maafkan aku tak bening berpijar,
ampunilah aku tak terang untuk bersinar,
basuh dan sepuh usah memandang,
karena kuingin selalu ada untukmu
Tersenyumlah, tersenyumlah,
hanya itu buatku bahagia.

Puisi by :  Muhammad Fadhli

gimana sahabat capek gak baca puisinya maaf kalau terlalu panjang, cukup sekian dulu ya sahabat semoga ini punya makna wassalam.

0 komentar