Kumpulan Puisi Senja By Satria Kelana

Hallo Sahabat CTE, menjelang pergantian siang bumi ini berselimut dengan hujan dan mendung pekat, semuanya berlarian mencari tempat berteduh yang nyaman ada yang berteduh di emperan ada juga yang berteduh di rumahnya sendiri, sahabat senja itu adalah dimana waktu sudah berada pada pengujung matahari karena sang surya saat itu sudah mulai menghilangkan dirinya dan saat itu juga datanglah kegelapan yang nantinya akan menggantikan sinar sang surya yang terang, senja dimana saat nya waktu azan magrib pun berkumandang untuk menggil seruan perintah kewajiban yang harus di jalankan, senja juga menandakan bahwa aktifitas keseharian harus segera di tinggalkan, senja juga merupakan waktu yang indah selain saat terbitnya matahari pancaran cahaya merah yang membumbung di angkasa itu memndakan bahwa senja hari itu telah tiba. oke sahabat berbicara tentang senja memang tak akan ada habisnya pengibaratanya karena memang punya sesuatu yang istimewa di sana, saat ini sahabat berkaitan dengan senja saya pun akan coba berbagi dengan sahabat dengan mengambil judul puisi senja berikut puisinya.

Puisi Senja By Satria Kelana


Menjelang senja 
Halilitar menggema 
Mentari tersipu malu tak lagi ceria saat kembali kebaribaanNYA
Sang bayu kencang menderu
Rinai hujankah disana 
masihkah kau sendiri menatap kelamnya senja berganti 
kasih 
Sekuntum mawarku tak lagi mewangi 
Bunganya luruh satu demi satu 
Tak bisa lagi kusimpan untukmu 
Bunga mawarku menangis pilu kelopaknya meneteskan airmata perih menahan luka kian dalam kerelung hati
Kasih 
Sekuntum mawarku layu 
Biarlah dia layu 
Esok saat mentari bersinar cerah kembali bertangkai-tangkai akan mekar kembali 
kasihku untukmu takkan pernah hilang takkan pernah layu dihatiku 
Kasihku padamu kian bersemi menebarkan wangi disetiap rongga dijiwa ini 
kudekap erat mimpiku bersamamu 
Biar kau rasakan indahnya kasih sayang yanv takkan lagi bisa kita rasakan 
Aku hanya bisa bermimpi meraih cintamu kembali 
Raihlah mimpi malam ini kasih mari kita nikmati indahnya cinta walau hanya sebatas mimpi malam nanti

Puisi by : Satria Kelana

Menjelang senja rinai hujan membasahi pelataran 
Halilintar bergema tiada henti 
Sinar mentari bersedih cahayanya tak garang lagi 
Awan putih berarak pergi 
Sang bayu hempaskan daun-daun dan ranting-ranting berserakan 
Sendiri menikmati rinai hujan senja ini
Dimanakah kini dirimu kasih 
Kenangan indah bersamamu terbayang saat kunyatakan isi hatiku diiringi rinai hujan yang tak jua mau diam 
Indahnya cinta kita takkan pudar hingga kita tiada
dekapan erat tubuhmu menyatuh bersama tetesan airmata bahagia 
Rinai hujan membasahi tubuh kita tak lagi kita rasakan 
Lembutnya kecupanmu 
Indahnya untaian rambutmu terurai selalu ingin kubelai 
Ada tawa dan airmata 
Kasih
halilintar mengema diiring rinai hujan 
Dimanakah dirimu kini 
Saat kita berpisah rinai hujan jua mengiringi tetesan airmata kepedihan 
Aku ingin mencari dimanakah cinta tulusku kutemui 
Dimanakah bidadari impianku pergi 
hanya impian
Hanya angan saat rinai hujan tak jua mau diam kau ada dalam pikiran ada dalam goresan pena ungkapkan kerinduan menjelang senja disaat rinai hujan tak jua mau diam

Puisi by : Satria Kelana


Sahabat Sekian dulu Puisi Senja dari saya semoga Puisi-Puisi Senja yang lainya akan muncul dari tangan sahabat-sahabat semua, saya cukupkan sampai disini semoga puisi-puisi ini mengispirasi dan menjadi refrensi para sahabat sebelum berkarya mengolah kata, sekian dan wassallam.