Keabadian Puisi by syair pujangga


KEABADIAN

Embun...
Selang temaram lentera sang fajar berlalu
Menepis segala kegalauan
Entah...
Renjana apa selanjutnya...
Sebab tanya hati tak hendak menyibak kabut badai kembali
Usailah jera tanya...
Sembilu telah terlepas direlung kalbu
Jangan kilaunya menorehkan luka kembali
Sahajanya cinta inginkan keabadian
Di batas yang tak mudah di fahami
Serta...
Diantara lembaran lembaran awan biru yang terindah
Cinta hanyalah buih dari inginnya sederhana jiwa
Sebagaimana layaknya samudra
Yang selalu menjaga buih menjadi gelombang ombak
Hingga perjalanan waktu menyatukannya bersama hamparan samudra
Cinta tak ingin menjadi petuah suci
Tentang hebatnya nilai risalah kesetiaan hati
Cinta pun tak ingin sempurna dalam kesederhanaan risalahnya
Cukuplah cinta hadir dengan segala apa adanya
Seperti senandung syair pujangga yang menyajikan puisi cinta
Dengan segala maknanya....

Puisi by : syair pujangga

SEGITIGA

tatap matanya 
menyala dalam bola
mencabik luka
membakar jiwa

ronta ronta gelisah
mewarna resah
untaikan nestapa
menggelora raga

tangis ratapan tinggal
meledak gemuruh
rinai jatuh tersengal
rintihan hati menyentuh

emosi jiwa membara
merobek cinta setia
terkapar duka lara
putus segitiga asmara

desah seluruh nadi
menggigil beku biru
nafas kasih mati
terhempas kaku

tragedi merambah
berliku liku arah panah
berdarah menembus
jasad terinfus

Puisi by : Muji yanto

Terbelenggu

Air mata,
Hanya air mata yang mengalir dipipiku
Menusuk ulu hatiku
Begitu sakit perih sekali
Aku jatuh, tersisih
Dan merasa begitu rendah
Disekitar kehidupanku
Tubuhku terasa melayang
Diawang - awang
Tanpa pegangan dan pengharapan
Jauh, jauh sekali semua
Lari dari pandanganku dan raihanku
Tuhan, 
Kuingin berlari dari bayangan itu
Kuingin lepas dari cengkraman itu
Tuhan,
Hilangkan semua kepedihan
Dari dalam hidupku
Aku takut Tuhan
Aku takut kutak mampu menerimanya

Puisi by : Imas Masitoh 

DIRIKU

Nikmati malam ini
secangkir kopi
bernyanyi

dalam gelap sendiri
meneguk sejenak
penat

manis pahit rasuk
terbawa arus
rasakan

bertepi dinding hayal
kala sunyinya
malam

meresap sukmaku
mengejar bayang
lamunan

terus berlari asa
semakin dekat
harapan

disini akan kutulis
petikkan gambar
senyuman

gugusan indah mimpi 
datang bertemu dihatiku

tebing garis wajah 
kabut jiwaku
sirna

Puisi by : Muji yanto

0 komentar