Puisi Untuk Negara Tercinta Terbaru Cadangan Devisa Negara

Puisi Untuk Negara Tercinta | Permasalahan pada negara ini semakin menjadi saja, mulai dari perang antar lembaga negara sampai para atasan menuding yang miskin yang salah, mereka semua tak mau di anggap salah mereka menggap dirinya benar dan menghalalkan segala cara, semua kasus yang dahulu tiada kini di ungkapkan kembali, bentrok di sana-sini di tambah lagi kedaulatan yang mengundang kontroversi sampai semua negara tetangga memusuhi, semoga bapak presiden jokowi kuat hati dan dengan bijak menghadapi semua ini.

Semua rakyat hanya bisa menyaksikan para atasan negara saling mencibir dan saling menyalahkan sambil ia menepuk dadanya dan mengelus kenapa negaraku seperti ini. tak hanya di pemerintahan saja pada cabang olahraga yang paling di cintai oleh masyarakatpun ikut kena dampak kelicikan politik di negara ini mulai dari kompetisi yang terbelah dua sampai pimpinan lembaga pun terbelah dua sebenarnya siapa yang salah disini, kami hanya rakyat biasa awam dengan semua ini.

Demi mengutarakan semua yang saya rasakan pada negara ini saya tuangkan sebuah tulisan puisi untuk negaraku tercinta ini, aku lahir di tanah ini dan hidup di negara ini jadi betapa sedihnya aku ketika melihat para pejabatku saling berebut kekuasaan, kapan manusia-manusia seperti kami bisa nyaman dan tenang hidup negara ini. merasakan kesejahteraan yang layak seperti negara-negara lainya, semoga yang maha kuasa memberikan ilhamnya pada sang penguasa negara yang rakus akan jabatan.

Puisi Untuk Negara


Berikut ada sebuah puisi yang mana puisi ini mewakili seluruh rakyat indonesia yang saat ini belum sejahtera semoga sang pemimpin negara mendengarnya berikut adalah puisi untuk negara tercinta selamat membaca :

CADANGAN DEVISA NEGARA

Ulur - ulur hujan mengguyur
lari pontang panting akhirnya kecebur
di sana ada kepiting dan ada ubur - ubur

korupsi dan nepotisme tumbuh subur
tidak terbagi kesejahteraan secara teratur
sehingga menjadi mimpi negara makmur
inilah negara yang subur makmur
tetapi kebutuhan devisa besar untuk impor jamur
devisa negara berkurang berangsur
sehingga kurs mata uang jatuh tersungkur
karna dollar sudah mulai kabur
sementara sang bijak lelap di atas kasur
tidurnya ngorok mendengkur
tidak sadar berucap atau tekukur
semua rakyat akan segera mengukur
tingkat sejahtera dan janji terlanjur
apakah ini opini atau fakta nyata bertabur.

Cadangan devisa negara bertahap habis
dan rakyatpun bernafas kembang kempis
tetapi sang raja mencari alasan menepis
atau rakyat bergerak " olobis kuntul baris "
semua akan berteriak dengan mulut meringis
karna usulan dan proposal tidak ada yang di gubris
kecuali batu akik dan piandel keris
mahasiswa dan LSM pada berbaris
rapat - rapat beranjak adu betis
demontrasi dan unjuk rasa sudah tertulis
karna ada jarak antara harta dan penglaris.

semoga situasi ini segera berakhir
agar semua anak bangsa bisa mengukir
di atas kanfas dan kertas terakhir
tersenyumlah...wahai para bankir
karna sebentar hari uang akan mengalir
semua logam akan berucap semilir
ada di sektor hulu dan di sektor hilir
cadangan devisa negara akan datang bergilir
laksana permaisuri atau putri selir.


Puisi by : By. DR. Abdullah Fathoni 


Sahabat puisi di atas menceritakan tentang bagaimana keadaan negri ini sekarang mulai dari nilai rupiah yang merosot sampai rapat DPR yang akhirnya saling ada jotos, ini menunjukan betapa bobroknya struktur kepemimpinan negri ini, oke cukup sekian dari saya jika sahabat-sahabat pembaca merasa puas dan suka dengan puisi ini tolong di share ke akun sosial media milikmu, oke saya akhiri puisi untuk negara berikut Wassallam.