Kumpulan Puisi Cinta Dengan Judul Menyambut Kepak Camar

Kumpulan Puisi Cinta | Puisi Cinta sudah seperti suara angin lewat saja di telinga kita karena terlalu sering kita dengar kata-kata yang kaitanya dengan puisi cinta. Sepertinya cinta itu seperti sebuah problem yang terdapat pada diri setiap orang masing-masing. Oleh karena banyak problem itu lah yang menyebabkan banyak nya pencarian pemaecahan problem masalah cinta. memang puisi bukanlah dokter cinta. Namun puisi lah yang mampu meluluhkan hati setiap wanita yang mendengarnya. Sengaja kali ini saya bagikan kumpulan puisi cinta untuk sahabat semuanya semoga puisi cinta ini anda suka. 

Kumpulan Puisi Cinta


MENYAMBUT KEPAK CAMAR

Dini hari matahari tak muncul
engkau pun tak juga datang
meninggalkan ranjang dari pelukan
dan membiarkan dingin ini membuka jendela

Menyambut kepak camar dari setibu naungan
aku lupakan engkau, demi engkau kukibaskan kabut
yang berkibaran memecah pagi
dan kita lihat. 
Siapakah mengulum cahaya ini hari

Pelangi berbaris berkejaran
menutup pandangan langit menantang kita

Yang berada jauh di balik ufuk
Mungkin juga dia berselendang warna
Menantikan Jibril menantikan kita

Puisi by : Hendrix

Jangan..! jika sesaat singgah

Rindang tak berbuah namun hanya daun-daun saja
Perlahan nenguning helai demi helai jatuh berguguran
Tertiup angin semilir flamboyan di sore bercorak gersang
Tandus di hati mengering di sanubari karna kasih berpaling kasih
Tidak semesra kala tumbuh pada musim semi merajai rasa
Andai sesaat saja singgah mungkin lebih baik tak menyemai cinta
Begitu perih pabila harus terenggut oleh percaya terlanjur beri
Harapan yang di pupuk dan di nanti ternyata tumbuh semak duri
Bukan hanya air mata tapi luka itu akan berdarah dan cacat selamanya
Bukan salah musim berganti di saat bosan tak tertepiskan
Bertahan setia adalah kesungguhan makna menghargai asmara
Setiap jiwa ingin memiliki apa yang di yakini sebagai persinggahan terakhir
Bukan ikuti musim berganti lalu pergi sesuka hati
Yang tersakiti menuai benci pada penghianatan keji

Zie Qabut

TENTANGMU

Ketika rasa tersimpan rindu
Ketika angan terayun bayangmu 
Hati menari nari oleh senyummu
Kutertahan di dalam indahnya sebuah kenangan
Kenangan itu seakan tak mau pergi
Keresahan hati yg tak henti merindukanmu
Hingga tenggelamnya cahaya hati
Seakan melambaikan dan ucaopkan " selamat tinggal "
Terang berganti gelap
Menutup kembali hati dan harapan yang terindah
Rinduku...rinduku
Tanpa rindumu

Puisi by : Laila Illa

Malam ini ku merasa
Ketika hati menghantui
Hadir dalam lamunan diriku
Memasuki jiwa dan ragaku
Malam semakin larut
Terlihat hanya kesunyian
Yang merasuk dalam sukma
Dalam bayang-bayang dirimu

Puisi by : Imam Kotrexs

Dimanakah akan ku selamatkan kini
suaraku yang lembut bernama puisi
Ketika, seperti Brecht pernah berkata; 
bicara tentang pohon pun hampir suatu dosa

Di manakah akan kuselamatkan kini
suaraku yang sayup bernama puisi
Ketika, seperti kini kita derita; 
bicara tentang kebenaran adalah dosa

Maka aku pun tahu kini
Kenapa Voltaire dibenci
tinggal ia di Ferney, di bumi Swiss
jauh dari Ferancis

Maka aku pun mengerti
Kenapa. Pasternak sepi sendiri
dan Mayakowsky akhirnya bunuh diri

Puisi by : Hendrix


0 komentar