Puisi Cinta Hati Yang Terluka By Ismail Lubis

Puisi Cinta Hati Yang Terluka | Patah hati hingga hati terluka itu adalah hal yang sangat biasa karena semua pasti pernah merasakan yang namanya patah hati. Tak sedikit dari banyak orang ketika ia patah hati selalu membuat sebuah kata-kata indah yang itu merujuk pada perasaan yang sedang ia rasakan. kali ini saya akan berbagi puisi cinta tentang patah hati semoga puisi ini bisa mengibur sahabat semua yang membaca puisi ini baiklah langsung saja sahabat berikut puisinya.

Puisi Cinta Hati Yang Terluka


BAHAGIA, NYATAKAH?

cukup lama aku terpuruk
tersudut di tengah kehidupan yang keras
soal cinta yang tak terbalas
masalah lembaran - lebaran tak bermakna
masalah cita - citaku agar menjadi hamba
aku malu

mengapa benda mati mampu begitu tegar
sementara aku yang hidup dan bernafas
ternyata begitu rentan
jangankan bahagia
hidup dalam damai saja sepertinya utopis
apakah aku hanya jadi korban atas kenyataan 
yang kutahu

aku adalah makhluk yang lemah
lalu harus bagaimana
hidupku begitu mengenaskan
soal naluriku atas wanita
yang kata orang adalah bawaan lahir

namun hingga detik terakhir
cinta pada mereka 
hanya mampu ku goreskan dalam titian hidup
yang terlalu muram dan hitam
dan entah aku menemukanmu
wanita terbaik bagiku

aku pernah memiliki salah satu dari mereka
tapi semua itu hanya kepalsuan
mereka tersenyum 
nukan karena cinta
hanya sebuah cara untuk memperhalus kejijikan mereka padaku
masihkah aku pantas meyakini bahwa bahagia itu nyata?

Puisi by : Ismail Lubis

MANUSIA KECOA

Periplaneta
Lambang najis
Jijik dan kotor
Bau, bergelimang penyakit

Majelisnya sisi lubang jamban
Got pembuangan
Saluran sisa kotoran
Merekat pada dinding comberan

Bersamanya cacing-cacing
Kuman-kuman
Bakteri-bakteri
Dan berjuta virus kengerian

Sungutnya seperti cambuk setan
Kepakan sayapnya menebar ketakutan
Duri-duri kaki yang menggerigi
Ampasnya adalah racun

Hidup nista dalam gelap
Dihantam sendal jepit
Disikat sapu lidi
Disiram cairan pembasmi

Periplaneta memang gila
Hidup dua belas hari tanpa kepala
Ajalnya sudah boleh datang
Bila ia sudah tak kuasa menanggung lapar

Periplaneta terkesima
Terkaget-kaget
Geleng-geleng kelapa
“Edan, tidak masuk akal!…” Katanya
Sebab ia bertemu makhluk luar biasa

Yang kerap sentosa
Tertawa dan bernyanyi
Hidup riang penuh canda
Dan mampu bertahan hidup hingga lima puluh tahun
Tanpa isi kepala.....
Oh, jenis Homo Sapien
Makhluk berakal yang gagal berfikir

Puisi by : Sandy van buitenzorg



bilakah ku mengintip
sebait rindu yang terkutip
ijinkanlah ku mengutip
sebuah salam yang tertitip

di atas goresan pena
hati ku seakan terkena
manisnya senyum mu yang membuat ku terlena
dimana bayang mu tertawa semena-mena

ku coba meredam
berjuta rasa yang terpendam
haruskah ku merendam ?
pesona mu yang tak pernah padam

tatapan mu seakan memancing
begitu tajam meruncing
hingga angan-angan ku bergemerincing
terkatup bibir-bibir yang rapat terkancing

kau begitu menggoda
getarkan hati di dada
bagai seorang perajut merenda
indahnya pelangi yang tak pernah reda

dan tatkala kesunyian mendelik
dimata mu kehampaan seakan terculik
dimana kesemuan berbalik
memandang hati mu yang tak bermilik

Puisi by : Thio Rudi


Sekian puisi cinta patah hati dari saya semoga puisi ini bisa menjadi salah satu buat sahabat untuk terus berkarya, dan bagi sahabat yang menganggap puisi ini bagus silahkan sahabat share di akun sosial media sahabat masing-masing, oke sekian dari saya wassallam.

0 komentar