Puisi Dalam Rahmat Dan Ampunanya By Lulu


Puisi Dalam Rahmat Dan Ampunanya By Lulu



DALAM HARAP RAHMAT DAN AMPUNAN-NYA

Adalah perangku melawan nafsu meraja
Bukan tanpa noda namun aku kerap terperangkap dosa
Seolah tak kuasa melawan sedang aku seharus mampu menghindarinya
Membenarkan yang salah demi untuk melepas rasa dosa menghantu menyiksa
Bahwa beradaku dari penciptaan yang kuasa Robbi
Yang menghamba dunia seolah masih akan hidup 1000 tahun lagi
Tertawa memikat terlena hasrat nikmat sementara duniawi
Sedang jiwa merajuk menggulana memipil sedu membenih rindu cahaya Illahi
Diam dalam simpuh pasrah tepekurku
Tertunduk wajah memejam mata dalam rasa tatap-Mu
Hela nafas desahku dzikirkan tentang Maha-Mu
Gejolak hati silih berganti menyeruak fitrah menghitung tasbih Asma-Mu
Aku luruh di atas gelaran sajadah yang bertabur kristal air mata sesalku
Dan untaian do'a menghambur harap rahmat dan ampunan-Mu
Ya Allah, ampunilah segala salah dan dosaku
Aamiin.

Puisi by : Lulu

Apalah arti sebuah nama
Hanyalah tulisan rangkaian kata
Tulisan pena karya cinta
Dua insan dilanda bahagia
Apalah arti sebuah nama 
Hanyalah judul sebuah cerita
Duka dan lara tahta bahagia
Rangkaian kisah sang pengembara
Apalah arti sebuah nama
Semudah lidah untuk menyapa
Diri berbeda lain antara
Banyak nya rupa warna dunia
Apalah arti sebuah nama
Bila tanpa artian kata
Hanyalah kata yg tak bermakna
Jadilah lidah penghias telinga
Apalah arti sebuah nama
Bila tanpa ada nya do"a
Hanyalah bunga bibir belaka
Tiada guna juga manfaat nya
Apalah arti sebuah nama
BilA tanpa budi berkarya
Hanyalah bait bait tebaca
Tanpa ada tinggal di rasa
Apalah arti sebuah nama
Bila tanpa pakerti mulya
Hanyalah tulisan di balik arca
Di sana jua akhir kisah nya

Puisi by : Aditama

SPION

Dia adalah si kaca ajaib
Meski tak menoleh kita bisa menatap ke belakang
Bukan masalah menatap kebelakangnya
Tapi untuk apa kita menatap si belakang
Untuk parkir atau mau menyalip
Kalau untuk parkir berarti kita akan terhenti
setidaknya untuk sementara waktu
atau bisa selamanya
Tetapi jika untuk menyalip
Itu artinya kita akan mengalami akselerasi 
Akselerasi untuk menuju aktualisasi diri

Puisi by : Ismail Lubis

setangkai puisi yang kita tanam, 
melahirkan sebait angkuh
lalu waktu memilh berhenti mengerutkan keningnya
sebelum diriwayatkan dalam sebuah buku, 
yang mulai lapuk di telan cuaca
sesaat kemudian
mungkinkah menyisipkan ruh ke dalam jelaga malam ?
hingga 
yang kumiliki sekarang
hanya kesadaran
bahwa aku tak sedang memiliki
biarkan aku pulang
melepas segala kelana 
rapuh ku

Puisi by : Titian Pualam