Puisi Di Hari Senja Yang Penuh Pelajaran Berharga DI Dalamnya

Puisi Senja | Senja adalah sebuah waktu dimana saat itu matahari sedang akan membenamkan dirinya di ufuk barat, senja biasanya selalu menjadi patokan orang untuk menandai bahwa saat itu waktu sudah menujukan maghrib saat nya untuk kita melakasanakan kewajiban kita beribadah sebagai umat muslim. senja juga merupakan salah satu waktu paling indah karena saat itu kita bisa menikmati indahnya langit yang berwarna kekuningan. Senja juga biasanya menjadi salah satu waktu yang tepat untuk para penikmat alam, karena saat terbenamnya matahari itu adalah moment spesial baginya karena pada saat itu warna langit yang memerah merupakan moment yang paling indah.

Banyak orang mengibaratkan senja dengan suatu hal yang istimewa dan dari senja juga banyak hikmah yang bisa kita ambil dari sana. Tapi meskipun begitu tak banyak orang yang bisa mengambil hikmah dari senja tersebut. Senja mampukah kamu kamu tersenyum seperti senja yang selalu tersenyum meskipun ia hendak pergi sejenak. itu adalah salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari senja. Senja semoga kamu selalu ada dalam setiap saat dan selalu menemani diriku di setiap menjelang malamku.

Baik sahabat kali ini  saya akan berbagi puisi senja, tak banyak orang yang bisa membuat sebuah karya dengan inspirasi di hari senja. Senja memang paling di sukai oleh banyak orang namun dari sekian banyak orang itu hanya segelintir orang saja yang mampu mengaplikasikan hari senja itu menjadi sebuah karya yang bermakna. Baiklah sahabat tak usah terlalu banyak dan panjang lebar langsung saja kita akan sajikan puisi senja berikut ini.

Puisi Di Hari Senja


SERINGAI INDAH SENJAKALA

mentari telah pamit undur diri
ia lelah menerangi langkah umat manusia
dalam hitam putih rona kehidupan mereka
dalam senyum terakhirnya hari ini
ia menitipkan senyum dengan selaksa makna
meski ia menyaksikan bahwa manusia lalai dan gontai
ia ikhlas atas semua itu

mapukah kita tersenyum dalam kondisi apapun
layaknya mentari senja
yang selalu tersenyum pada umat manusia
dengan segala gontai dan lalainya?

mentari telah pamit undur diri
ia lelah menerangi langkah umat manusia
dalam hitam putih rona kehidupan mereka
dalam senyum terakhirnya hari ini
ia menitipkan senyum dengan selaksa makna
meski ia menyaksikan bahwa manusia lalai dan gontai
ia ikhlas atas semua itu

mapmukah kita tersenyum dalam kondisi apapun
layaknya mentari senja
yang selalu tersenyum pada umat manusia
dengan segala gontai dan lalainya?

Puisi by : Ismail Lubis

Jalanan Si Jelata

Masih saja timbunan pualam menghantam perahuku
Senantiasa kuayuh biar asa tersauh
Bagaimanapun dalam tindak terpatri

Jejak....entah apa di dalamnya melakoni
Masih segar otak ini berpikir
Riskan uji relung tambatannya
Kutelan saja biar mulut menganga
Asalkan etika sudah mengambil jalurnya

Menjalaninya dengan cermat
Menanggapinya dengan hormat
Tuan yang terhormat....
Sedianya kami adalah jelata yang mungkin enggan untuk kamu dengar pendapatnya
Namun aku pastikan bahwa aku di jalan-Nya

Aku memang jalang dan tak berharga diri
Yang selalu mengusik diri dengan api....
Tapi api membakar menyisakan tumpukan abu
Untuk kemudian kubersihkan dengan segala yang ada
Bersama tirai alam....

Puisi by : Hana Susanti

PENGASIHAN

Ratu yang menggenggam utara
Ratu yang menggenggam selatan

Masuk dan tunggangilah si duri mawar
Duri menusuk di mata
Duri menusuk di telinga
Duri menusuk kedalam rasa

Rasa terbayang padaku
Telinga terngiang akanku

Rasa terpikat pada ucapku
Ratu yang menggenggam utara
Ratu yang menggenggam selatan
Bawakan sabdaku pada fikirannya !!!!!

Puisi by : Ki Pamanah Rasa

SEDEKAH ASAP

Asap memang polusi
membahayakan kesehatan
bisa membunuh
jika terbunuh tentunya mati

pertanyaannya sekarang
apakah tanpa asap manusia bisa hidup abadi?
dengan atau tanpa asap
kita pasti mati

asap rokok
memberi penghidupan buat banyak orang
jika kita sakit lalu mati karena rokok
bisa jadi kita syahid

karena secerca rupiah dari kita
mungkin menjauhkan banyak orang dari kefakiran
tentunya jauh pula dari kekufuran
melalui rokok juga kita memperbesar uang makruh dalam pajak
sekaligus mengurangi presentase uang haram dalam pajak
asap memang sedekah

Puisi by : Ismail Lubis

Sahabat dari puisi senja di atas semoga semua kita mengambil sebuah pelajaran yang berharga di sana yang tentunya bisa kita aplikasikan dalam sehari-hari. dan bagi pembaca puisi ini semoga mendapat manfaat dari indahnya puisi ini dan tentunya semoga terhibur dengan puisi ini dan untuk pembaca jangan lupa share puisi di atas di akun media sosial sahabat masing-masing ya oke sekian dulu dari saya wassallam.

0 komentar