Puisi Religi Islami Dengan Tema Ramadhan Kasih Ramadhan

Puisi Religi Islami | Bulan Ramadhan seperti moment yang bisa di bilang itu adalah sebuah bulan di mana semuanya berkat bulan ini mendadak semuanya menjadi menjadi lebih dekat dengan allah. Kan di bulan lain juga kenapa harus selalu bulan ramadhan yang menjadi panutan untuk mendekatkan diri dengan sang maha kuasa kenapa gak di bulan-bulan yang lain saja selain bulan ramadhan. Mungkin ini yang menjadi alasan yaitu ketika kita di bulan ramadhan maka seluruh ibadah yang kita lakukan itu akan mendapat pahala yang berlipat ganda oleh sebab itu, maka akan banyak orang yang bepergian  untuk melaksanakan ibadah.

Puisi Religi Islami


MAGHFIROH

sepuluh hari sudah berpuasa
menahan haus dan dahaga
semoga ibadah tidak sia-sia
terhindar dari rayu si durjana
di ampuni dari segala dosa
di sucikan dari segala noda
kelak mati masuk surga
abadi dan kekal di dalamnya

Puisi by : Jalimsing

KASIH RAMADHAN

Ya Allah ya Rahman
Di bulan yang penuh kasih ini
Aku bersujud padaMu
Memohon bimbinganMu
Hidup yang aku jalani telah salah
Aku yang telah lama meninggalkanMu
Mengabaikan panggilanMu
Meninggalkan perintahMu
Ya Allah ya Jabbar
Di bulan yang penuh berkah ini
Aku bersujud padaMu
Memohon kekuatanMu
Aku yang telah dibutakan dunia
Melupakan ajaranMu
Terjerat keindahan fatamorgana
Terbelenggu kemilau dunia yang semu
Ya Allah ya Ghoffar
Di bulan yang penuh ampunan
Aku bersujud padaMu
Memohon ampunanMu
Aku yang telah lupa
Aku yang berdosa
Aku yang lama terpuruk dalam nista
Aku yang jatuh dan hancur karena jerat cinta
Ya Ramadhan
Semua kemuliaan Allah tertumpah dibulanmu
Seruamu menggema setiap waktu
Menyentuh sanubariku
Ya Ramadhan
Kau tunjukkan jalan bagiku
Jalan untuk kembali ke aqidahku
Jalan menuju ridho Tuhanku
Allahu Akbar......

Puisi by : Yuli Darmawan

JIHAD VERSIKU

Jihad tak malulu seoal pedang atau bom
jihad tak selalu masalah adu kekuatan
memang dibutuhkan kakuatan untuk berjihad
tetapi kuat bukan selalu perkasa
karena lembutnya sikap
pada musuh sekalipn jadi kekuatan
ketika mereka menghina lalu kita tidak marah
bahkan senyum indah hiasi hati dan jiwa
lalu amarah itu sirna
musuhpun berpikir tentang inahnya maaf dan damai
apa sulitnya hati mereka berbalik
lalu berpindah haluan jadi kawan
bukankah satu musuh sudah terlalu banyak?
sedangkan sejuta kawan masih kurang?

Puisi by : Ismail Lubis

AKSAMAKAN AKU

Kala hati membuncah rindu
Adnyana tak mampu mencerna
Gelap berjelaga menutup kalbu
Seakan arkamaya telah sirna
Kau yang bak embun pagiku
Hilang mengering terkena aditya
Agni asmara tertutup apaka
Kini semua terasa asmu
Kasturi tak lagi menghiasi nirwana
Badra yang ada tinggal cerita
Ahwayamu kan kusimpan dalam jiwa
Walau kau tak pernah nyata

Puisi by : RA

0 komentar