Puisi Religi Islami Ramadhan Dan Cinta Allah

Puisi Religi Islami | Puisi Religi di bulan ramadhan memang sangat tepat sekali. Oleh karena itu pada hari ini saya akan berbagi banyak puisi religi supaya tambah barokah puasanya. Dari pada puasa baca komik yang gak jelas meskipun itu hobby, lebih baik baca puisi religi bisa tambah pahala tambah dekat sama yang maha kuasa. Oke sahabat tak usah terlalu panjang lebar saya deskripsikan puisi-puisi religi ini mari langsung saja berikut adalah puisi religi islaminya.

Puisi Religi Islami


RAMADHAN

Kulebur dosa tanpa aksara.
Yang terajut penuh sesal.
Saat ini,
Kan kuurai dalam balur bulan suci.
Menahan segala rasa yang ada.
Hingga kan menjadi serpihan serpihan kecil.
Dan,wuuusss...hilang tertiup angin.
Disini,
kutata gundah agar tidak resah
Disini,
Kususun hasrat yang terjerat
Semua terkekang dalam keimanan
Hingga batas dawuh Alloh.
Dan,suasana fitri telah menanti dipintu kemenangan.

Puisi by : RK

CINTA ALLAH

Tuhan....
Kau tiupkan kehidupan pada rahim sang ibu
Kau tancapkan kasih dan sayang-Mu

Hangat cinta KAU curahkan
Belai kasih KAU tanamkan

Fitrah suci tanpa noda
Bertempat dunia fana

Akal yang KAU titipkan 
Membuka tabir kehidupan

Ku cari dan ku gali
Pemberi ni'mat sejati

Ku puja dan ku sembah
Engkau lah sang pemberi anugrah

Oh Tuhan.....
Keridloan-Mu tujuan perjalanan ku
Menapaki jejak taqdir-Mu
Itulah pengorbanan ku

Puisi by : Cinta Maria

INDAH NYA RAMADHAN

Ada sekuntum hari 
Wanginya mengharumi bumi
Saat itulah kemurahan sang Khaliq berlimpah
Menyatu pada segala inti hidup
Adalah Ramadhan , ia bertelaga bening
Airnya mutiara Maghfirah
Gerincingnya adalah Dzikir dan Tadarrus
Tepiannya Do'a lembut , lirih dan pasrah
Siapa yang tak ingin jadi ikannya ?
Mari berenang ....
Dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia
Ia rahasia ....
Tak sekedar lapar dahaga
Tapi itulah sesungguhnya hakikat cinta
Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Allah
Karena dengan lapar dan haus
Kita lebih bisa menyadari bahwa kita tak berpunya
Bisa lebih memahami bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
Diantara ke Maha luasan-Nya
Ia pantas di rindukan karena ia lebih ....

Puisi by : Ulfah

Tertunduk ku bersimpuh...
Luruh hati berpasrah diri...
Tepekur dng beribu tanya...
Tentang dosa yg tak terhitung...
Derai air mata trus mengalir...
Membentuk sungai penyesalan..
Bermuara di kepasrahan...
Akan sebuah perhitungan kelak di keabadian...
Duhai sang Maha Cinta....
Dekap dan peluk aku dalam tiap tasbihku...
Wahai pemilik segala rindu...
Ajari aku merindu_Mu siang dan malam
Dosaku mungkin tlah berkarat..
Namun Engkau maha Pengampun..
Sayngku mungkin tak bernilai..
Tapi Engkau Maha Penyayang...
Hanya padamu aku berlindung...

Puisi by : Tin Are

KU BERSIMPUH

Keluh lirih,pagi bersimpuh
Lepas dahaga mereguk resah
Pelan bibir berucap
Melaju sampai keulu hati
Getar tangan memilin butiran tasbih
Satu....satu...
Hingga genap pada butiran akhir.
Dipilin lagi dalam lafal yang berbeda
Adalah sebuah keteduhan.
Simpuh kaki merapat
Ratap melepas dosa dalam do'a yang tanpa sekat.
Tengadah mencari kalimat yang tepat
Hingga berakhir dalam solawat.

Puisi by : RK

Rindu-MU

aku bersahaja...
menepis ruang dan waktu
aku berkelana...
mencari jati diri seorang hamba
hijrah dari Makkah ke Madinah
tak luput dari seteguk air zam-zam
keringat bercucuran, namun ia dingin
tumpukan gurun pasir terus dilewati
kini badai telah menerpa...
ia terpental dan lupa diri hingga di kaki gurun pasir
mata terbuka dan langit pun menjadi rumbia
seraya mengucap,"aku rindu Allah"...
sepercik air membasuh muka
terlihat wajah keriput nan lugu
sembari membalas..
"hempaskan sajadah, genangi rumah Allah...
hingga kau terlelap seperti bayi tertidur"
dalam pengorbanan aku berikhtiar..
rindu Allah, hempaskan sajadah..

Puisi by : Ummy Aisyah

0 komentar