Puisi Untuk Bunda Tercinta di Masa Senja Terbaru

Puisi Untuk Bunda | Bunda adalah orang yang paling luar biasa bagi saya, berkat semua do'a-do'anya saya bisa menghadapi semua rintangan hidup yang menerpa. Sekarang ini banyak orang yang seperti mengabaikan orang tuanya ketika orang tuanya sudah memasuki usia senja.  sahabat mengabaikan orang tua itu sama halnya dengan engkau mengabaikan tuhan karena kedua orang tua kita adalah utusan tuhan untuk menjadikan kita. 

Terlebih lagi seorang bunda, tak kau ingatkah jasanya ketika mengandungmu tak bisa tidur nyenyak terkdang makan pun tidak enak. sahabat bunda itu di mata tuhan derajatnya paling tinggi karena sosok beliaulah engkau bisa lahir di dunia ini, karena didikan beliau engkau bisa jadi manusia yang mulia oleh karna itu sahabat sayangilah kedua orang tuamu terutama pada ibundamu. tapi jangan pula hanya bunda tapi ayah juga wajib engkau sayangi karena darah dagingmu itu berasal darinya kamu bisa tumbuh itu berkat ayah yang mencari uang untuk kebutuhan hidupmu.

Sekilas di bawah ini ada salah satu puisi karya sahabat saya yang di situ dia mengisahkan bunda yang ia paling sayangi. Sahabat saya terinspirasi dari bundanya itu hingga akhirnya ia bisa membuat sebuah Puisi Untuk Bunda tercintanya. Meski tak di ucapkan langsung pada sang ibunda namun kasih sayang yang ia berikan pada ibunda itu lebih baik dari pada hanya di ucapan saja.

Puisi Untuk Bunda

BUNDA 

Kuelus rambut yang sudah memutih bagai kapas
Tubuh renta kecil terbalut kulit
Nafas tersenggal senggal satu...satu
Bunda,
Kakimu mulai dingin
Sepertinya makin lama makin merambat keatas
Bibir kering pucat pasi
Igauan sesekali terdengar
Dan selalu bertanya "jam berapa?"
Bunda
Air zam zam ini akan menyegarkan tenggorokan.
Minumlah bun,
Bibirmu sesekali lembut mengucap asma Alloh.
Bun,
Sendiri aku meminang malam bersamamu
Dalam sunyi dan dinginnya kamar ini
Kencang tangan kecilmu menggenggam tanganku.
Sesekali kuelus
Tangan itulah yang dulu menuntunku untuk bisa berjalan.
Tak terasa airmataku meleleh....
Tidurlah bun,
Dalam dekap malamku.

Puisi by : RK

MAYA 

Selamat tengah malam may,
Tidak biasanya siilham datang malam malam
Sepi suasana
Disini aku duduk terpengkur menunggu kerapuhan yang ada
Gerah raga
Mengumpat pelan
May,
Lelah bibir ini tuk berguman
Sendu mata semakin kentara
Ach may,
Sepi biarlah sepi
Ilusimu menjalar hangat sampai kenadiku
Dan aku tak bisa diam
May may maaayyy
Lembut kusapa keberadaanmu
Yang mulai lenggang
Ach...mereka pasti sudah pada bobo
Sudah pada bikin pulau
Maljum maljuum...kata temen temenku.
Biarlah....
Aku gak akan mengganggu keberadaan mereka
Kita duduk saja bersama siilham,sifatamorgana,siilusi.
Bentar may,
Aku buatin kopi dulu ya
Biar lebih hangat suana kita.
Hadweeehhh...belum apa apa siilham malah tidur.
Ya sudahlah....

Puisi by : RK

Senandung rindu mengalun merdu...
Mengisi ruang dalam hati ku...
Sesak,gemetar menjadi satu...
Kala terngiang nada cinta mu...
Malam sedang ku lalui...
Apakah masih ku temui pagi...
Sedang cinta tertanam di hati...
Haruskah ku bawa hingga mati...
Kasih ku harap kau mengerti...
Seribu cinta yang ku temui...
Hanya kau yang ingin ku miliki...
Agar jiwa terasa berarti...

Puisi by : ASP


Cukup Sekian puisi-puisi yang saya share kali ini untuk sahabat semoga bisa bermanfaat untuk sahabat-sahabat semua yang membaca dan semoa puisi-puisi ini bisa menjadi sebuah inspirasi selanjutnya untu sahabat-sahabat para pembaca bagi yang merasa suka atau menganggap puisi-puisi di atas bagus silahkan sahabat share di akun media sosial sahabat masing-masing agar puisi ini bisa juga menginspirasi banyak orang oke dari saya cukup sekian dulu Puisi Untuk Bunda saya akhiri wassallam. 

0 komentar