Puisi Untuk Ibu Tercinta, Ibu Adalah Inspirator Terhebat

Puisi Untuk Ibu Tercinta | Ibu adalah orang yang paling berharga untuk saya, karena sosok ibulah yang selama ini menjadi panutan dan motivasi saya untuk terus belajar dan terus berusaha memperbaiki masa depan saya. Tak hanya seorang inspirator ibu juga orang yang selalu terus mengirimkan doa setiap sholatnya untuk kesuksesan anak-anaknya. Baiklah sahabat berikut adalah puisi untuk ibu tercinta.



I B U

Ibu...
Aku yang rindu belaianmu
Yang tak kenyang akan petuahmu
Namun semua telah berlalu
Pergi meninggalkan aku sendiri
Dalam sepinya malam, dalam dinginnya hati
Aku tinggal dengan semua kenangan
Kenangan yang terukir dalam kalbuku
Tak mampu aku lupa, walau berusaha menepisnya
Hanya bait-bait do'a yang aku beri untukmu
Kala bersujud pada sang Pencipta
Kau telah menghadap-Nya. Engkau tenang dan damai disisi-Nya
Bu, aku akan tetap merindukanmu dalam sendiriku, dalam tangisku
Ya Allah
Terimalah ibuku disisi-Mu
Aku tahu Engkau akan memberi tempat yang layak untuknya
Aamiin

Karya: RA

Aku khawatir terhadap suatu masa
yang rodanya dapat menggilas keimanan
Keyakinan tinggalah pemikiran, 
yang tidak berbekas pada perbuatannya 
Banyak orang baik tapi tidak berakal
Ada orang berakal tapi tidak beriman
Ada yang berlidah fasih tapi berhati lalai
Ada yang khusuk tapi sibuka dengan kesendirian
Ada yang ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis
Ada yang ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat
Ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan
Ada pezinah yang tampil jadi figur
Ada yang punya ilmu tapi tak paham
Ada yang paham tapi tidak menjalankan
Ada yang pintar tapi membodohi
Ada yang bodoh tapi tak tahu diri
Ada yang beragama tapi tak berakhlak
Ada yang berakhlak tapi tak bertuhan
Lalu diantara semua itu,
aku ada dimana ?

Puisi by : Titian Pualam

ibu 
ramadhan ini tanpamu lagi
hati ini masih saja perih mengenangmu
lagukan rindu yang tak pernah usai
hangat cintamu sll menyirami jiwaku
memberiku kekuatan menantang hidup
dan kini tanpa hadirmu
aku bagai burung tanpa sayap
yang tak lagi bisa terbang
tapi aku pasti bisa berlari
mengejar mimpi

Puisi by : PA

Di Ramadhan hari kedua
Di rimbunan hutan jati
Terbesit seraut wajah
Teringat goresan puisi nya
Membekas pada nurani ku
Dia terlah berangkat
Meninggalkan banyak goresan
Tentang kerinduan Pada Tuhan
Rindu pada yang terkasih
Jejak mu hilang
Bak ditelan bumi,punah bak embun pagi ditimpa mentari

Puisi by : IDW