Kumpulan Puisi Cinta Sedih Dan Puisi Kehidupan Karya Ervine Ari

Hallo sobat jumpa lagi dengan saya...! Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi tentang puisi cinta. Puisi cinta kali ini saya ambil berbeda karena puisi cinta kali ini adalah kiriman langsung dari temen-temen semua yang sudah bersedia berpartisipasi untuk mengirimkan karyanya ke-sini. Dan untuk temen-temen semua yang sekiranya ingin karyanya di publish di sini silahkan kontak admin melalui fanspage di sisi kanan halaman ini.

Oke sobat puisi cinta yang kali ini, sebagian berisikan seperti sebuah kisah hidup pengarang yang mana disana termuat sebuah karya dengan genre kesedihan. Memang cukup terlihat di beberapa puisi disana sedikit terlihat seperti menceritakan tentang kegalauan tentang kisah cinta yang membelitnya. Namun seperti yang sudah pernah saya katakan bahwasanya karya itu akan lebih menyentuh ketika kamu mengalami sendiri dan kamu memang merasakan kesedihan itu.



Karena dengan demikian semua kisah kesedihan yang pernah kamu alami akan tertransfer dari karyamu. Dan selain itu kisah hidup juga merupakan ide yang paling gampang karena keseringan kita bingung dengan ide karya kita. Nah cara mudah untuk mendapatkan ide itu adalah dengan cara menceritakan kisah kita sendiri sehingga ide itu sangat dekat dengan kita. Apa lagi puisi tentang cinta, itu menurut saya yang paling dekat dengan kita.

Oke sobat langsung saja pada koleksi puisi cinta dan puisi kehidupan dari sobat kita Ervine Ari.Yuk kita simak puisinya...!

Pengarang : Ervine Ari Tegar Suwandi
Instagram : @ervineari
Facebook : Ervine Ari 

Yang pengen lebih dekat monggo di add..! 


Puisi Cinta Sedih Dan Puisi Kehidupan

APA DAYAKU?

Angin bertiup kelam
Sinar mengalir tenggelam
Derai malam mengerumuni muram
Suram tak kunjung padam 
Sayatan hati tak jua meredam

Aliran bening membasahi pipi
Selalu bergeming tambatan hati
Yang tak bisa aku miliki
Jangankan memiliki
Menatapmu mengingini
Jarak yang tak mengizinkan 
Bayangan tak jua menyakinkan

Aku menyukaimu
Aku sadar, aku dan dirimu bagai kutub yg berbeda
Tapi kita seperti cermin, sama
Apa kau senasib dengan ku?
Aku kehilangan bayangan sejatiku
Hanya sebuah cara untuk memperhalus kejijikan mu padaku
Tak ku hiraukan bul bul berkicauan tertawa
Tersebar memudar di angkasa

Ingin kugapai bintang
Tapi terbit sudah menjulang 
Namun aku terlentang
Ku tahu kau tak mungkin datang
Tangisan kembali mengenang
Harapan lenyap menghilang

Yang kalah di dalam pergulatan
Yang diledek oleh impian
Lemah dalam penekanan
Lelah dalam pengorbanan
Gelisah dalam persaingan
Resah dalam kegundahan
Hilang dalam kesempatan
Sekarang apa dayaku?

Puisi by : Ervine Ari
Rabu, 25 Mei 2016

DIA

Tengah malam sudah lewat 
Pandangan kabur tak melihat
Hati berjalan mulai tersesat 
Ingin kembali sediakala namun terlambat
Relung dada masih juga menjerat
Hanya ada sebuah firasat
Tiada cara maupun siasat
Yg terikat

Masih gelap gulita dunia sekarang
Meski bintang bersinar terang
Kini bulan tersenyum menggirang
Dan lampu jalanan terbit melintang
Cara yg ada tak juga cermerlang

Masalah cinta yang tak terbalas 
Hanya bayangan lewat melintas
Menghilang memudar sinar bias
Namun hati seperti terlindas

Miliaran kata agar membuat mu terkesima sepertinya sia sia
Hati dan bibir berucap seirama
Terjebak dalam semerbak yg menyesak dada
Dan meninggalkan luka bekas goresan lama
Meneteskan air mata
Membendung dukacita 
Membalut hati nestapa
Namun kata tak bermakna
Masalah keinginan untuk mengungkapkannya
Aku tak bisa

Ribuan arah jarak kita
Gelombang untukku bicara
Satu satunya cara yg ada
Salahku yg terlalu perasa
Sesekali sepatah kata kulontarkan padanya
Namun hambar tak terjawab
Dia yg untukku utopis
Namun sungut nya mencambuk bagaikan najis

Puisi by : ERVINE ARI
Jumat 3 Juni 2016

FANA

Hati bergetar berdetak kencang
Namun harapan gugur kerontang

Hanya isyarat yg dapat tersirat
Kian terjerat maupun terikat

Wajah dan senyummu fana
Bagai bintang bertabur permata
Seperti pelangi terbentang disamudra
Namun aku tak tau dimana kau yg nyata
Bahtera diam laksana nestapa

Langit tak kuasa menahan sabar
Secercah nian terlontar bagai tersambar
Sembari hati menahan tampar
Berbalut hati kian tercakar
Resah bimbang datang mengakar

Terbesit jauh dalam pikiran
Rasa ingin berganti enggan
Lelah sudah bermain peran

Beledu berkabut semu 
Balada berpangku sendu
Pandangan kian tak tertuju
Cinta tak juga bertemu

Alaksa harapan terbang menghilang 
Jauh di ujung pandang

Puisi by : ERVINE ARI
Kamis, 16 Juni 2016

HUJAN

Langit mulai bergaduh
Pertanda hujan akan turun
Entah hujan airmata ataukah hujan permata, aku tak tahu
Jutaan rintikan air membasahi bumi dengan derasnya
Bersama suara nyaring aku tertunduk diam
Angin sejuk mulai terasa hingga menusuk kalbu 
Kini langit dan awan terlihat semu
Tak ada secercah cahaya yg jatuh

Tergelincir sudah mentari senja
Ku termenung menanti jawab nya
Apa jawab nya? 
Hanya cacian yg keluar 
Aku terbujur diam bagai dihantam
Hati bagai tersungkur dibawah jurang

Kini langit temaram nian murung 
Harapan jua terkurung
Kamboja datang berkabung
Nestapa kembali terselubung
Pertanda hampa tak berujung

Puisi by : ERVINE ARI 
Sabtu, 18 Juni 2016

MEREKA

Dunia ku terlalu kecil
Terlalu kecil untuk mereka
Mereka yg duduk bersimpu 
Mereka selalu angkat bahu dan lempar ribuan peluru
Dan tak mau tahu

Mereka yg menghujat,menghina bahkan menghakimi 
Mereka yg merasa benar
Hanya Berjalan anggun bagai bangsawan dunia khayalan
Mereka melirik bagaikan jijik,jorok,najis
Kata terlontar nyata utopis

Seringkali aku bertanya
Mungkin Tuhan sudah bosan dengan pertanyaan yg sama
Apa yg dibanggakan dari mereka?
Namun tak ada jawabnya 
Bahkan anginpun tak bergeming 
Namun culas mereka menghakimi melebihi Tuhan

Puisi by : ERVINE ARI
Minggu, 19 Juni 2016

KIAN MENUA

Dunia kian renta
Bumi kian menua
Sang surya engga jua menyapa
Wahai manusia 
Bumi menjelma seperti neraka
Ini ulah siapa? 

Kini pelangi hilang tak berkibar
Sirna lenyap tak sejajar
Lampu jalanan nian samar
Manusia tak juga sadar 
Perbuatan dosa nya tersampar 
Iman tak lagi dikejar
Ucapan setan kian terlontar
Sesembari mereka tersenyum lebar

Puisi by : ERVINE ARI
Minggu, 26 September 2016

Andai Tau, Inikah Bahagia?

Cukup lama aku terpuruk 
Oleh keadaan yg memburuk 
Tatkala surya mati pucuk

Mereka hanya bisa angkat bahu
Dan lempar ribuan peluru
Berlagak tahu menahu

Senyum dan tawa tak menjamin semua 
Itu adalah sebuah cara bukan segalanya
Tak teraba kasat mata
Gemerlap terangi bersandirwara

Masih seumur jagung diriku disana
Tapi sudah banyak goresan luka
Rasa sangatlah menderita
Lelah hati mati kata
Perang batin begolak membara
Timah panas menusuk bagai merana
Mewabah membuatku tak berdaya

Harapan tak sesuai dengan keinginan
Bodoh diriku dipermainkan
Hanya sosok bahan tertawaan
Seringakali kata terabaikan
Acapkali dipertanyakan 

Waktu beriring silih berganti
Derai angin tak berhenti
Andaikan ibu tau aku tak bahagia disini 
Ada, namun tiada arti 
Seringkali aku dicaci maki bahkan dibully
Terinjak bagai tak punya harga diri
Luka lama jua tak kunjung terobati
Mereka bilang cinta dan saling berbagi
Inilah kasih sayang dari kami
Namun culas, utopis laksana puteri
Inikah yg namanya bahagia?

Puisi by : ERVINE ARI 

SAMPAIKAH AKU?

Bersama melodi lama
Di dalam gelap gulita
Merenungkan sebuah nama
Mengisyaratkan makna
Namun tanpa perantara 

Aku telah sampai
Dimana aku telah jatuh hati 
Rindu yg tak bisa bersembunyi
Perasaan ingin menemani
Langkah selalu mengiringi
Namun tak pernah terobati
Seperti mencari jarum ditumpukkan jerami

Gemertak dedaunan tak kuhiraukan
Gelombang angin tak di abaikan
Udara sejuk menusuk kalbu
Nada indah menjadi saksi bisu
Akan sebuah rindu

Hanya sebuah isyarat yg terlontar
Dan menatap sepucuk gambar
Untuk menyembuhkan hati yg tersambar 
Oleh rindu yg berkobar

Apa kau tau? 
Hidupku begitu mengenaskan 
Hatiku terasa di luluh lantakkan 
Di pora porandakan asa
Menyayat rindu yg tak terkira
Sanggupkah aku menggapaimu?
Memeluk,meraih bahkan menggenggam mu
Tangan ku tak sampai 

Puisi by : ERVINE ARI

Oke Sobb......!!! Sekian dulu puisi cinta karya sahabat kita Ervine Ari, semoga puisi-puisi ini bisa menjadi salah satu inspirasi anda untuk terus berkarya. Oke Sebelum saya akhiri puisi ini, jangan lupa untuk share puisi-puisi ini agar karya sahabat kita ini bisa di nikmati oleh orang banyak. Oke Akhir kata dari saya jumpa lagi pada puisi yang selanjutnya wassallam....!!!