Puisi Ilusi Kepribadian Manusia ''Sikejam Kokoh Nan Abadi''

Puisi Ilusi kepribadian - Halooo sobat..!! Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang puisi ilusi atau gambaran. Puisi ini ia menceritakan sebuah gambaran sebuah kepribadian ia sendiri. Memang puisi ini sangat jarang di buat karena puisi ini butuh penghayatan yang cukup mendalam dari orang itu sendiri. Dan kebetulan akhirnya ada dari salah satu sahabat yang mengirim puisi dengan genre yang seperti ini, dan akhrinya saya pun akan bagikan puisinya untuk sahabat semua. Puisi dengan genre seperti ini memang cukup sulit di pahami, saya sendiri kurang begitu paham apa maksud dari puisi itu. Tapi yang jelas dari puisi ini ia menceritakan sebuah gambaran hidup. 
Puisi Ilusi Kepribadian Manusia ''Sikejam Kokoh Nan Abadi''



Seperti yang sudah saya paparkan di judul tadi bahwa puisi ilusi itu berjudul ''Sikejam Kokoh Nan Abadi''.  Tak tau dari mana asal judul itu, tapi yang jelas dari judulpun tak secara gamblang menyebutkan. Dan sobat untuk kali ini saya akan bagikan puisi cukup hanya 3 judul saja. Dan dari ketiganya ini cukup mirip secara penyajian. Namun untuk saya sendiri saya lebih suka dengan puisi dengan judul yang sudah di sebutkan tadi. Saya merasa bahwa puisi ini mengandung sebuah makna yang cukup mendalam untuk kita kaji. Dan karena puisinya sudah siap mari langsung saja sobat simak puisinya. 



Sikejam Kokoh Nan Abadi

Disini.
Diruang gelap tanpa dinding.
ku pandangi helay putih dan garis mu yang terasa halus itu.
Yang telah merunduk mendekatkan diri pada dasar kau kan membumi.
Angka hidupmu buat ku malu untuk merasa puas.
Kau pandangi sikokoh kejam yang buatmu silau.
Terhimpit sempit hingga sesak kau bernafas.

Kini sikejam telah memakan segalanya milikmu.
Nafasmu yang harus kau bayar.
buat mu lebih sesak hingga hampir jera untuk melanjutkannya lagi.
Keringatmu bagaikan hujan berkah untuk mereka.
Tanpa mereka tau berkahnya adalah tangisan mu.
Secarik kertas terbatas yang di agungkan.
Membuat mu lulus ujian kehidupan.
Walau hatimu sudah menjerit kesakitan. memberotak serta menekan.

Ku berbisik pada angin.
sampaikan salam ku padanya yang diruang sempit nan terhimpit dengan lubang kecil tempatnya mengadu nasib.
Kembali lah lagi padaku angin.
Dengan membawa pelajaran darinya yang tak bisa menatapku.
Belajar lebih baik agar kelak yang baik sepertinya bisa menerimaku dengan baik.

Puisi by : Bambang tri atmojo                        

KESUNYIAN DALAM KERAMAIAN

Ketika ku mulai hari ini,
Ku jelajahi setiap tempat
Ku mencari jati diri,
Hingga ku penat

Tanpa banyak bicara, 
Kulampaui semua itu
Meskipun ku harus berlari akan kujalani
Tak bisa kutemukan satupun, 
padahal disini banyak

Tak ada yang sesuai....
Kini anganku berkata
Adakah yang kucari
Yaitu,kesunyian dalam keramaian..

Puisi by : Vanessha Afifah G 

No Judul 

Aku sudah lupa
Bagaimana untuk ketawa
Saat ku dengar canda
Bila kau tiada

Aku tidak ingat
Bagaimana mahu tersenyum
Saat bila kau jauh
Hingga tidak bisa ku sentuh

Aku sedang coba ingati
Bagaimana caranya berlari
Sedang berdiri belum juga ku pasti
Saat kau tiada menemati di hatiku

Ahhhhh ..kini ku lupa pula
Di mana ku letakkan jiwa

Saat kau jauh dari mata
Kerana yang ku tahu cuma
Rindu ku sedang membara
Membakar hangat di asa
Hingga ku jadi lupa
Pada dunia......i miss you...cinta

Puisi by : Senyum Syarifah
#senyumsyarifah

Berikut diatas tadi puisi-puisnya sobat. Bagaiman pendapat anda tentang puisi-puisi di atas..? Saya harap sobat semua suka dengan puisi-puisi di atas. Dan untuk yang tidak suka mohon maaf karena saya masih belum bisa menyajikan puisi yang terbaik di mata sobat. Oke sekian dulu puisi ilusi kehidupan berikut ini semoga puisi ini bisa memberikan manfaat untuk orang yang membacanya. Oke akhir kalam dari saya wasallaamm...!!!