Apakah Kamu Kenal Jodohmu ? Rahasia Jodoh Menurut Islam Dan Al-qur'an

Telah memasuki masa kedewasaan, pembahasan mengenai jodoh memang menjadi hal wajib di setiap perbincangan. Hanya saja sekarang jodoh bukan hanya lagi tentang gandengan untuk diajak makan ataupun jalan saja. Lebih dari itu, jodoh sendiri kini dilibatkan untuk menjadi pasangan hidup kita ataupun pernikahan. Salah satu yang unik juga terjadi pada masalah jodoh ini, ada yang berjodoh dengan teman masa kecilnya, ada yang hanya berkenalan langsung, ataupun ada yang dijodohkan seperti hal nya siti nurbaya. Subhanallah betapa sempurna nya sebuah skenario yang disusun oleh ALLAH SWT.

Apakah Kamu Kenal Jodohmu ? Rahasia Jodoh Menurut Islam Dan Al-qur'an


Dalam surat An-Nur Ayat 26 “Perempuan-perempuan yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untu wanita yang tidak baik pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki baik untuk perempuan yang baik pula”. Ada yang bilang jika kita menelaah pesan dari ayat tersebut bahwasanya jodoh kita adalah cerminan diri kita. Tetapi cermin yang dimaksud bukan sama persis dengan diri pribadi kita. Sekalipun ada manusia yang kembar tetapi dalam hal sifat, kebiasaan, hobi ataupun cara berfikirnya pun pasti memiliki perbedaan. Biasanya dalam bercermin kita akan nampak pada perbedaan pada kenyataannya, saat bercermin tangan kanan menjadi tangan kiri, mata kanan menjadi mata kiri.

Dalam hal ini jodoh dianggap sebagai cerminan karena kita sendiri bisa melihat kekurangan diri kita pada cermin, maka fungsi utama cermin akan memperbaiki apa saja kekurangan pada diri kita. Maka ini menjadikan salah satu hakikat jodoh yang sebenarnya, dimana itu akan selalu saja melengkapi, memperbaiki, menasehati dan satu lagi cermin tidak pernah sekalipun berbohong dengan apa yang kita tampakkan. Cermin tidak pula memaki karena nampak ada satu kecacatan dalam diri kita. 

Dan dari ayat tersebut pula ALLAH SWT sudah menetapkan jodoh yang tepat untuk diri kita, maka sejatinya kita memantaskan diri untuk jadi laki-laki baik atau perempuan baik agar mendapatan cerminan yang baik pula. Jadi tidak perlu takut apalagi gelisah. Yakinlah jika kita tidak dipertemukan di dunia dengan jodoh kita maka kita akan dipertemukan pada akhirat surgaNya ALLAH SWT, dan sekaligus saya akan menulis bagaimana jika kita dijodohkan pada kematian? Kita memang sungguh mempunyai angan-angan ingin mempunyai jodoh yang sesuai dengan kriteria kita, tapi apa yang perlu kita siapkan jika kita berjodoh dengan kematian?.

Dalam kehidupan sehari-hari kadang kita dipusingkan dengan hal yang tidak pasti kita dapatkan  sehingga membuat kita lalai dalam kewajiban yang nyatanya sebagai bekal kita untuk akhirat kelak. Jika kita sedikit membahas tentang takdir dimana ALLAH SWT telah dengan pasti menetapkan rezeki, jodoh dan kematian untuk diri kita. Tidak salah seorang pun yang tahu akan ketiganya, tentang berapa rezeki kita? Siapa jodoh kita? Dan kapan kematian akan datang kepada kita? Ketika kita sibuk sekali mencari jodoh dengan berbagai kriteria yang diri kita inginkan, tapi sejatinya kita hanya menunggu malaikat maut datang menjemput diri kita.

Maka dari itu kita dapat bertanya kepada diri kita, apa yang kita usahakan untuk memantaskan diri menjadi lebih baik untuk mendapat satu imbalan yaitu jodoh yang baik pula, tapi bagaimana jika kita lebih baik memantaskan diri dengan perbanyak amal untuk bertemu dengan jodoh akhirat?Kematian. Salah satu syarat kematian tidak harus tua, tidak harus menunggu kita sudah menemukan jodoh atau belum. Jodoh kita masih bisa ikhtiar dan memilih-milih dengan segala kriteria yang diri kita sukai tapi kematian tidak bisa memilih dan pula tidak bisa ditebak-tebak, apakah kita dihadapkan pada husnul khatimah atau sebaliknya su’ul khatimah. 

Jodoh dan kematIan haruslah dipersiapkan. Mempersiapkan diri, memperbaiki diri, sekaligus memantasan agar menjadi jauh lebih baik lagi. Hadist Rasulullah SAW  “orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan kematian dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian”. Maka dari itu kita tidak akan pernah tahu apakah kita lebih dahulu dipertemukan dengan jodoh kita atau sebaliknya dipertemukan dengan kematian lebih dahulu. Sesungguhnya jodoh yang sudah pasti adalah kematian.

Artikel By : Bambang Tri Atmojo
Mahasiswa STEI SEBI

0 komentar