Apa itu E-Money Dan Bagaimana Hukumnya Di Dalam Islam ?

E-money atau uang elektronik pada hakikatnya sama saja dengan uang biasa, Namun yang membedakan bahwa bentuk Fisiknya saja. Kalau uang yang kita kenal sehari-hari berupa kertas, sedangkan uang elektronik bentuk Fisiknya secara umum berupa plastik atau kartu , dimana secara fisik kartu itu tidak diserahkan kepada lawan transaksi kita, N amun sekedar ditempelkan lalu diambil lagi.

Apa itu E-Money Dan Bagaimana Hukumnya Di Dalam Islam ?


Memang secara fisik tidak ada yang diberikan kepada penjual, tetapi bukan berarti tidak ada nilainya. Sebab uang kertas yang selama ini kita pakaipun sebenernya tidak ada nilainya, tidak sesuai dengan tertulis di atasnya. Biaya pembuatan uang kertas seribu rupiah dan seratus serratus ribu rupiah nyaris sama saja. Karena secara Fisik keduanya tidak berbeda, kecuali hanya perbedaan gambar cover saja.

Namun karena angka yang tertulis berbeda, maka nilai keduanya jadi berbeda. Demikian juga dengan cek biasa kita gunakan, lembarannya sama persis antara satu cek dengan lainnya. Tetapi ketika kita menuliskan Cuma pakai ballpoint dengan angka yang berbeda. Yang satu Cuma seratus ribu dan satunya bisa saja seratus juta.

Kenapa bisa seperti itu ?

Karena pada prinsipnya ketika kita menggunakan kertas-kertas itu, kita tidak membayar dengan fisik kertasnya, melainkan dengan nilai yang angkanya dituangkan diatas kertas itu. maka yang kita bayarkan tetap nilai harga yang memang tidak diwujudkan oleh kertas. begitu juga ketika kita menggunakan e-money, yang kita bayarkan adalah nilainya meski tanpa wujud fisik. Namun secara teknis, pembayaran itu dilakukan lewat proses data digital.

Jadi secara hukum, kalau kita menghalalkan uang kertas yang kita kenal sehari-hari, maka uang elektronik dalam bentuk kartu pun sama juga hukumnya, Yaitu Halal . Baiklah teman-teman sekian dulu ilmu yang bisa saya bagikan pada kesempatan kali ini semoga ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel ini. akhir kata dari saya wassallam.

Wallahualam
Sumber : Ustadz R. Ismail Prawira Kusuma

Oleh : Intan Pertiwi
Mahasiswi STEI SEBI

0 komentar