Maraknya Riba Dikalangan Masyarakat

Riba sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat. Riba pun sudah menjadi kebiasaan hidup dalam bermuamalah. Akan tetapi tanpa masyarakat sadari, riba merupakan ancaman bagi kita. Riba dapat menghilangkan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Riba pun menyebabkan pelakunya lebih mencintai dunia daripada akhirat. Tanpa masyarakat sadari pula riba memiliki dampak buruk bagi kehidupan.



Riba sendiri memiliki arti tambahan, kelebihan atau pertumbuhan. Secara luas riba berarti tambahan dari sesuatu yang tidak jelas.

Menurut ulama’ Hanafi, riba adalah suatu kelebihan khusus yang tidak memiliki sebab imbalannya yang menjadi hak bagi salah satu pihak. Ulama’ syafi’i berpendapat bahwa riba adalah suatu kontrak untuk mendapatkan imbalan khusus yang tidak diketahui persamaanya baik dari ukuran syari’at saat terjadinya akad atau disertai penengungan kedua penukar atau salah satu penukar. Ulama’ Hambali juga berpendapat bahwa riba adalah pertumbuhan pada beberapa komoditi.

Jadi penulis ambil kesimpulan bahwa riba itu bukan dilihat dari segi banyaknya ataupu sedikitnya tambahan ataupun bunga yang sudah didapatkan. Akan tetapi, tambahannya itulah yang sudag dikatakan riba. Seprti firman Allah dalam surah Ali – Imran : 30

ياايها الذين امنوا  لا تأكلوا الربى أضعافا مضاعفة واتقوا الله لعلكم تفلحون

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu menjadi orang yang beruntung”.

Riba memiliki beberapa macam, diantaranya:

1. Riba qardh.
2. Riba jahiliyah.
3. Riba fadl.
4. Riba nasi’ah.

Mungkin disini penulis tidak akan menjelaskan satu – satu persatu tentang macam-macam riba itu apa?.Tetapi disini penulis akan menjelaskan tentang hukum riba sendiri itu bagaimana?.  Yang sudah Allah firman dalm surah Al-baqoroh ayat : 275

"واحل الله البيع و حرم الربى"

Artinya: “Dan Allah menghalalkan riba dan mengharamkan riba”.

Tetapi tidak hanya Islam yang mengharamkan akan riba. Akan tetapi, di dalam kitabnya orang Yahudi yaitu Samawi EXODUS (Pasal 22 ayat 25) mereka mengatakan bahwasanya : “ jika kamu meminjamkan uang janganlah kamu member tambahan sedikitpun”.

Mungkin ini saja yang dapat penulis sampaikan . Saya harap semoga dengan adanya artikel ini para pembaca akan lebih jauh lagi pengetahuannya.

0 komentar