Merasa Banyak Dosa ? Ini Dia Cara Menggugurkannya Menurut Hadist Nabi

Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan, kita memang tidak menyadari sudah sebanyak apa dosa yang telah kita lakukan selama ini. Perlu kita sadari bahwa kita telah hidup diakhir zaman yang mungkin telah berada diujung menuju hari akhir. Banyak manusia yang berleha-leha dan mementingkan dunia, padahal tidak ada waktu untuk bersantai lagi. Kita perlu intropeksi diri, perbaiki akhlak pribadi kita, dan senantiasa istiqomah untuk selalu tetap berada dijalan-Nya.

Ini Dia Cara Menggugurkannya Menurut Hadist Nabi


Memang tidak mudah untuk melakukannya, tetapi jika kita berusaha memperbaiki akhlak kita, maka kemungkinan besar kita akan menjadi lebih baik. Terkadang adakalanya kita merasa futur (lemah iman) tapi kita tidak boleh lengah akan hal itu. Lawanlah rasa futur itu, jangan sampai menguasai nalar kita sehingga kita melupakan apa yang telah kita usahakan. Ada sebuah dzikir yang ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan amal, bahkan Allah swt. akan mengampuni dosa-dosa kita walau sebanyak buih di lautan.

"Subhaanallah wabihamdihi subhaanallahil'adziim" hanya dengan mengucapkan kalimat itu 100 (seratus) kali setiap hari, maka in syaa Allah Allah akan mengampuni dosa-dosa kita walau sebanyak buih di lautan. Cukup ringan bukan? Masya Allah!! Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengampun. Sebenarnya tidak ada yang sulit untuk menuju jalan-Nya, hanya saja hawa nafsu kita yang sering mengalihkan pemikiran kita sehingga kita lupa akan segala dosa dan khilaf kita tetapi Allah senantiasa memberikan nikmat kepada kita tanpa kita sadari.

Berikut adalah hadist nabi yang berbunyi seperti di atas :

عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ ⟳ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ فِرَتْ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ گانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ ⟲  رواه الترمذى ابواب الدعاء
Artinya :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barang siapa membaca : Subhanallahi Wabihamdih (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali, maka dosa-dosanya nya akan diampuni, dan meskipun sebanyak buih lautan.” (HR. Tirmidzi)


Mungkin sekarang hanya sebagian kecil saja di dunia ini yang benar-benar zuhud akan kehidupan dunia. Jika dibandingkan pada zaman Rasulullah saw. dan para sahabat sangatlah jauh dengan kita. Jika dahulu Rasul memberi tahu kepada para sahabat tentang hari akhir mereka semua menangis bahkan ada yang pingsan, bagaimana dengan kita yang memang betul-betul telah berada di zaman itu? Apakah kita tidak takut akan siksa dan adzab-Nya? Apakah kita yakin amalan kita sudah banyak? Bekal apa yang sudah kita dapatkan selama di dunia ini? Astaghfirullahal'adziim!!

Jika terus kita renungi akan hal itu dan hati nurani kita masih terbuka, maka kita akan menangis dengan rasa takut dan sesal. Maka dari itu bergegaslah, mulailah melangkah menuju kebaikan dan tetaplah bersemangat untuk memperbaiki diri. Niscaya jika kita berusaha ingin dekat dengan-Nya maka Allah swt. pun ingin dekat dengan kita. Wallahu alam bis shawab.

Oleh: Mutiara Sani
Mahasiswi STEI SEBI

0 komentar