Puisi Campuran Dengan Tema Cinta Yang Kelam

Hallo sobat apa kabar hari ini. Semoga baik-baik saja dan selalu dalam lindungan allah s.w.t. Dan saya mohon maaf karena jarang update puisinya karena ada beberapa kendala. Tapu tenang saja sobat karena kali ini saya akan mulai lagi untuk selalu meng update puisi setiap hari untuk sobat semua. Dan sobat puisi yang akan say sharing pada kesempatan kali ini adalah puisi campuran dengan tema cinta yang kelam. Wow..! dari judulnya aja udah ngeri sobat apa lagi puisinya.

Puisi Campuran Dengan Tema Cinta Yang Kelam


Dan sobat mulai dari sekarang kemungkinan konten puisi yang akan saya post akan lebih sedikit di bandingkan yang kemarin. Karena kemarin itu terlalu banyak dan bisa menghambat loyalitas dalam postingan saya. Mendingan saya kasih konten puisi yang agak sedikit tapi sobat bisa menikmatinya setiap hari. Sobat berkenaan dengan tema kali ini, pernahkah sobat merasakan sebuah gelora cinta yang menderita. Entah itu karena di duakan maupun hal lain. Saya pernah merasakan sobat merasakan sakitnya cinta terpendam dan si doi tiba-tiba di ambil orang. 

Mungkin karena memang saya yang kurang jentelmen sobat tapi ya inilah jalan hidupku. Di berikan sebuah pelajran agar aku menjadi orang yang lebih jentelmen. Dan ku anggap semua itu adalah sebuah pelajaran berharga dalam hidup untuk lebih bisa memanfaatkan kesempatan dan tak pernah takut mengungkapkan perasaan. Oke sobat langsung saja berikut adalah puisi campuran dengan tema cinta, silahkan di simak. 

SEMESTA ALAM PESONA AKSARA

Peran logika adalah nyata
Terlepas kasat mata
Adalah rahasia-Nya
Semesta

Alam
Syarat ilham
Kidung sunyi malam
Momok misteri penuh cekam

Lukisan indah tanpa pena
Gambar nyata tertata
Samar lena
Pesona

Aksara 
Berjuta makna
Kaji dalamnya rasa
Segala puji hanya milik-Nya

Puisi By :  Byan Liebe
Bdg, 07-05-16

PUJAAN HATI

Terik mentari membuatku berpeluh
Sepenggal kisah yang membuat hatiku luluh
Akankah semua menjadi indah tersuguh
Membuat hatiku kian meneduh

Bersamamu kuingin bermanja
Akankah dirimu menjadi sorang yang kupuja
Memandangku di atas singgasana, duhai sang raja
Untuk mempersembahkan sekuntum bunga seroja

Aku bagaikan sekuntum melati
Untukmu duhai pujaan hati
Bilakah diri kan menanti
Bagaikan sepasang merpati

Lalui hari bersama kita nikmati
Di bawah purnama saling berbagi empati
Untukmu yang memanggilku manja

Puisi By : DewyRose
Bkz Kota, 06.05.16
16:00

K E R A N D A SUNYI

Kegelapan masih menguasai hari
Dingin semakin menusuk diri
Aroma kematian selalu mengintai, seakan menari
Langkahku kini kian melemah, tak mampu berdiri

Cintaku seakan terpasung
Kerinduan ini pun kau bendung
Seakan cintaku kini juga kau gantung
Hingga aku tak bisa bersenandung

Tak kuasa sedih yang kutanggung
Mengapa tiada kabar tentangmu
Waktu kian memisahkan kita untuk bertemu
Aku menunggumu tiada jemu

Berharap akan berjumpa kamu
Keranda sunyiku kian mencekam untuk dilihat
Senandungkan lagu lirih yang menyayat
Diriku hidup bagaikan mayat

Hanya jasad yang masih melekat
Dengan aroma kematian yang kian mendekat
Sayang, Biarkan pusara ini mengering
Tak ada lagi cinta yang kan bersanding

Hingga ragaku kini terbaring
Dengan lantunan ayat-ayat cinta yang mengiring
Berharap senyumku kembali tersungging

Puisi By : DewyRose
Bkz, 06.05.16
06:19

SUBUH YANG MENGGELORA

Rancuh
Pikiran melayang
Usik lelap mimpi
Sesat berjuta bayang datang.

Semerbak
Harum taman
Wajah jelita menggoda
Berlulur kelopak tangkai narwastu.

Berjingkrak
Berontak hasrat
Liar tegak menantang
Lelah hati merujuk damai.

Indah
Lekuk paras
Lekat enggan berlalu
Hayal berharap sambut berandai.

Cibir?
Tidaklah perlu
Ini logis hasrat
Yang datang tanpa undangan.

Puisi By : Doel Khemin
Lampung 29042016
Dk

CINTA BENCI

Benci
Hati dengki
Merasa diri sakti
Sesama insan suka menyakiti

Kini kulari dari bayangmu
Suratan takdir semu
Menahan pilu
Rindu

Di sana
Engkau mesra
Jalinan kasih asmara
Tinggalkan aku panas membara

Inginnya ku sapa dirimu
Rindu pacu menggebu
Lidahku kelu
Bisu

Patidusa_Bias
Puisi By : ‎Nina Faisal
BDL,030516
#NinaFaisal
GERSANG SIANG

Bersama rintik gerimis siang
Kumaknai dada gersang
Asa mengerang
Lengang

Entah apa yang menderaku
Jiwa serasa kaku
Lidah kelu
Gagu

Betapa hasrat berontak liar
Ingin mengurai debar
Mata nanar
Pijar

Puisi By : Sang Kelana Jiwa
Lubuk jiwa, 04 April 2016

Sobat bagaimana dengan puisi di atas tadi. Semoga sobat suka dengan puisi-puisinya dan semoga puisi di atas bisa menghibur serta menjadi motivasi untuk sobat. Oke saya kira cukup sekian dulu untuk hari ini, nantikan lagi puisi selanjutnya di esok hari. Dan sampaui jumpa lagi di puisi campuran yang selanjutnya. Akhir kata dari saya wassallam.