ISLAM SAJA, TIDAK YANG LAIN

Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)



Hadist di atas menunjukkan bahwa kedudukan setiap anak yang dilahirkan adalah dalam keadaan fitrah (bersih) hanya saja bagaimana orang tuanya yang membentuk karakter anak itu, seperti kertas kosong yang siap untuk ditulisi banyak tulisan maka seperti itulah anak yang baru dilahirkan.

Bersyukurlah kita dilahirkan dari rahim ibu yang seorang muslimah, saat kita dilahirkan kita di adzani di telinga kanan dan di iqamahkan di telinga kiri. Bahkan jika kita memiliki uang yang cukup kita di aqiqahi. Sungguh beruntung kita bisa menjadi seorang anak dari keluarga muslim sehingga kita sudah tau bagaimana islam itu.

Percaya kepada Islam, tapi bukan semata-mata kita itu hanya hanya sekedar percaya berdasarkan keturunan keluarga “mengikuti kepercayaan orang tua” bukan hanya sekedar status dalam kartu kependudukan, disaat kita percaya dan yakin terhadap Islam, kita harus mampu mengamalkan semua ajaran yang ada di dalam Diin Islam. Mulai dari akhlak kita harus mencerminkan kita itu seorang Muslim-Muslimah.

Jangan mengaku orang Islam tapi perintahnya masih kita langgar, larangannya masih kita lakukan, tapi mulai sekarang kita harus belajar lebih dalam lagi untuk lebih, lebih, dan lebih mengenal dan memahami apa itu Islam. Tidak hanya sekedar percaya terhadap suatu agama, kita juga harus mempunyai ilmu supaya kita tidak mencampuradukan mana yang benar-benar perintah dari Allah SWT dan tambahan (mengada-ngada).

Saya senang menjadi seorang Muslimah, karena ini adalah agama saya dimana dalam Islam tidak mengajarkan keterpaksaan, seperti Firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah: 256,

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat...” (QS. Al-Baqarah:256).

Seperti orang yang ingin masuk agama Islam, mereka telah mendapatkan suatu hidayah untuk memeluk Islam karena mereka yakin bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kebersamaan dan tidak ada keterpaksaan untuk mengikuti ajarannya. Alasan lainnya yaitu bahwa agama Islam adalah agamna yang sempurna dan agama yang diridhoi oleh Allah SWT, yang terdapat dalam Firman Allah SWT Surat Al-Maidah : 03,

...Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu...” (QS. Al-Maidah : 03).

Maknanya tidak ada lagi agama yang sempurna dimana dalam ajaran Islam telah mengatur sedemikian rupa segala aktivitas kita mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, ajaran yang begitu indah dan dilengkapi dengan kitab suci yaitu Al-Qur’an dan apa yang terkandung di dalamnya dapat dibuktikan secara ilmiah dan bukan sekedar bacaan. Maka berbanggalah kita dilahirkan dalam Diinul Islam.wallahu A’lam.

Artikel By : Siti Uswatun Hasanah

0 komentar