Indahnya Hidup, Apabila Disyukuri

Dan (ingatlah) keika Tuhanmuu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat kepadamu), tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Indahnya Hidup, Apabila Disyukuri

Seiring berjalannya waktu, falsafah kehidupan manusia akan terus mengalami perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Kebahagian dalam menapaki kehidupan ini hanya dapat kita raih apabila kita selalu beryukur. Bersyukur adalah suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Tidak pernah memandang apakah nikmat itu banyak atau sedikit, karena orang yang selalu bersyukur dengan semua nikmat yang diberikan kepadanya maka Allah SWT akan menambahkan nikmat itu seperti firman Allah dalam surat Ibrahim: 7 di atas.

Salah satu nikmat yang Allah SWT berikan adalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Nikmat ini tidak akan kita dapatkan apabila kita selalu mengeluh, berputus asa, menganggap Allah SWT itu tidak adil, dan selalu su’udzon (berperasangka buruk) terhadap Allah SWT. Dengan kita mensyukuri semua nikmat yang Allah SWT berikan akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi kita. 

Kekuatan bersyukur dan berdo’a merupakan landasan utama bagi seseorang dalam mencapai sesuatu, karena tanpa ridha dan pertolongan Allah SWT, niscaya apa yang kita inginkan tidak akan kita raih. Setelah bersyukur dengan apa yang Allah SWT berikan dan memohon ampun kepada-Nya, baru kemudian kita melakukan usaha yang maksimal untuk mewujudkan keinginan yang ingin kita raih. 

Salah satunya dengan memperbaiki kualitas hidup kita, karena yang dapat merubah nasib kita adalah diri kita sendiri.  Seperti firman Allah yang artinya: “...Sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...” (QS. Ar-Ra’d [13] : 11)

Allah SWT selalu memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk selalu memperbaiki kualitas dan taraf hidupnya, tinggal hambanya apakah mampu untuk memanfaatkan peluang dan kesempatan tersebut atau malah mengabaikannnya?

Sedangkan ikhlas merupakan landasan utama bagi kita dalam berusaha, tanpa adanya rasa ikhlas pada diri kita maka usaha yang kita lakukan itu akan terasa sangat berat. Dan akhir dari semuanya adalah tawakkal, dimana kita dituntut harus mampu menerima semua yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Karena sejatinya kebahagian itu adalah ketika kita bisa menerima setiap yang Allah SWT berikan kepada kita baik nikmat ataupun musibah.

Article by : Siti Uswatun Hasanah, STIE SEBI

Post a Comment

0 Comments