Membeli Saat Rumor, Menjual Karena Fakta

Dalam dunia persahaman, istilah ini sering kali terdengar dan sudah populer. Seringkali sebuah rumor menjadi acuan para investor untuk melakukan pembelian. Pada dasarnya rumor bisa merupakan rumor positif atau negatif. Namun yang akan disoroti ialah rumor negatif yang kenyataannya menyebabkan reaksi umum berupa penurunan harga saham ketika rumor negatif tersebut muncul.

Membeli Saat Rumor, Menjual Karena Fakta

Yang dimaksud oleh Buy on Rumor, Sell on News ialah lebih ke arah pada suatu rumor atau isu positif pada suatu saham. Oleh karena itu, jika rumor tersebut muncul, teori dasarnya adalah membeli saham tersebut dan segera menjual saham tersebut jika sudah menjadi berita resmi. Umumnya yang biasa terjadi di pasar, harga suatu saham akan bergerak naik ketika baru rumornya yang muncul dan akan turun jika rumor itu telah menjadi berita resmi yang dikonfirmasi oleh pihak manajemen perusahaan.

Namun, pada kenyataannya permainan saham tidaklah semudah yang terbayangkan. Rumor dapat diperoleh baik dari media-media maupun rekan sesama investor. Terkadang ada rumor yang benar-benar terjadi, tetapi ada juga rumor yang tidak jelas asalnya atau masih diragukan kebenarannya. Tentu saja rumor seperti itu lebih berpotensi merugikan para investor kecil yang terpengaruh rumor tersebut.

Selain harus memilah mana rumor yang jelas akan menjadi berita, mana rumor yang tidak jelas dan kemungkinan tidak ada keberlanjutan tindak lanjutnya, serta meneliti apakah rumor tersebut sudah terlambat atau belum. Karena jika sudah terlambat maka biasanya harga saham sudah bergerak naik terlebih dahulu. Dengan berbagai keterbatasannya, memilah benar-tidaknya suatu rumor merupakan pekerjaan tersulit bagi investor kecil. Apalagi untuk mengetahui terlambat atau tidaknya rumor tersebut diterima. Oleh karena itu, pemahamannya terhadap istilah Buy on Rumor, Sell on News harus disikapi secara benar dan hati-hati.

Memang benar jika rumor tersebut merupakan rumor yang benar, pergerakan harga sahamnya akan cenderung naik. Tetapi reaksi pergerakan sahamnya dapat berbeda-beda, ada yang harganya langsung bergerak naik setelah rumor beredar, ada juga yang harganya naik menunggu waktu cukup lama untuk bergerak. Sekali lagi sebagai investor kecil, cukup sulit untuk memastikan reaksi pergerakan harganya karena tidak mengetahui kualitas sebenarnya dari rumor tersebut.

Istilah Buy on Rumor, Sell on News menjadi berkembang karena banyak pihak yang berkepentingan untuk menghembuskan suatu rumor untuk saham-saham tertentu, yang tentunya bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Yang jelas pihak-pihak ini memiliki informasi yang lebih dahulu mengenai kondisi perusahaan yang sahamnya akan dirumorkan. Tidak jarang sebuah rumor ‘diembuskan’ terlebih dahulu hanya untuk menggoreng harga saham tersebut.

Bagi investor kecil, maka sebaiknya harus memiliki sikap kehati-hatian dalam menyikapi suatu rumor yang terjadi atau beredar di pasar. Apakah rumor tersebut benar adanya ataukah hanya sebuah trik bagi suatu investor besar untuk mengoleksi saham atau menjualnya.

Article by : Rahdian, STIE SEBI

Post a Comment

0 Comments