Petunjuk Agar Sejatera Dunia dan Akhirat

Dalam hidup tidak selalu tentang kehidupan yang hakiki atau kekal didalamnya, pastinya ada kematian yang menunggu, entah kapan kematian itu hadir kita tidakan tahu siapa yang lebih dulu terpanggil, intinya kita harus siapkan banyak bekal sebelum kematian itu datang. Sama hal nya dengan prolematika, disetiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Karena hidup itu tidak selalu dengan kebahagiaan, menyeimbangakan bahagia dengan  kesedihan layaknya keimanan kadang naik dan kadang turun. Maka dari itu kita tidak usah risau dengan adanya atau datang nya sebuah masalah yang Allah kasih ke kita, tidak hanya di sekolah yang diharuskan ujian bisa karena terbiasa dan cerdas karena rajin belajar. Begitupun hidup, tidak melulu jalan lurus kedepan pastinya ada belokan ditiap jalan, sebut saja itu ujian. Namanya ujian tidak sulit jika kita menjalankannya dengan enjoyed. Jangan pernah takut ketika ujian itu datang, maka berikhtiar dan bersyukurlah karena Allah menguji kita untuk bersabar dan ingin mengetahui apa saja yang sudah kita dapat selama hidup di dunia ini. Yakinlah dengan petunjuk yang akan Allah berikan, bahwa Allah tidak akan menguji hambanya di luar kemampuan kita. Allah lebih tau seberapa besar kemampuan yang kita miliki.

Petunjuk Agar Sejatera Dunia dan Akhirat

Senyaman-nyamannya dunia tidak akan bisa melibihi kenyamanan di syurga. Maka dari itu jangan sampai tergiur dengan kenyamanan dunia, sesungguhnya kenyamanan terindah hanya di akhirat nanti. Dan tugas kita sebagai hambaNya di dunia ini bukan berlaku semena-mena dengan apa yang kita lakukan, namanya tugas wajib dilakukan beribadah hanya kepadaNya, berbuat baik kepada sesama, perbanyak melakukan hal yang baik untuk meraih ridhoNya, kejarlah akhirat pasti pahala akan menggiringmu, dan menjaga bumi ini dengan layaknya kita menjaga keimanan kita apabila iman kita tidak dijaga maka rusaklah sudah. Allah berfirman dalam Qs. Al-qasas: 77 “ Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain). Sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dibumi. Sungguh allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan “.

Dalam ayat tersebut, Allah menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk sesungguhnya orang yang mengamalkan nasihat dan petunjuk itu akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan akhirat :

1. Orang yang dianugerahi oleh Allah kekayaan yang berlimpah ruah, perbendaharaan yang harta yang bertumpuk-tumpuk, serta nikmat yang banyak, hendaklah ia memanfaatkan dijalan Allah patuh dan taat pada perintahNya, dan mendekatkan diri kepadaNya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di dunia dan akhirat. Nabi SAW bersabda “ Ingat lima perkara sebelum lima perkara : mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kekayaan mu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu, dan hidupmu sebelum matimu “. (HR. Al-Baihaqi dari Ibbnu ‘Abbas)

2. Setiap orang dipersilahkan untuk tidak meninggalkan sama sekali kesenangan dunia, baik berupa makanan, minuman, pakaian, maupun kesenangan-kesenangan yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan oleh Allah. Baik Allah, diri sendiri, maupun keluarga mempunyai hak atas seseorang yang harus dilaksanakannya. Nabi Muhammad bersabda “ beramallah seperti amal orang yang mengira akan hidup selamanya. Dan waspadalah akan mati besok “. (HR. Al-Baihaqqi Ibbnu Umar) 

3. Setiap orang harus berbuat baik sebagaimana Allah berbuat baik kepadanya. Misalnya membantu orang-orang yang memerlukan, menyambung tali silaturrahim, dan yang lainnya.

4. Setiap orang dilarang berbuat kerusakan di atas bumi, dan berbuat jahat kepada sesama makhluk, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Jangan sampai kita lupa akan nasihat yang telah Allah amanahkan kepada kita selaku hambaNya, sampaikanlah walau satu ayat. Tugas kita itu mengingatkan sesama bukan meninggalkan, waallahu’alam bisshoab kelebihan itu datang hanya dari Allah kekurangan kita yang miliki. Berlaku lah sewajarnya di dunia ini diatas langit masih ada langit dan di bawah masih ada bumi. Tidak pantas apabila kita berdiri berlaga takabbur naudzubillah.. Maka dari itu, tetaplah bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Apapun hasilnya jangan lupa untuk bersyukur.

Article by : Indah Sri Wahyuningsih, STEI SEBI

Post a Comment

0 Comments