Sedikit Mengeluh Dan Banyak Bersyukur

Setiap manusia memiliki ujian masing-masing dalam hidupnya, karena pada dasarnya hidup tidak lepas dari cobaan dan ujian. Ujianpun bisa berupa sesuatu yang tidak menyenangkan atau bisa juga sesuatu yang menyenangkan. Seperti ujian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan. Namun dibalik semua itu, pasti terdapat sebuah hikmah yang dapat diambil dari sebuah ujian, tergantung dari segimana kita akan mengambil nilai positif dari ujian tersebut.

Sedikit Mengeluh Dan Banyak Bersyukur

Salah satu contoh ujian adalah sakit. Bagi orang yang beriman, sakit bukanlah sebuah halangan untuk tetap dekat dengan Allah swt. Rasa syukur ketika sehat dan ketika sakit tetap sama bahkan lebih, karena ketika sakit maka akan makin ingat kepada Allah, dan ingat betapa lemah diri ini tanpa pertolongan-Nya. Maka sakit juga bisa disebut sebagai bentuk lain dari cinta Allah kepada hambanya. Dengan menyikapi sakit dengan benar dan rasa syukur yang terus bertambah, maka sakit akan membawa kita kepada kesalehan diri. Namun, sakit akan menimbulkan dosa apabila dengan sakit tersebut menjadikan kita banyak mengeluh dan berburuk sangka kepada Allah yang memberi sakit maupun kesehatan. Sakit juga merupakan penggugur dosa, seperti sabda Rasulullah SAW :

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka masih pantaskah kita mengeluh atau bahkan kita berburuk sangka kepada sang khaliq? Yang mana seharusnya kita bahagia dan bersyukur dengan hal tersebut. Yang dengannya sakit dapat menjadi pengugur dosa yang telah diperbuat oleh telinga, mata, lisan, maupun perbuatan.

Ketahuilah, dengan mengeluh maka akan terasa semakin berat ujian yang dialami. Tapi dengan banyak bersyukur, maka akan terasa banyak nikmat yang sedang kita nikmati pula. Dengan banyak bersyukur maka akan membuat kita sadar, bahwasannya lebih banyak hal yang patut kita syukuri dibandingkan kita keluhkan.  Bersyukur akan membuat hati lebih tenang dan bahagia. Sebaliknya, dengan mengeluh akan menimbulkan perasaan yang emosional dan tidak tenang.

Article by : Shilvi Dia Savitri, STEI SEBI

Post a Comment

0 Comments