Pemikiran ekononomi islam zaman Bani Umayyah

Daulah Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyyah bin Abi Sofyan yang berlangsung selama 90 Tahun (41-132H/661-750M) dan berpusat dikota Damaskus . Bani Umayyah disematkan dari nama Ummayah, ia kakeknya Abu Sofyan bin Harb, atau moyangnya Muawiyyah bin Abi Sofyan. 

Daulah Bani Umayyah telah dipimpin oleh 14 orang khalifah, dan diantara khalifah tersebut yang paling menonjol adalah : Muawiyyah bin Abi Sufyan, Abdul Malik bin Marwan, Walid bin Abdul Malik, Hisyam bin Abdul Malik, dan Umar bin Abdul Azis . 


Masa Bani Umayyah 

Berkat keberhasilan dari masa kepemimpinan ini memberikan dan membentuk pemikiran ekonomi yang berbeda, dapat kita ketahui pada masa Kepemimpinan Bani Umayyah kondisi batul maal berubah, baitul maal terbagi menjadi 2 bagian yaitu baitul maal umum dan baitul maal khusus .baitul mal umum ditujukan untuk masyarakat umum sedangkan baitul maal khusus ditujukan untuk para sultan dan keluarganya, namun dalam prakteknya berjalan waktu banyak ditemukan pemyimpangan dalam pendistribusiannya .

Maka dari itu disini kita membahas salah satu khalifah yang berpengaruh dalam memperbaiki pemikiran ekonomi islam pada zaman tersebut .

Umar bin Abdul Azis

Dikenal sebagai khalifah yang shaleh dan sederhana kerap disebut sebagai khulafaul rasyidin ke-5,meskipun kekuasaannya terbilang singkat pada tahun 717-720 H, Umar berasal dari Bani Umayyah cabang Marwani, dia merupakan supupu dari khalifah sebelumnya, Sulaiman. 

Atas wasiat yang diperintahkan oleh Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, Umar bin abdul Azis dilantik menjadi khalifah selepas kematian nya dalam wasiat yang beliau tinggalkan . Setelah  diangkat menjadi khalifah, dia berpidato dihadapan rakyatnya. 

Wahai para manusia, sesungguhnya tidak ada lagi kitabsuci setelah Alquran, tidak ada lagi nabi setelah nabi Muhammad Saw, tugas saya bukan mewajibkan, tetapi sebagai pelaksana, seorang yang melarikan diri dari seorang imam yang zalim, dia tidak salah, kethuilah ketaatan kepada makhluk hidup tidak diperbolehkan, apalagi sampai melanggar Sang Pencipta.

Kebijakan ekonomi islam pada masa raja Umar bin Abdul aziz


  • Ketika dilantik menyerahkan seluruh hartanya kepada kaum muslimin melalui baitul mal
  • Menghapus pajak bagi kaum muslimin 
  • Mengurangi beban pajak yang dipungut dari kaum nasrani memberantas cukai dan kerja paksa 
  • Mengurangi beban pajak kepada penganut kristen najran dari 2000 keping menjadi 200 keping
  • Setiap daerah wewenang untuk mengelola zakat di daerahnya masing-msing tanpa campur tangan pemerintah
  • Pemerintah memberikan subsidi kepada daerah yang minim pendapatan zakat dan pajaknya
  • Tidak mengambil sesuatu dari baitul mal termasuk pendapatan fai yang menjadi haknya 
  • Memprioritaskan pembangunan dalam negeri  
  • Mempebaiki tanah pertanian, membangun sumur-sumur, mebuat penginapan bagi musafir,menyantuni fakir miskin dan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan sehingga tidak ada lagi yang mau menerima zakat.

Kendati singkat, selama pemerintahannya, umat Islam merasakan ketenangan dan kedamaian. Sebab, sang khalifah telah memberi contoh dan teladan yang luar biasa bagi umat. Setelah wafatnya, kekhalifahan digantikan oleh iparnya, Yazid bin Abdul Malik.

Muhammad bin Ali bin al-Husin berkata tentang beliau, "Kamu telah mengetahui bahwa setiap kaum mempunyai seorang tokoh yang menonjol. Dan, tokoh yang menonjol dari kalangan Bani Umayyah ialah Umar bin Abdul Aziz. Beliau akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak seolah-olah beliau satu umat yang berasingan."

Oleh : Intan Pertiwi

Post a Comment

0 Comments