Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas Audit

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas Audit


Menurut Jurnal yang ditulis oleh WU Fuhui, WANG Shixuan, GAO Jie, SUN Wei, bahwasan nya terdapat 6 faktor yang mempengaruhi kualitas seorang auditor. Enam tersebut adalah :

- Ukuran Kantor
- Masa jabatan Auditor
- Layanan non-audit
- Karakteristik Auditor
- Biaya Audit
- Perputaran Mitra Audit

Penelitian ini dilakukan di berbagai Negara, diantaranya Amerika, Indonesia, Toronto, Nigeris dan Swedia. Adapun Metodologi Penelitian dari hasil jurnal ini adalah
- Jenis Penelitian : Pendekatan Kualitatif
- Jenis dan Sumber Data : Data Sekunder
- Teknik Pengumpulan Data : Studi Pustaka
- Analisis Data : Teknik analisis faktor 

Dan dari hasil yang diperoleh menunjukan adanya pengaruh dari enam factor tersebut, baik itu factor posotif maupun factor negative. Adapun penjelasna nya sebagai berikut :

1. Ukuran Kantor

Francis et.al. (2009) Belajar dari perspektif  Big 4 (ukuran kantor)  kantor yang lebih besar : audit dengan kualitas yang lebih tinggi dan memungkinkan untuk  menerbitkan laporan audit yang berkelanjutan dan klien di kantor yang besar mampu membuktikan management laba yang kurang agresif. Jadi berdasarkan pernyataan tersebut, ternyata ukuran kantor Akuntan Publik memiliki factor yang positif yakni semakin besar kantor maka kualitas auditpun semakin bagus, karna jika kantor sudah besar maka kemungkinan besar memiliki auditor yang bagus dan berkualitas sehingga jaringan nya pun sudah besar.

2. Masa Jabatan Auditor

Rahmina et al. (2014) mengumpulkan data dari Indonesia bahwa masa audit yang memiliki pengaruh positif terhadap kualitas audit. Hasil penelitian menunjukan jika masa jabatan audirot menunjukan pengaruh positif, jika ia memiliki masa jabatan yang lama sebagai auditor maka kualotas auditornya pun semakin baik. Hal ini karena semakin lama ia menjadi auditor maka ia akan semakin sering terlatih skill auditornya.

3. Layanan non-Audit

Svanström dan Tobias (2013) studi dari aspek perusahaan swasta dan hubungan antara kualitas audit serta penyediaan layanan non-audit. Data dari Swedia : Kualitas audit berhubungan positif dengan layanan non audit dan akuntansi di Indonesia.

Dari pernyataan tersebut disebutkan bahwasan nya kualitas audit mempunyai hubungan positif dengan layanan non-audit. Jadi dalam hal ini layanan audit memiliki pengaruh terhadap kualitas seorang auditor. Namun layanan non- audit tidak mengakibatkan gangguan independensi auditor, tapi lebih mendukung keberadaan pengetahuan layanan baik non audit maupun audit.

4. Karakteristik Auditor

Mgbame et al. (2012) studi dari perspektif efek jender auditor' terhadap kualitas audit. Data dari Nigeria : perbedaan gender dapat menjadi faktor penjelas dalam menilai kualitas audit. Jadi salah satu kaarkteristik yang memepngaruhi kualitas auditor adalah jenis gender, seperti yang kita ketahui jika perempuan dan laki-laki memang memiliki sifat yang berbeda terutama dalam hal kerjaan dan kedissiplinan.

Penelitian yang dilakukan di Nigeria juga menunjukan bahwasan nya independensi auditor dan akuntabilitas auditor memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas audit, pengalaman auditor bukan merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi kualitas audit di Nigeria. Namun dalam hal ini ditemukan bahwasan nya ada dua karakteristik yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditor yakni indepedensi dan akuntanbilitas seorang auditor.

5. Biaya Audit

Domenico Campa (2013) mengeksplorasi hubungan antara Big 4 biaya audit dan kualitas audit. Mereka mengumpulkan data dari perusahaan di UK dan menemukan bahwa keberadaan "premium fee audit" yang dikenakan oleh Big 4 perusahaan. Namun, mereka tidak menyorot hubungan yang signifikan dengan kualitas audit.

Jadi biaya audit memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas auditor, artinya biaya aurit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas seorang auditor. Hal ini karena biaya audit memang biasanya disesuaikan dengan kualitas dan juga pengalaman seorang auditor, jika ia semakin berkualitas dan memilki pengalaman yang lebih banyak maka dipastikan ia akan dibayar lebih banyak dari auditor yang ia kurang berkualitas.

6. Perputaran Mitra Audit

Monroe  dan Hssain (2013) : Adanya hubungan positif antara auditor dengan mitra audit, Ketika kerjasama sudah terjalin 5 tahun audit dapat memahami kondisi keuangan perusahaan mitra dan mampu memberikan pendapat terhadap masalah tersebut (solusi). Jadi disini dijelaskan bahwasan nya perputaran  mitra audit memeilki pengaruh yang cukup besar terhadap seorang auditor. Dalam hal ini jika seorang auditor telah bekerja disebuah perusahaan dalam kuruin waktu 5 tahun ketas amaka ia akan lebih mememilki pengetahun yang lebih dibandng auditor baru d perusahaan terseut, ia akan cenderung mengetahui alur keuangan dalam perusahaan tersebut.

Berdasarakan hasil penelitian yang dilakukan oleh empat peneliti maka dapat disimpulakn bahwasan nya dari enam faktor hanya satu factor yang memiliki pengearuh negatif (tidak memeiliki pengaruh signifikan) yakni biaya audit, dan kelima factor lain nya memiliki pengaruh postif (berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit) yakni Ukuran Kantor, Masa jabatan Auditor, Layanan non-audit, Karakteristik Auditor, Perputaran Mitra Audit.

Menurut hasil penelitian ini, pembaca dapat menarik kesimpulan lain yakni, akan lebih baik jika dari maasing-masing factor diberikan presentasi seberapa besar ia berpengaruh terhadap kualitas audit. Dengan begitu kami sebgai pembaca akan lebih tahu detail pengaruh nya. Disamping itu akan lebih baik jika penulis memberikan sampel berbandingan disetiap Negara yang diteliti, jadi kita bisa membandingkan bagaimana kualitas auditor ditentukan disebuah Negara tersebut. Namun secara keseluruhan para peneliti telah memberikan hasil penelitian yang cukup lengkap dan dapat memberikan wawasan baru baru kepada para pembaca.

Artikel : Susi Susanti 

Post a Comment

0 Comments