Jangan lagi ragu untuk bersedekah! Simak alasan-alasannya dibawah ini!

Jangan lagi ragu untuk bersedekah! Simak alasan-alasannya dibawah ini!

Pernahkah kamu mendengar cerita atau bahkan video tentang orang-orang yang serba kekurangan dalam materi, justru dengan sukarela dan ikhlas menyisihkan uang yang dimiliki untuk bersedekah atau membantu orang-orang disekitarnya? Hal-hal seperti ini mungkin sebenarnya sudah tidak asing ditelinga kita. Namun, sering kita temui beberapa dari kita bahkan diri kita sendiri  masih sering merasa berat untuk bersedekah.

“Duh masih banyak keperluan. Bulan ini harus beli perlengkapan, belum lagi buat bayar ini itu.” Alasan-alasan seperti itu tidak jarang muncul sebagai alasan-alasan untuk tidak menyisihkan uang kita untuk bersedekah. Padahal, sedikitnya uang atau pemasukan yang kita miliki tidak bisa menjadi alasan untuk kita tidak bersedekah. Mengapa? Yuk baca Penjelasan dibawah ini.


1. Pemasukan yang pas-pasan bukan alasan untuk tidak membantu sesama.

Jumlah kebutuhan dan keperluan yang semakin meningkat mungkin bisa jadi salah satu beratnya kita untuk bersedekah. Belum lagi berbagai keinginan yang memenuhi isi kepala, tak heran karena manusia merupakan makhluk konsumtif. Namun dari hal ini harusnya kita mengambil hikmah bahwa hidup dalam keadaan yang sebetulnya serba cukup saja masih membuat kita merasa kurang. Lalu bagaimana dengan mereka yang hidupnya betul-betul serba kurang? Harusnya ini dapat menumbuhkan jiwa sosial kita dengan memberi sedikit untuk membantu kehidupan mereka.

2. Bersedekah tak perlu banyak, yang terpenting ada niat yang tulus dan ikhlas didalamnya.

Mungkin ada beberapa orang yang menganggap bahwa nanti saja bersedakhnya, setelah memiliki banyak uang, agar sedekahnya juga bisa banyak dan lebih berarti. Namun jika terus-terusan berpendirian seperti itu, kapan kita akan bersedekah? Karena yang mereka butuh sebenarnya tidak perlu banyak, cukup mempertimbangkan ketulusan kita ketika memberi, baik sedikit ataupun banyak yang kita berikan.

3. Tidak ada ukuran ‘Banyak’ untuk manusia mengenai uang.

Jika kita berfikir kembali, sebenarnya berapa jumlah istilah ‘banyak’ untuk anda ketika memiliki uang? Seberapa banyak uang yang harus anda miliki hingga anda bisa menyebut diri anda ‘Orang yang memiliki banyak uang’? Tentu semua dari kita tidak memiliki jawaban yang pasti. Karena seperti yang kita ketahui, tak akan ada istilah cukup untuk hal itu. Maka jika kita terus berfikir untuk bersedekah ketika banyak uang, percayalah entah anda akan menunggu sampai kapan saat itu akan terwujud.

4. Sedikit yang anda beri tak akan membuat anda miskin. Dan sedikit yang anda simpan tak akan membuat anda kaya.

Mirisnya, kadang kita selalu merasa kekurangan ketika berhadapan dengan kotak amal atau orang yang membutuhkan didepan kita. Namun kita mengerluarkan beratus-ratus ribu bahkan hampir jutaan untuk membeli apa yang kita mau. Kita menawar harga-harga dipedagang kaki lima. Namun dengan sukarela membeli yang berharga fantastis di mall. Mungkin uang yang kita miliki memang tidak cukup banyak. Namun sedikit yang kita beri untuk mereka tidak akan membuat kita tiba-tiba jatuh miskin dan sedikit yang kita simpan tak akan membuat kita tiba-tiba kaya raya.

5. Bersedakah dalam keadaan sempit akan membuat kita terampil memanajemen keuangan.

Kehidupan kita tidak akan selalu menetap di satu fase.  Baik itu stabil ataupun serba cukup. Masih banyak yang akan terjadi dikehidupan kita di esok hari dan kita tidak akan bisa mempredisikannya. Dengan belajar utnuk bersedekah sebenarnya kita sedang berusaha untuk menempa diri dan membuat kita menjadi sosok yang lebih tegar. Dan dari situ pula kita dapat belajar untuk hidup dalam keadaan apapun dan selalu beusaha untuk menolong orang lain disekitar kita.

Sungguh, bersedekah tak akan membuat kita jatuh miskin. Justru akan membuat kita lebih bahagia dengan ikut membahagiakan orang lain. Karena sekecil apapun, pasti akanj sangat bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan. Berikan sedikit, lalu rasakan banyak manfaat dan keajaiban yang akan menghampiri dalam kehidupan kita. Mari belajar bersedekah bersama.

Oleh : Lusy Chairunnisa/STEI SEBI

Post a Comment

0 Comments