Sejarah Keilmuan Islam Yang Di Gunakan Hingga Saat Ini

Sejarah Keilmuan Islam Yang Di Gunakan Hingga Saat Ini

Kenapa sih harus ada kata zaman now ataupun zaman old?. Kenapa sih kebanyakan dari kita seakan-akan seperti menjadi pribadi yang terbentuk dari perubahan zaman? Banyak dari kita yang secara tidak sadar menjadi pribadi yang terbentuk dan larut oleh zaman bukan malah kita yang membentuk peradaban, mengisi, dan membuat sejarah menuliskan nama kita dengan tinta emas. kita sering kali ikut-ikutan dalam mem-viralkan sesuatu yang tidak penting, hingga kita larut dalam suatu suasana yang terus berganti mengikuti zaman. Seakan akan kita seperti ditarik oleh subjek tertentu dan menjadi objek didalamnya. Ada istilah zaman now, kita larut didalamnya. ada istilah jambul katulistiwa, larut didalamnya. Ada istilah maju kena mundur kena, ikut larut didalamnya. 

Padahal didalam alqur’an, islam lebih mengarahkan umatnya untuk menjadi subjek penentu dibandingkan objek yang larut dalam suasana yang berubah-ubah. Karena itu perubahan zaman tidaklah penting bagi seorang muslim, tapi bagaimana kita mengisi zaman dan memberi warna pada dunia. Tidak ada kata alqur’an disesuaikan zaman, tapi alqur’an lah yang men-sibghah zaman dan dunia.”... sibghah (celupan pewarna, pengisi. Di ayat ini dimaksudkan agama) Allah. Siapa yang lebih baik sibghah-Nya  dari pada allah? Dan kepada-Nya kami menyembah.” (al baqarah:138). Tidak ada sibghah yang terbaik selain sibghah yang berasal dari allah swt, yakni lewat kitab-kitab dan suhuf yang diturunkannya kepada nabi dan rasulNya.

Tidakkah kalian ingat bagaimana para rasul dan nabi  mengisi zaman dan peradaban?. Setiap zaman selalu mengikuti risalah kenabiannya, bukan malah risalah yang mengikuti dan menyesuaikan zaman. Ingat baik-baik, bukan risalah yang menyesuaikan zaman tapi zaman yang menyesuaikan risalah yang turun pada waktu itu.  Ajaran kenabian inilah yang men-sibghah zamannya masing-masing. Nabi Musa As mengisi zaman dengan risalah kitab taurah, nabi Daud As mencetak sejarah dengan risalah kitab zabur, nabi Isa As memberi warna pada masanya dengan kitab injil. Dan nabiyyullah Muhammad Saw mampu men-sibghah (pewarna, pengisi) zamannya hingga sekarang dengan risalah kenabian al-qur’anul kariim yang di tujukan bukan untuk suatu keluarga, bukan hanya sebuah kaum ataupun umatnya saja tetapi untuk seluruh alam.dan tentu banyak para nabi yang memberi kontribusinya pada zamannya dengan suhuf-suhuf seperti nabi Ibrahim As. 

Tidakkah kalian ingat bagaimana seorang ulama dan cendekiawan muslim zaman dulu yang menorehkan ilmu peletak dasar ilmu pengetahuan?. Einstein penemu rumus E=〖MC〗^2, sebelumnya adalah seorang yang bodoh dan diusir oleh gurunya dari kelas karena tidak faham pelajaran yang disampaikan sang guru sampai suatu hari menemukan kitab al bashair karya ibnu sina, yang didapat dari menganalisis surat al ma’arij dan as sajdah ayat ke 5, beliau mengamati malaikat yang naik turun dari bumi ke langit dengan kecepatan cahaya, beliau menghitung sampai pecahan yang paling tajam yang akhirnya dia adopsi oleh einstein. Bahkan sebelum einstein mencetus teori relativitas pada abad ke 20, sebenarnya telah terlebih dahulu ditemukan oleh ilmuwan muslim alkindi sekitar 1000 tahun sebelumnya.

Dunia juga mengenal sir isaac newton sebagai penemu pertama hukum gravitasi universa. Namun, sesungguhnya, jauh sebelum newton lahir, ilmuwan muslim bernama abu ja’far muhammad ibn musa ibn shakir, yang hidup antara 803-873 di baghdad, irak, sudah menciptakan hipotesis akan adanya suatu daya tarik raksasa dalam pergerakan benda-benda luar angkasa.

Jangan anggap dirimu muslim jika ketika ditanya siapa penemu pesawat jawabanmu masih wright bersaudara, penemu model pesawat pertama ialah abbas ib firnas yang mentadabburi ayat alqur’an “ dan apakah kalian tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (diudara) selain yang maha pemurah. Sesungguhnya Dia maha melihat segala sesuatu.”(al mulk:19). Abbas bin firnas telah menemukan role model aerodinamis pertama sepanjang sejarah manusia yang ia dapat dari mentadabburi ayatullah risalah kenabian nabi Muhammad Saw. Abbas ibn firnas mencapai pretasinya tersebut  pada abad ke-9, hampir 1000 tahun sebelum orville wright dan suadaranya wilur wright.( meski begitu prototype buata wright bersaudara masih memiliki kelemahan yang menyebabkan ketidakmampuan sayap menahan tekanan saat terbang yang berhasil diatas oleh prof.B.J. habibie, beliau adalalah muslim taat yang rajin membaca dan mentadabburi alqur’an ) Bahkan sejarawan amerika, ellen white, menulis sebuah kajian dalam jurnal teknologi dan budaya tahun 1960, ia berpendapat penerbang pertama di eropa ialah eilmer of malmesbury yang melakukan penerbangan saat kabur dari penjara di inggris yang bukan terinspirasi dari mitologi yunani tentangn daedalus dan ikarus, tapi mengikuti kajian ilmiah abbas bin firnas yang menjadi rujukan dalam dunia penerbangan di abad ke-11. 

Kemudian apabila ditanya siapa penemu teori atom, masihkan jawabanmu john dalton?. Bukan, penemu atom ialah jabir ibn hayyan, yang membaca Q.S 57 al hadid dari ayat 25-26. “...dan kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia..”. kemudian jabir membawa besi ke laboratoriumnya, ketika dianalisis di keluarkan unsur-unsurnya sampai ketemulah atomnya. Hebatnya, rumus besi ( Fe/ferum) memiliki 4 nomor atom 55, 56, 57, 58. Dan yang paling stabil ialah nomor 57, dari mana 57? Surat 57 ayat 26. Kemudian hasil penelitian ilmuan muslim tersebut di ambil dan dikembangkan oleh barat. Yang perlu kita ingat bahwasanya banyak ilmuwan muslim yang menemukan banyak teori dasar keilmuwan yang di dapat dari mempelajari dan mentadabburi alqur’an.

Kembali ke topik awal, jikalau bisa saya paparkan semua data tentang masa keeemasan islam tentu tulisan ini akan menjadi buku yang tidak akan rampung dalam waktu singkat. Tapi ingin saya sampaikan dan yang perlu kita perhatikan dan renungkan kembali ialah sebagai insan ‘zaman now’, jangan sampai kita terbawa arus dan warna dari zaman, tapi kitalah yang seharusnya menjadi sibghah, pewarna, dan pemberi pengaruh bagi dunia dengan berlandaskan risalah kenabian terakhir yang akan tetap relevan hingga akhir zaman Al-qur’anul kariim sebagaimana umat islam terdahulu yang mencapai masa keemasan dengan petunjuk allah, sibghatullah yakni berupa ajaran islam yang sempurna. Apakan kalian lupa, QS. Ali imran : 110 “ kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia..”. tapi bagaimana menjadi umat terbaik? Back to qur’an.

Post a Comment

0 Comments