Agar Menjadi Hamba yang Tawadhu’



Didalam Al-Qur’anul Karim Surat Al-baqarah ayat 186 Allah telah menjelaskan “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” Jelas bahwa Allah SWT benar-benar telah mempersilahkan kepada hamba-Nya untuk meminta hanya kepada-Nya. Bukan karena Ia yang membutuhkan, tapi karena kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. 

Hanya saja yang terjadi saat ini, kita sebagai hamba-Nya yang sering kali lalai dan terlalu sombong seolah tidak membutuhkan pertolongan dan petunjuk dari-Nya, seringkali kita hanya duduk bersimpuh menghampiri-Nya disaat benar-benar ada dititik paling rendah. Disaat itulah kita baru merasa bahwa kitalah yang membutuhkan-Nya. Faghrirlanaa Yaa Raab.

Untuk itu, marilah perbaiki hubungan kita dengan pencipta kita. Didalam kandungan Hadits Arba’in An-Nawawi ke 5 telah dijelaskan beberapa sebab dikabulkannya Do’a seorang hamba kepada Rabb nya. 

1. Perjalanan Jauh.

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ada 3 doa yang pasti dikabulkan : Doa orang yang didzalimi, doa musafir dan doa orang tua terhadap anaknya.” (h.r. Abu Dawud , Ibnu Majah, dan Tirmidzi). 

Perjalanan jauh menjadi sebab dikabulkannya doa, karena beban yang dirasakan sangat berat. Semakin lama suatu perjalanan, doa akan semakin dikabulkan. Maasyaa Allah.. Beruntunglah bagi para perantau

2. Baju yang kusut dan kondisi tubuh yang sangat lelah.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang kondisinya seperti ini (karena lelah ataupun kemiskinan) andai ia berdoa tentulah Allah akan mengabulkan. Diriwayatkan pula bahwa ketika melakukan shalat Istisqa’, Rasulullah saw. menggunakan pakaian yang lusuh dan bersikap rendah hati.

3. Menengadahkan kedua tangan.

Di samping penyebab dikabulkannya doa, mengangkat tangan juga merupakan adab dalam berdoa. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Pemalu dan Pemurah. Ia mlalu untuk tidak mengabulkan doa hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya dalam berdoa.” (h.r. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Ketika shalat Istisqa’, Rasulullah saw. juga mengangkat kedua tangannya hingga tampak ketiaknya yang putih. Juga ketika beliau berdoa meminta kemenangan atas orang-orang musyrik pada saat perang Badar, hingga sorbannya jatuh.

4. Betul-betul berharap kepada Allah.

Ini merupakan penyebab terbesar dikabulkannya doa. Pengharapan yang besar tersebut diwujudkan dengan mengulangi penyebutan Rububiyah Allah swt. Al-Bazzar meriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika seorang hamba berkata, “Ya Rabb, empat kali. Niscaya Allah berfirman, “Kupenuhi panggilanmu, wahai hambaku. Mintalah niscaya akan Aku beri.”

Betapa Allah telah membuka jalan yang sebesar-besarnya kepada kita sebagai hamba-Nya untuk memohon petunjuk kepada-Nya, maka apakah kita berfikir? Na’udzubillah tsuma Na’udzubillah, semoga kita terhindar dari sifat kesombongan. Amin Allahuma Amin. Wallahu A’lam bishhowab...

Artikel by Fithri Lathifah
Mahasiswa STEI SEBI

Post a Comment

0 Comments