Dzikir penyempurna kepribadian dan hati

Dzikir penyempurna kepribadian dan hati

Dzikir adalah aktivitas yang di lakukan oleh seorang muslim dalam aktivitasnya berdzikir merupakan kegiatan yang dilakukan secara lahir sekaligus batin. Dilakukan secara lahir sesuai dengan tuntunan dzikir sesudah sholat, seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan istigfar. Sedangkan yang dilakukan secara batin adalah dengan mengembalikan makna dzikir yang paling dalam. Yakni mengingat Allah dimanapun dan kapanpun.

Dzikir tidak cukup dilakukan dengan ucapan lisan saja, melainkan harus melibatkan hati. Seperti keimanan yang di ucapkan oleh lisan, dibenarkan dengan hati dan diamlakan dengan perbuatan. Maka, dzikir sebagai manifestasi keimanan dan haruslah di lakukan secara lahir maupun batin. Jika dzikir tersebut tidak membekas di hati orang yang bersangkutan, maka bukan dzikirnya yang kurang baik, tetapi dzikir tersebut mungkin tidak dzikrullah.

Berikut manfaat dzikir dan kaitanya dengan pembentukan kepribadian ulul albab:

1. Menjadi pribadi yang seimbang

Dengan berdzikir, manusia akan sejahtera jiwanya juga sejahtera tingkah lakunya. Ketika manusia di hadapkan dengan berbagai macam problematika kehidupan duniawi yang membuat ia larut dalam masalah terasebut  sehingga tidak jarang di dapati menyebabkan dirinya stres. Masalah psikologi ini mungkin dapat ditangani oleh para psikolog yang berkembang di zaman sekarang. Tetapi sejatinya padahal ia dapat menangani problematika ini dengan cara berdzikir. Sebab dzikir mampu dijadikan alat penyeimbang bagi jiwa dan rohani manusia dimanapun mereka berada.

2. Pribadi yang tentram

Dzikir menjadi solusi untuk menentramkan hati jika dzikir tersebut dilakukan secara benar, khusuk dan penuh pengharapan kepada Allah. Sebagaimana firman Nya dalam (QS.Ar-Rad[13]:28) “yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjaditentram. Mengingat Allah merupakan suatu kenikmatan yang besar.

3. Pribadi yang istiqomah

Ketika kita terus menerus berdzikir kepada Allah, lama kelamaan sikap disiplin atau istiqamah akan terbentuk dengan sendirinya dalam diri kita menjadi karakter yang akhirnya menjadi sebuah kepribadian. Istiqomah memang tidaklah mudah. Ia adalah proses yang menjadikan manusia konsisten dalam bertindak demi mencapai tujuanya. Nikmatilah prosesnya hingga mencapai kesuksesan.

4. Melatih kesabaran

Orang yang sentiasa berdzikir secara tidak langsung akan menyebabkan pelaku nya sabar dan ikhlas dalam menghadapi kondisi apapun. Karena ia percaya semua yang terjadi adalah kehendak Allah dan yakin bahwa itu adalah yang terbaik untuknya. Karena manusia hanya bisa berencana dan Allah lah yang maha berkehendak. Sehingga dengan berdzikir akan terlatihlah kesabaran dalam diri seorang hamba

5. Melembutkan hati dan menjadikanya Qanaah

Apabila seseorang sudah terbiasa berdzikir, maka hatinya pun akan lembut dan senantiasa membawa pemiliknya ke arah atau jalan yang lurus . sikap qanaah dapat diartikan merasa cukup, Ridha,atau puas dengan rezeki yang di berikan oleh Allah. Tujuan Qanaah adalah terbentuknya sikap yang senantiasa mensyukuri dengan rizki yang telah Allah berikan. Qanaah terjadi setelah ikhtiar dan do’a yang optimal.

6. Pribadi yang terjaga ucapanya

Orang yang banyak berdzikir kepada Allah akan terjaga setiap apa yang keluar dari mulutnya. lisan nya akan terjauh dari tutur kata yang jelek seperti ghibah, namimah, dusta, keji, fitnah dan kebatilan lainya. Perkataan tersebut karena dekatnya hati mereka demgan Rabbnya.

Oleh : Rupaidha ummi hanifah

Post a Comment

0 Comments