Indahnya Hidup Bersama AL-QURAN

Indahnya Bersama Alquran

Al-Quran, sebuah kitab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk bagi kaum muslimin. Didalamnya terdapat firman-firman Allah yang sangat jelas, yang menjadi sumber hukum bagi kaum muslimin. Di setiap lembaran-lembarannya terdapat kalam-Nya yang indah, yang disetiap kali dibacakan menyejukkan hati pembaca dan pendengarnya.

Disetiap ayat yang kita baca, memberikan berlimpah pahala bagi pembacanya. Disetiap huruf yang terucap, memberikan berkali lipat pahala dari Allah SWT. Tak terhitung berapa banyak pahala yang Allah berikan kepada kita insan yang membaca, mengkaji dan mengamalkannya. Namun apakah kita bisa istiqomah dalam tilawah dan mengkaji Al-Quran?

Terkadang, kita menduakannya dengan kepentingan dunia. Terkadang kita melalaikannya dengan alasan waktu yang padat dengan kesibukan dunia. Namun, apakah kita sadar bahwa hati ini memerlukan penyejuk yang menentramkan. Penyejuk yang membuat hati kita akan selalu terpaut kepada Allah SWT.

Terkadang, kita mementingkan kepentingan dunia dengan mengabaikan ibadah-ibadah yang membawa kita ke surge-Nya. Tak ada waktu yang kita utamakan untuk membaca dan mengkaji Al-Quran. Kita terlalu sibuk, istirahatpun tidak bisa, makanpun dengan waktu yang singkat. Tapi, apakah kita ketahui bahwa A-Quran tidak akan menyita banyak waktu kita, tidak akan menambah beban kita, justru dengan Al-Quranlah hari-hari kita akan menjadi lebih teratur dan menjadi lebih berkah. Al-Quranlah yang akan menjadikan hari-hari kita akan selalu diridhai Allah SWT.

Banyak sekali keajaiban-keajaiban yang bisa kita dapatkan karena Al-Quran. Suatu ketika terdapat suatu ikhwan yang sangat shaleh. Ikhwan ini sering mengisi kajian di majlis-majlis. Hingga pada suatu hari, terdapat seorang perempuan non islam yang mengakunya tertarik dengan islam dan ingin mengetahui lebih banyak tentang islam. Perempuan inipun mengundang ikhwan itu untuk datang ke rumahnya untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam lagi tentang islam. Hari pertama ikhwan ini memberikan pemahamannya tentang islam, tidak ada yang aneh dalam diri sang perempuan ini, perempuan ini berpenampilan rapih menghormati sang ikhwan. Namun setelah beberapa hari ikhwan ini memberikan pemahaman, penampilan sang perempuan semakin hari semakin tidak sopan. Hingga pada suatu hari ketika sang ikhwan sedang menjelaskan islam, tiba-tiba sang perempuan menampakkan seluruh auratnya dan menggoda sang ikhwan ini, seketika itu sang ikhwan panik dan segera beranjak lari keluar dari rumah sang perempuan ini.

Melihat ikhwan itu dapat keluar dari rumahnya sang perempuan kaget dan terheran-heran mengapa ikhwan ini dapat keluar dari rumahnya padahal pintu telah dikunci rapat-rapat. Setelah ditelusuri, mengapa bisa ikhwan ini dapat menghindari godaan sang perempuan itu dan dapat keluar dengan keadaan pintu terkunci, ini karena pagi sebelum sang ikhwan pergi ke rumah perempuan itu ikhwan ini telah menyelesaikan tilawah 2 juz dan membaca almatsurat.

Subhanallah, Allah berikan keajaiban kepada hambanya yang taat dan selalu menempatkan Al-Quran di posisi terdepan. Terdapat istilah jika kita memposisikan Al-Quran di depan kita, maka Al-Quran akan menuntun kita menuju surga-Nya. Namun, jika kita memposisikan Al-Quran di belakang kita, maka Al-Quran akan mendorong kita ke neraka. Maksudnya jika kita memprioritaskan Al-Quran dalam kehidupan kita, maka Al-Quran akan menjadi wasilah kita dalam menuju surga-Nya. Namun jika kita lebih mementingkan kehidupan dunia dan mengabaikann Al-Quran, maka Al-Quran akan membawa kita ke neraka.

Janganlah kita takut akan menghabiskan waktu yang banyak yang akan membuat aktivitas kita terganggu oleh Al-Quran,karna dengan Al-Quran kita dapat mendapatkan ilmu dan keberkahan yang berlimpah dari Allah SWT.

Ya Allah sayangi kami dengan Al-Quran. Jadikan Al-Quran iman dan cahaya petunjuk dan rahmat. Ya Allah tegurlah kami bila mengabaikannya dan ajarkan mukjizat Al-Quran, yang menjadi sumber rezeki sepanjang malam dan sepanjang siang hari. Jadika Al-Quran perisai ya Allah ya tuhan kami.

Oleh Triana Nurlaela

Post a Comment

0 Comments