Landasan Seorang Mukmin Dalam Beribadah

Landasan Seorang Mukmin Dalam Beribadah

Cinta (mahabbah), harap (raja') dan takut (khauf) merupakan tiga landasan seorang mukmin dalam beribadah kepada Rabb-nya. Tidak akan sempurna ibadah seorang mukmin jika tanpa menggabungkan ketiga hal tersebut. Meninggalkan salah satu dari ketiganya dapat menjerumuskan seseorang dalam penyimpangan (sebagaimana yang akan kita lihat nanti). Surat Al-Fatihah yang dinamakan sebagai Ummul-Qur'an (induk Al-Qur'an) pun telah mengisyaratkan tentang ketiga hal di atas.

1. Cinta ( mahabbah ), Siapa yang tidak mengenal kata cinta? Cinta telah hadir sejak zaman nabi Adam diciptakan, dan kemudian diciptakanlah Hawa sebagai pasangan hidupnya (baca nama-nama nabi dan rasul). Secara istilah maka cinta dapat dimaknai sebagai suatu perasaan yang dialami manusia dan perasaan tersebut menimbulkan kasih sayang bagi yang merasakannya. Cinta dalam pandangan islam sendiri adalah limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya sehingga Allah menciptakan manusia dan isinya dengan segala kesempurnaan.Adapun cinta yang sebenarnya atau cinta yang hakiki adalah hanya milik Allah SWT karena hanya Allah lah yang maha sempurna dan maha pemilik cinta. Dalam pengertian lain, islam juga memandang cinta sebagai dasar persaudaraan antar manusia dan perasaan yang melandasi hubungannya dengan makhluk lain seperti pada hewan dan tumbuhan. Ibnu Hazm sendiri menyebutkan bahwa cinta adalah suatu naluri atau insting yang menggelayuti perasaan seseorang terhadap orang yang dicintainya. 

2. Harap ( raja) , Raja’ secara bahasa berasal dari bahasa arab, yaitu “Rojaun” yang berarti harapan atau berharap. Kata Raja’ (ﺮﺟﺎﺀ) berarti mengharapkan keridhaan Allah Swt dan rahmat darinya. Raja’ yang dikehendaki oleh islam adalah mempunyai harapan kepada Allah untuk :

a. Mendapatkan ampunannya
b. Memperoleh kesejahteraan
c. Memperoleh kebahagiaan di duna dan di akhirat
d. Mengharap rahmat serta keridhaan Allah

Raja' juga mempunyai manfaat dan hikmah sikap raja' dan inilah beberapa manfaat dan hikmah sikap raja'

· Memperoleh keridaan Allah
· Terhindar dari perbuatan dosa
·  Mendapatkan kepuasan hidup
·  Mendekatkan diri kita pada Allah SWT
·   Sarana penyelesaian persoalan hidup
·  Memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

3. Khauf ( Rasa Takut ) , Khauf sendiri secara bahasa berasal dari kata “khaafa, yakhaafu, khaufan” yang artinya takut. Sedangkan menurut istilah, khauf artinya perasaan takut yang muncul terhadap sesuatu yang mencelakakan, berbahaya, atau mengganggu. Adapun khauf  yang di maksud disini adalah takut kepada Allah SWT dengan mempunyai perasaan khawatir akan adzab Allah SWT yang akan di timpakan kepada kita.

Ada banyak dalil yang memerintahkan kepada kita untuk merasa takut kepada Allah SWT, antara lain firman Allah SWT sebagaimana berikut : 

{” (yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.”} (QS. AL-Ahzab:39)

Khauf akan membakar syahwat dan kenginan terhadap perkara-perkara yang haram. Sehingga, kemaksiatan demi kemaksiatan yang dia cintai akan berubah menjadi sesuatu yang paling dia benci, sebagaimana madu menjadi sesuatu yang di benci oleh seorang yang menginginkannya, jika dia tahu di dalamnya terdapat racun.

Syahwat akan terbakar oleh rasa khauf, anggota-anggota tubuhnya mempunyai tatakrama dan adab, di hatinya akan lahir kekhusyu’an, rasa hina, dan rendah, dia akan ditinggalkan oleh kesombongan, dendam, iri, dan dengki. Bahkan, dia semakin fokus dan konsentrasi karena khaufnya dan perhatian kepada akibat dan sangsinya. Sehingga, dia tidak lagi konsentrasi terhadap yang lain dan tidak punya kesibukan selain murqabah (merasa di awasi Allah SWT), muhasabah, mujahadah (sungguh-sungguh mengubah batin), menghemat nafas dan pandangan, mengekang nafsu, langkah kaki, dan perkatan lisan.

Keadaannya seperti orang yang berada dalam cengkraman kuku-kuku binatang buas. Dia tidak tahu, beberapa detik saja dia lalai, binatang buas itu akan memangsanya. Atau, jika dia mencoba untuk mengalahkannya, dia pasti akan binasa diterkam binatang tersebut. Lahir dan batinnya selalu sibuk dengan apa yang dikhawatirkannya, dan tidak ada tempat dalam dirinya untuk melakukan yang lain. Inilah keadaan orang yang dikuasi oleh rasa Khauf.

Dalam setiap perbuatan dan ibadah seorang hamba harus ada ketiga hal ini. Sebagaimana seseorang dalam urusan dunianya, ada tiga hal ini. Misalnya seorang mahasiswa yang mengikuti ujian, maka ada:

Rasa takut: tidak lulus ujian dan DO
Berharap: lulus ujian dengan nilai baik
Cinta: Cinta dengan jurusan yang ia tempuh dan ilmu yang ia pelajari karena merupakan pilihannya. 

Oleh : Muhammad Fahmi ikhsan

Post a Comment

0 Comments