MAHASISWA ZAMAN NOW


Mahasiswa merupakan salah satu bagian dari masyarakat yang bertanggungjawab terhadap jalannya pemerintahan. Namun pada realitanya, hari ini tidak sedikit mahasiswa yang terjebak dalam dunia baru yang mengharuskan mereka bersikap seperti robot. Tak jarang bahkan kreatifitas mereka menghilangkan ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitar. Pada umumnya, mahasiswa sibuk dengan berbagai tugas kampus, bahkan tidak sedikit mahasiswa yang berfikir bahwa tugas akademik saja yang harus dikerjakan dalam dunia kampus. Persaingan ketat untuk mendapatkan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi untuk mengejar ambisinya mendapatkan predikat cum laude sering kali mengakibatkan mereka lupa dengan kegiatan diluar kampus bahkan tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk tidak terlibat dalam sebuah organisasi. Inilah yang perlu kita khawatirkan. 

Karena salah satu title mahasiswa adalah sebagai agen dari suatu perubahan serta memiliki peranan penting dalam masyarakat. Artinya jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, maka mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan yang sebenarnya. Dengan harapan bahwa suatu hari nanti, mahasiswa bisa mengamalkan ilmunya untuk membantu pembangunan Indonesia untuk menjadi lebih baik. Jika mahasiswa saat ini banyak yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar atau apatis bahkan berperilaku menyimpang, maka hilanglah salah satu harapan bangsa ini. Melihat kondisi mahasiswa saat ini, lantas bagaimana cara memperbaikinya? Bagaimana caranya agar bisa menjadi mahasiswa yang sukses dengan perkuliahannya kemudian kembali menjadi salah satu harapan bangsa? 

Pendidikan tinggi atau yang sering dikenal dengan kuliah merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka. Kuliah adalah salah satu sarana untuk menuntut ilmu, aktivitas menuntut ilmu mendapat perhatian yang amat besar dalam Al-Qur’an dan sangat diutamakan. Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW dengan perintah membaca, Iqro! Bahkan dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, Allah berjanji akan mengangkat derajat orang beriman yang menuntut ilmu. 

.... يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ...

 Artinya:... Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan yang diberi pengetahuan, beberapa derajat...
Menuntut ilmu juga sangat diutamakan sehingga esensinya disejajarkan dengan jihad fii sabilillah. Seperti yang kita ketahui, bahwa orang yang meninggal ketika sedang berjihad atau berjuang dijalan Allah, maka Allah memasukkannya kedalam surga. Kemudian mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah, begitupun orang yang sedang menuntut ilmu, masyaAllah betapa tingginya derajat seorang penuntut ilmu di sisi Allah. 

Luruskan niat. Niat adalah landasan utama bagi seorang muslim dalam memulai aktivitas kebaikan. Apabila seorang penuntut ilmu dengan niat ingin mencari ridha Allah maka pahala yang akan didapatkannya. Sebaliknya, apabila niatnya hanya berorientasi pada dunia, maka proses belajarnya hanya sekedar rutinitas tanpa bernilai pahala. 

Menjaga ilmu merupakan suatu kewajiban setelah mendapatkan ilmu. Seorang penuntut ilmu selalu berdo’a kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan keberkahan terhadap ilmu yang didapatnya. Kemudian, amalkan baik secara lisan maupun tulisan. Seperti kata pepatah Arab mengatakan bahwa ilmu tanpa amal ibarat pohonn tanpa buah. Karena tu, penuntut ilmu yang baik akan segera mengamalkan apa yang telah didapatkannya agar ilmunya bisa bermanfaat bagi banyak orang, dan tidak akan menundanya walau sekejap. Amal inilah yang dapat meningkatkan kualitas ilmu, disamping memupuk pahala sebagai bekal di hari nanti. Bukankah salah satu amalan yang akan terus mengalir pahalanya walaupun kita sudah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat?

Menjaga adab terhadap guru juga perlu diperhatikan. Bersikap rendah, tawadhu, taat dan menatap guru dengan hormat akan menjadikan ilmu itu mudah diraih serta mendatangkan manfaat. Bahkan sebagian orang terbiasa bershadaqah dan mendo’akan guru mereka, “Ya Allah, mohon tutupi aib guruku dari (pandangan)ku dan mohon jangan engkau hilangkan keberkahan ilmunya dariku.” Inilah yang seharusnya dilakukan oleh seorang penuntut ilmu. 

Setelah mengetahui urgensi menuntut ilmu, kemudian di implementasikan kepada kehidupan sehari-hari khususnya bagi mahasiswa yang sedang menjalani kehidupan kuliah. Maka insyaAllah bukan hanya ilmunya saja yang diraih, tetapi kebermanfaatan ilmu tersebut akan dirasakan orang-orang disekitarnya serta berinvestasi pahala untuk dikemudian hari. Ketika kita sudah menghargai setiap ilmu yang kita dapatkan, maka tidak ada alasan untuk tidak mengukir prestasi sebanyak mungkin. Tidak ada alasan untuk tidak aktif di organisasi. 

Belajarlah untuk mencintai ilmu, maka ilmu itu akan menjadi barakah. Ketika ilmu yang kita dapatkan menjadi barakah, makaAllah akan meridhoi dan memudahkan kita untuk mendapatkan serta mengamalkan ilmu tersebut. Wallahu’alam bissawab..

Oleh : Asri Yasirotunnabilah, Mahasiswa STEI SEBI - Manajemen Bisnis Syariah 2017

Post a Comment

0 Comments