Mereka yang memiliki seribu kelebihan


Beberapa tahun lalu ketika saya merantau ke kota Kembang di Jawa Barat , untuk mengabdikan diri pada sebuah yayasan berbasis Tahfidzul Quran Boarding schooll ,bisa dibilang hanya beberapa waktu saya tinggal disana namun Allah SWT memberikan pengalaman dan pembelajaran hidup luar biasa yang membuat sisi kehidupan dan diri saya berubah dalam memandang sesuatu .

Ketika pertama kali menginjakan kaki, saya berpikir akan sama halnya seperti pondok pada umumnya, sayapun mulai menjalani aktivitas yang seharusnya ditunaikan, Allah swt menyambut kedatangan saya bertepatan dengan kedatangan Syeikh dari Palestine , sungguh sebuah kehormatan saya bisa bertemu, dari sana saya mulai diperkenalkan santri dan santriwan yang akan menjadi murid-murid saya kedepannya, saya tidak mengenal sama sekali orang-orang disana, namun sambutannya cukup hangat, semua anak-anak normal disana namunhingga waktu berlalu saya dihadapkan beberapa murid berkebutuhan khusus, sebut saja namanya Sonai, bimbim, imanuel  (nama samaran) .
Sonai seorang gadis cantik dan cerdas dalam belajar apapun, namun satu kekurangannya tidak dapat melihat sejak usia belia, beberapa kali saya perhatikan betapa tangguh nya dia, makan, minum, bahkan ketika ingin berpindah tempat ia berusaha sendiri, mungkin sesekali menyenggol barang, menabrak, bahkan terjatuh dia tidak mengeluh, senyumnya tetap terukir, sekalipun teman-temannya mencoba membantu ia tetap tidak mau bergantung pada orang lain, bahkan bagi sebagian orang menghafal quran tanpa melihat tulisannya cukup menyulitkan, satu waktu ia terlihat berlinang air mata , saya pikir dia sakit, “ Kamu kenapa? Keliatannya ga baik baik ajj “ (ucap saya) . ia hanya mengenggeleng pelan sambil tersenym tipis. 

Akhirnya setelah jam mengaji bubar, saya sempatkan bicara empat mata dengan dia. Masih teringat tekad nya yang ia ucap “ Teh aku ini juga orang biasa, punya kekurangan kelebihan, aku pingin menghafal quran, tapi rasanya cukup  berat, karna aku masih mengandalkan temen-temen buat membacakan ayat demi ayat, sedangkan mereka juga harus mengahafal”. Ya Allah hati ini seketika tertampar, bagaimana bisa ia yang Allah swt cabut satu kenikmatan panca indra, begitu kuat tekad ingin menyelesaikan hafalan qurannya bahkan dengan semaksimal usahanya sendiri . Bahkan diri kita yang lengkap masih menunda-nunda dan berleha-leha untuk mengahafal dan murojaah hafalan Astagfirullah. 

Sejak hari itu, saya lebih ekstra memberi bimbingan untuk nya, dari mulai ia saya bacakan langsung ayat per ayat sampai mencarikan teknologi murottal untuk ia dengarkan per ayat . Subhanallah sekali daya tangkap dan ingatnya kuat, saya orang normal butuh berpuluh kali mengulang baik membaca ataupun melafalkan ayat-ayatnya, ia hanya cukup beberapa kali, perlahan-lahan namun lancar dan sedikit salah ia melafalkan ayat-ayat yang dihafal . Tabaraqallah dalam seminggu ia dapat menghafal 1 juz Mutqin (Kuat hafalannya). Haru saya melihatnya, orang normal saja kadang kesulitan berjuang dalam menghafal Quran, apalagi orang sepertinya yang harus beberapa kalilipat dalam menghafalkan Qalam-Nya.

Bimbim ia seorang remaja laki-laki yang baik hati, jenius, tampan tinggi tegap, dan orang yang memandangnya pasti tersenyum melihatnya, namun disisi itu ia mengalami autisme sejak dini, dia hanya dirawat oleh seorang ibu, ayahnya cukup tega meninggalkan keluarganya karna lain hal termasuk memiliki anak yang autisme, hingga sampai dia berada di yayasan ini banyak hal yang telah dilalui ia dan ibunya, awal saya berhadapan dengan nya tak nampak ia seorang yang memiliki kebutuhan khusus, namun ketika beberapa kali ia menyebut nama saya, ia terus mengulang-mengulang kata-kata yang sama sambil bertepuk tangan khas nya, ia sama halnya remaja pada umumnya emosinya naik turun kadang meledak-ledak, namun Allah Swt maha baik ia di kelilingi orang-orang yang sabar mendidiknya, hingga pada tahap ia diajarkan Al-quran perkembangannya lebih kearah positif, subhanallah sebuah keagungan Allah swt tunjukan kepada saya, seorang Bimbim dapat melafalkan Ayat Quran yang hanya ia dengar ketika orang disekitarnya sedang melafalkannya, sehingga ia hafal Alquran sekalipun tak berurut , tapi tau detail itu ayat surah apa juz keberapa, dan ketika dicoba untuk  lafalkan Masya Allah ia dengan gaya tepuk tangan khas nya melafalkan dengan lancar dengan ekspresi mata kemana, mulut kemana. 

Bagaimana tidak senang orang memndangnya ia seorang yang memancarkan kebahagiaan hakiki dalam dirinya dibalik kelemahannya . namun tetap jika tidak dipantau dan diarahkan terus menerus ia pada hal positif, ia bisa menangkap dan meniru berulang-ulang kali apa yang ia dengar dan lihat. Pernah satu waktu ia berjalan sambil berulang kali mengucap kata-kata kasar sambil menepuk tangan khas nya, sontak saya kaget mendengarnya darimana ia belajar itu, setelah dicari tau memang tak semua temannya baik ada saja yang jail mengajarkan hal usil dan negatif padanya, karna apapun yang ia tangkap akan selalu ia ucapkan sambil bertepuk tangan apapun kegiatannya, sehingga membuat temen-temennya yang usil itu hal yang menyenangkan. Namun ia anak yang baik hati, mendengarkan setiap nasihat yang ia dengar, ia tak segan meminta maaf walau dengan tingkah mengucap kata maaf berulang kali terus menerus . ia dapat menjalani ibadah layaknya orang normal, bahkan sesekali ia menegur yang bercanda ketika ibadah dengan cara khas nya . ia orang yang ceria setiap bertemu orang menyapa dengan gembira, membuat suasana menjadi cerah . Tabarakallah untuk ibunya Bimbim sudah dengan sabar menerima dan mendidik Bimbim hingga menjadi anak yang membanggakan sungguh nikmat yang agung menjadi sesosok ibu yang sangat hebat dan baik hati seperti ibunya bimbim. 

Imanuel anak laki-laki sepantaran Bimbim, sama halnya Bimbim ia mengalami autisme, namun ia jauh lebih baik keadaan keluarganya, ia terlahir dari keluarga kaya raya, anak Seorang dokter terkenal di kota itu, bahkan yayasan itu salah satu donatur terbesarnya adalah orang tua Imanuel, namun seribu sayang sebanyak apapun harta yang orang tua nya miliki, mereka tidak punya waktu banyak mendidik dan mengasuh langsung imanuel, ia hanya sering dijenguk oleh pengasuh dan sopir dikeluarganya, hingga ia menjadi anak yang sedikit murung, dan mencari sosok idola lain kepada superstar, apapun yang idolanya lakukan akan ia tiru, bahkan barang apapun bersangkutan dengan sang idola, hingga pada suatu waktu tingkahnya hampir kelewat menyukai sesama jenis, karna yang ia idolakan grup boyband terkenal pada masanya, ibarat seorang gadis fans berat ia kadang bertingkah seperti itu. 

Ia pun sering bermain dengan golongan teman perempuannya, jarang sekali terlihat bersama teman cowonya, hal itu menjadi keresahan saya dan guru-guru lainnya disini, tak dapat dibiarkan begitu saja, dengan segala cara kami lakukan, sangat alot perkembangannya karna imanuel anaknya mengkal harus telaten memberikan hal positif padanya. Namun usaha tak mengkhianati hasil, imanuel mulai menunjukan sikap yang positif, segala barang-barang idolanya mulai bisa dijauhkan darinya, ia mulai terlihat berbincang dengan teman laki-lakinya, teman-temannya pun mulai perlahan mengajak kegiatan positif yang biasa anak laki-laki lakukan, ibadahpun ia mulai tergerak sendiri, walau kadang sesekali ia masih terlihat murung, tapi insya Allah waktu membuat perkembangan yang semakin baik, disisi itu ia anak yang amat penyayang, pernah satu waktu ia melihat saya diam melamun, ia bertanya “ Tetehku sayang kenapa? Jangan murung sini cerita sama imanuel” (ucapnya hangat) walau cukup alot dalam belajar Al quran tapi ia tak membangkan jika sedanag diajarkan Al-quran, ia sangat pintar menggambar, dan mendongeng .

Tabaraqallah betapa besar nikmat yang kita dapat, sekalipun hanya mengajarkan satu kebaikan kecil, bagaimana dapat kita lihat, orang-orang seperti mereka bukan yang banyak kelemahan, namun kelebihannya yang kita tak dapat menghitungnya, dapatkah hati kita selapang itu pada setiap kekurangan kita? Dapatkah kita bangkit mengubah segala yang kurang menjadi kelebihan? Bahkan semangat juang dapat semaksimal mungkin dengan keadaan kita yang normal ini? Mencoba jadi pribadi yang tak banyak mengeluh? Semoga kita dapat memetik banyak hikmah dari kisah di atas.

Oleh Intan Pertiwi 

Post a Comment

0 Comments