Salahkah Menjadi Introvert?

Salahkah Menjadi Introvert?

Ada berbagai macam tipe kepribadian, salah satunya adalah introvert. Istilah introvert ini dipopulerkan oleh Carl Gustav Jung sebagai seorang tokoh Ilmu Psikologi. Ia mengelompokan Introvert sebagai kaum minoritas. Walau kaum minor tetapi peranan mereka dalam kehidupan sosial sangat menonjol. 

Menurut Carl Gustav Jung, orang-orang introvert adalah mereka yang terampil dalam melakukan perjalanan ke “dunia dalam”, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan berdiam karena memikirkannya di dalam kepala. Pada akhirnya, mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpikir dahulu sebelum bertindak, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya.

Beberapa hal yang dialami oleh seorang introvert
Umumnya, mereka ebih nyaman dengan lingkaran pertemanan yang kecil yang biasanya terdiri dari 2-4 orang, bukan berada di grup yang ramai karena mereka menghindar untuk menjadi pusat perhatian. Seorang introvert tidak bisa berbicara secara blak-blakan justru apa yang disampaikannya pasti sudah disusun terlebih dahulu.

Orang introvert itu lebih banyak berpikir dan mengekspresikan pikirannya dengan cara berbeda. Misalnya menuangkan pikirannya ke dalam sebuah tulisan seperti artikel, blog, buku, dan lain-lain. Mereka lebih banyak pertimbangan, sering mengadakan analisis dan kritik diri serta lebih menyukai kesunyian yang akan mendapatkan konsentrasi penuh. Orang introvert butuh waktu sendiri untuk mencerna kejadian-kejadian baru yang dialaminya. Hindari juga memaksa orang introversion untuk bersosialisasi, terutama jika berada di lingkungan baru. 

Seorang introvert sering dianggap sombong, jutek, galak tapi itu hanya tampilan luarnya saja. Seperti kata pepatah, jangan menilai sebuab buku dari sampulnya. Meskipun ekspresi wajahmu sering datar, namun pribadinya adalah pribadi yang ramah. Introvert merupakan pendengar yang baik, sesuatu yang belum tentu semua orang bisa melakukannya. Ketika orang disekitarnya ada masalah, sedang kesal, marah, sedih, atau sedang membutuhkan teman untuk bercerita maka mereka siap untuk mendengarkan dan menerima ceritanya.

Tidak hanya sekedar mendengar, mereka juga akan memberikan masukan dan semangat agar mereka merasa lebih baik. Sebaliknya, ketika seorang introvert memiliki suatu masalah, mereka lebih memilih untuk menyimpannya sendiri. Lagi-lagi karena kamu menganggapnya tidak ingin menyusahkan orang terdekatmu atas masalah-masalahmu. Apapun yang dialami akan bersikap seolah semuanya baik-baik saja, agar orang disekitarmu tidak khawatir dan tidak perlu memikirkannya.

Namun, yang dijadikan sebagai sahabat atau teman dekat memang tidak banyak karena menurutnya, kualitas persahabatan jauh lebih penting daripda kuantitas. Bagi introvert, orang-orang terdekatmu adalah prioritas. Mereka selalu berasa membuat dirinya bahagia. Dibalik ketertutupannya, pasti terselip sebuah harapan dan ingin dimengerti. Satu hal yang mesti diyakini adalah akan selalu ada orang yang berusaha untuk mengerti kamu. 

Seorang introvert itu berbeda sebagaimana orang lain juga berbeda karena introvert itu unik. Dengan keunikan yang dimiliki, banyak hal dari dirimu yang patut untuk disyukuri. Serta dapat bermanfaat untuk lingkungan dengan karya-karya yang dibuat.

Untuk introvert, walaupun sering dianggap berbeda dan terkadang sulit diterima, kebaikan-kebaikan yang ada dalam dirimu akan membuat hidupmu jauh lebih bermakna dan berarti. Jadi jangan pernah menyerah dan tetaplah menjadi dirimu sendiri.

Percayalah, setiap orang mempunyai kesuksesan masing-masing dan sukses dengan caranya masing-masing. Jangan jadi orang lain, jadilah dirimu sendiri (Merry Riana)

Oleh : Akfini Farihah Fiddarayni

Post a Comment

0 Comments