Bercermin Dari Peran Ulama Dari Masa Ke Masa Dalam Membangun Indonesia Yang Berdaulat



Indonesia yang berdaulat tentu saja tak lepas dari ikut serta peran ulama dalam mewujudkannya. Jika dilihat berdaulat/ber·dau·lat/ berarti mempunyai kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah, yakni Indonesia berdiri diatas kekuasaan pemerintahan-nya juga rakyatnya.
Membangun Indonesia yang berdaulat tentu saja membutuhkan peran dari berbagai pihak internal seperti  pemerintahan, dan terlebih warga Indonesia itu sendiri. Warga Indonesia sangat beragam jenisnya mulai dari kisaran umur hingga bermacam profesi yang dimilki. Jika menilik dari profesi sudah pasti banyak macamnya namun diantara profesi yang ada kebanyakan berlatar belakang seorang ulama, sehingga ulama berperan banyak dalam membangun Indonesia sejak dulu kala.
Bercermin dari peran ulama Hasyim Asy’ari sang pembaharu di pesentren ini memiliki gagasan yang unik tentang pendidikan ala pesentren yang tak kalah penting kurikulum di pesantren pun mencakup banyak muatan dari aqidah, ilmu terapan juga praktiknya lengkap disajikan di dunia pendidikan pesantren.
Juga peran KH.Ahmad Dahlan dalam membangun yayasan bernama Muhammadiyah yang berfokus pada bidang pendidikan dari tingkat kanak-kanak hingga perguruan tinggi tak hanya itu Muhammadiyah juga menyediakan rumah sakit Muhammadiyah untuk kebutuhan fakir miskin yang sakit, disanalah peran ulama membantu pemerintahan dalam membangun Indonesia yang berdaulat di Negara sendiri.
Kemudian peran Muhammad Natsir dalam menjadi pelopor pendidikan integral di Indonesia, Secara bahasa Integral artinya : menyeluruh, lengkap, terpadu, sempurna (M. Dahlan, 1994: 264). Adapun pengertian dari pendidikan integral adalah sistem pendidikan memadukan intelektual, moral dan spritual. Bisa juga pendidikan integral adalah sebuah pendidikan yang mencakup diri manusia antara jasmani dan rohani.
Menurut Muhammad Natsir  tujuan pendidikan pada hakikatnya adalah merealisasikan idealitas Islam yang pada intinya mengahasilkan manusia yang berperilaku Islami, yakni beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT (Ajib Rosyidi, 1990: 175). Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang terdapat dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidkan Nasional yang menempatkan beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa sebagai tujuan sentral.
Jika dilihat dari konsep pendidikan integral  yang di usulkan oleh Muhammad Natsir merupakan konsep pendidikan yang sangat terpadu artinya pendidikan merupakan persatuan dari nilai intelektual kemudian yang tak kalah penting nilai moral, juga nilai spiritual yang sebagai dasar dalam mewujudkan pendidikan itu sendiri.
Melihat konsep pendidikan saat ini banyak sekali system pendidikan yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga pendidikan mulai dari system boarding school hingga pesantren modern sehingga konsep pendidikan saat ini lebih mengikuti perkembangan zaman pada masanya sehingga mampu meyesuaikan keinginan konsumen saat ini.
Namun tak jarang juga system pendidikan yang hanya mengedepankan nilai akademik dibanding akhlak sehingga tak jarang banyak siswa yang menempuh cara apapun untuk mendapatkan nilai yang baik tanpa melibatkan cara yang baik pula, sebenarnya ‘kelakuan’ seperti ini sudah lama menjadi bagian dari pendidkan Indonesia sehingga harus ada yang di koreksi demi mewujudkan pendidikan yang mengutamakan spiritual dalam teori juga praktik di lapangannya
Melihat peran para ulama terdahulu dalam membangun Indonesia yang berdaulat mulai dari peran dalam dunia Pendidikan, Tata Negara juga Kesehatan dan masih banyak lainnya. Pemuda mempunyai peran sangat penting dalam melanjutkan apa yang telah ulama dahulu lakukan, sehingga pemuda harus mempunyai gagasan gagasan cemerlang dalam menjawab permasalahan Indonesia saat ini juga harus memiliki jiwa yang siap berjuang bagaimanapun keadaannya hingga siap secara finansial dalam mewujudkan gagasan tersebut.
Peran pemuda dalam perjuangan bangsa memang memiliki peran yang tak kalah penting juga dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat terbukti dengan adanya sumpah pemuda yang diawali dengan kongres kepemudaan dalam berbagai daerah di daerah masing masing,kemudian terjadilah sumpah pemuda secara nasional. Itu menunjukan pergerakan daerah hingga mencapai pergerakan nasional sungguh tak mudah.
Pemuda dengan segala keunikannya karena pemuda merupakan keadaan dari fase kanak-kanak menjadi dewasa dan masa yang penuh tanggungjawab secara personal. Keunikannya yang dimiliki para pemuda harusnya dimanfaatkan oleh pemuda dan dijadikan kekuataan positif untuk melakukan kebaikan lebih banyak lagi untuk sekitar mulai dari lingkungan tempat tinggal, sekolah bahkan cakupan yang lebih luas yakni Negara.
Pemuda zaman now harus memiliki ide yang unik namun juga bermanfaat bagi sekitarnya seperti yang dilakukan oleh Iman Usman dalam mendirikan aplikasi bernama Ruangguru yang saat ini sangat membantu dalam proses pembelajaran bagi pelajar dan uniknya aplikasi tersebut tersedia di smartphone sehingga bagi pelajar tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar sambil bermain gadget tentunya. Sehingga disini gadget dimanfatkan secara positive oleh Iman Usman dengan mengubahnya lewat aplikasi Ruangguru.
Kemudian ada Nadiem Makarim yang membuat aplikasi bernama Gojek sehingga bias membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang dan mengubah mindset ojek yang dulunya tidak trendi berubah menjadi transportasi yang paling diminati saat ini, juga ada Ahmad Zaky pendiri aplikasi Bukalapak juga berhasil membuka peluang bagi umkm untuk berjualan secara mendunia lewat apliasi Bukalapak tersebut sehingga banyak penjual umkm berdaya melalui aplikasi tersebut.
Dan tentunya masih banyak lagi pemuda yang menginspirasi melalui karya nya dengan aplikasi maupun penemuan hasil risetnya juga hasil perlombaan yang telah diikuti. Sehingga sangat banyak sekali cara yang bisa dilakukan oleh pemuda dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat dengan melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu dan tentunya di sesuaikan dengan keadaan Indonesia saat ini.
Teringat sebuah slogan dari Ir.Soekarno “Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” begitu hebatnya peran pemuda jika dioptimalkan dengan baik.
Jadi, sudahkah kamu berperan untuk melanjutkan peran ulama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat ?

Sumber : Jas Mewah Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah dan Dakwah ( Tiar Anwar Bachtiar)
dan sumber lainnya.


Oleh : Rafikah Maisyah - STEI SEBI

Post a Comment

0 Comments