Mengukur Efektivitas Fungsi Internal Audit Syariah di Lembaga Keuangan Syariah


Keuangan syariah mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dilihat dari jumlah lembaga keuangan syariah itu sendiri seperti bank syariah, pasar modal syariah dan juga meliputi asuransi syariah. Kemudian dilihat dari jumlah pengguna keuangan syariah juga meningkat baik dari negara mayoritas muslim sendiri ataupun negara mayoritas non muslim turut serta menggunakan keuangan syariah.

Didalam lingkungan bisnis dan lembaga keuangan yang kompetitif, lembaga keuangan syariah memiliki nilai lebih dari pada keuangan konvensional yakni seluruh prosesnya menggunakan prinsip syariah juga terdapat jaminan kepatuhan syariah yang dimiliki oleh lembaga keuangan syariah, hal itulah poin yang membedakannya dengan keuangan konvensional yang ada.

Lembaga keuangan syariah mempunyai kewajiban untuk menjalankan semua proses,sistem dan aktivitasnya berdasarkan prinsip-prinsip syariah karena hal itu yang menjadi keunggulan dari pada lembaga keuangan konvensional, sehingga lembaga keuangan syariah harus memiliki standar syariah dan pengawas syariah untuk memastikan bahwa seluruh proses,system dan aktivitasnya terstandarisasi syariah dengan baik.

Untuk memastikan lembaga keuangan syariah tetap pada  sistem kontrol internal yang baik dalam kepatuhan syariah maka di dalam lembaga keuangan syariah diperlukan peran dari auditor syariah untuk bisa memastikan kepatuhan syariah dengan cara mengaudit lembaga keuangan syariah.

Proses audit syariah adalah sebuah proses untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh lembaga keuangan syariah tidak melanggar syariah,maka dari itu peran auditor syariah sangat penting sehinga perlu ada beberapa standar indikator untuk mengukur efektivitas peran auditor di lembaga keuangan syariah.

Dalam jurnal The Measurement of effective internal shariah audit function in Islamic financial instutuion yang ditulis oleh Nur Laili Ab Ghani, Norani Mohd.Arifin dan Abdul Rahim Abdul Rahman dari Universitas Malaysia. Penelitian tersebut bertujuan untuk memeriksa pengukuran fungsi audit syariah yang efektif di lembaga keuangan syariah , dalam penelitian tersebut melakukan wawancara dengan pakar keuangan dan kemudian dilengkapi dengan studi literatur.



Dalam penelitian tersebut mengunakan 8 komponen untuk mengukur fungsi audit syariah yang efektif. Antara lain tujuan audit syariah, ruang lingkup audit syariah, audit syariah dan tata kelola, piagam audit syariah, kompetensi audit internal syariah, proses audit syariah, persyaratan dan pelaporan, serta indepedensi.



Audit syariah yang efektif bisa mengadopsi definisi audit dari institute of internal auditor yaitu audit syariah yang efektif ialah yang bisa mencapai tujuan audit yang telah ditetapkan yakni memastikan system internal control yang efektif pada kepatuhan syariah seperti yang diuraikan oleh kerangka tata kelola syariah (SGF) yang didirikan oleh bank Malaysia.



Komponen lain yang membantu audit syariah menjadi efektif adalah kompetensi audit internal syariah itu sendiri karena kompetensi auditor bisa membantu untuk mencapai fungsi audit syariah dan auditor pun memiliki standar kerja audit yang pasti dan melakukannya sesuai dengan ketetapan kerangka kerja audit yang ada, sehingga kompetensi auditor merupakan hal pendukung terlebih dalam memenuhi standar kepatuhan syariah.

Kepatuhan syariah sebagai nilai plus dari lembaga keuangan syariah merupakan hal yang harus dijaga dan selalu diutamakan oleh para pelaku lembaga keuangan syariah agar bisa terus mendapatkan kepercayaan dari para pengguna juga stakeholder sehingga lembaga keuangan syariah terus bisa bertambah dari segi kualitas maupun kuantitas.

Maka dari itu diperlukan kerja keras serta kerja bersama dari para pelaku lembaga syariah untuk bisa mengedepankan kepatuhan syariah dari pada keuntungan bisnis semata, karena sebuah nilai “kepatuhan syariah” itulah yang membedakan juga membuat berkah lembaga syariah itu sendiri. 



Oleh : Rafikah Maisyah – STEI SEBI  

Sumber ; Jurnal The Measurement of effective internal shariah audit function in Islamic financial instutuion yang ditulis oleh Nur Laili Ab Ghani, Norani Mohd.Arifin dan Abdul Rahim Abdul Rahman dari Universitas Malaysia.

Post a Comment

0 Comments