Meningkatkan Kualitas Praktik Audit Syariah di Lembaga Keuangan Islam

Lembaga keuangan islam (IFI) saat ini berkembang dengan pesat, sebagai contoh dapat dilihat dari negara Malaysia bahwa lembaga keuangan islam disana sangat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional sehingga pemerintah pun mendukung lembaga keuangan islam agar pengembangan IFI bisa lebih luas. Sudah menjadi sorotan dalam IFI, negara Malaysia pun ingin dapat tetap bertahan dan menjaga kepatuhan dalam kebijakan yang sesuai dengan otoritas syariahnya, mumpuni dalam melaksanakan praktik-praktik audit syariah.



Audit syariah saat ini muncul sebagai mekanisme penting dalam IFI, yaitu memastikan agar selaras dengan kepatuhan syariah dan meningkatkan integritas IFI. Setiap negara harus mematuhi peraturan dan pedoman standar akuntansi, namun di Malaysia belum ada kerangka kerja atau standar khusus untuk membahas praktik audit syariah yang mana perlu adanya tahap pengembangan dan perbaikan lebih lanjut. Dengan demikian, dapat dikatakan adanya kebutuhan dalam meningkatkan kepahaman dan pengetahuan antara audit internai maupun eksternal yang sesuai dengan standar kerangka kerja audit syariah.

Praktik audit syariah memang masih berkembang, dan ruang lingkupnya berbeda dari audit hukum konvensional. Kurangnya praktisi audit syariah secara tidak langsung dapat merusak pertumbuhan audit syariah dan bahkan isdustri keuangan islam itu sendiri. Sehingga auditor syariah harus memiliki pengetahuan yang memadai, kemampuan untuk melaksanakan audit dan terlatih dibidang akuntansi, keuangan, audit syariah dan fiqh (Hukum Islam).(Yaacob dan Donglah, 2012)

Dalam membekali praktik audit syariah yang memadai, fakultas ekonomi dan muamalat Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) memperkenalkan sebuah program yaitu Sharia Audit Training (SAT) yang dimana pragram ini sangat inovatif karena mencakup berbagai aspek tentang praktik audit syariah mulai dari Sharia Principle, Sharia Governance, Sharia Audit Program, Sharia Audit Process, Sharia audit Fieldwork, Sharia Risk Management, dan Sharia Audit Communications.

SAT juga memiliki tujuan untuk menghasilkan auditor syariah yang memiliki kemampuan dan juga terlatih dalam meningkatkan kualitas industri keuangan islam. SAT juga memiliki kualitas yang baik karena telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Keuangan (BAA), sebuah lembaga akreditasi internasional yang didukung oleh Bank Negara Malaysia (BNM). Dan pelatih yang memiliki latar belakang keahlian yang berkaitan dengan audit syariah dan sangat berpengalam.

Dalam pelatihan audit syariah terdapat 8 modul . Modul dalam SAT telah dikembangkan berdasarkan kolaborasi antara lembaga akademis dan pelaku industri untuk memastikan bahwa teori dengan praktis selaras dan relevan. Modul tersebut juga telah dievaluasi berdasarkan kasus . Para peserta juga diberikan pertanyaan seputar audit syariah sebelum dan sesudah pelatihan. Sehingga pelatih dapat mengevaluasi terkait seberapa jauh pengetahuan para peserta.

Pelatihan tersebut dilakukan dengan beberapa tahap, dimana disesuaikan dengan rentan waktu yang dibutuhkan. Dari hasil yang didapat, dibandingkan antara pengetahuan terkait audit syariah sebelum dan sesudah pelatihan bahwa ada peningkatan yang signifikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan mengikuti program SAT ini, para peserta praktisi audit syariah  dapat meningkat kualitas pengetahuan dan keterampilan auditor syariah dalam melaksakan tugasnya sebagai auditor yang memenuhi syarat di lembaga keuangan islam.

Oleh : Oleh Farhanah, Mahasiswa Stei Sebi

Post a Comment

0 Comments