Shariah Audit Training (SAT) Untuk Meningkatkan Praktik Audit Syariah


Lembaga institusi keuangan di Indonesia semakin mengalami pertumbuhan khususnya pengembangan ekonomi dan lembaga keuangan syariah. Lembaga keuangan syariah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat muslim seperti di Indonesia ini karena dapat memberikan sebuah jaminan kepada para nasabah, investor atau para pemangku kepentingan lainnya dalam hal kepastian kepatuhan terhadap syariah (sharia compliance). Dalam hal ini berkembang juga fungsi audit lain yang sangat dibutuhkan bagi para lembaga keuangan syariah yaitu audit syariah, karena dengan memiliki proses audit yang baik membantu lembaga keuangan syariah dalam mengokohkan kredibilitas dan reputasinya menjaga kepercayaan masyarakat luas.

Praktisi audit di Indonesia masih mencari pedoman aturan yang tepat bagi lingkup, regulasi kerangka kerja, kualifikasi dan independensi auditor syari'ah. Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya adalah muslim, jumlah auditor syariah yang dimiliki masih sangat terbatas. Hingga tahun 2014, hanya sekitar 54 orang yang memiliki Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Akuntan publik pun yang dapat mengaudit Lembaga Keuangan Syariah berdasarkan data yang dikeluarkan Otoritas Iasa Keuangan (OJK) baru berjumlah sekitar 30 KAP. Dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Komarudin  M & Hanefah M (2017) bahwasanya dengan melihat lembaga keuangan di Malaysia tumbuh dengan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional. 

Dalam rangka membekali praktisi industri islam dengan praktek-praktek Audit Syariah yang memadai, Fakultas Ekonomi dan Muamalat (FEM), Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) telah memperkenalkan program Pelatihan Profesional Audit Syariah Shariah Audit Training (SAT) untuk staff Islamic Financial Institutions (IFIs).

Shariah Audit Training (SAT) adalah program yang mencakup berbagai aspek tentang praktik audit yang syariah mulai dari prinsip-prinsip syariah, pemerintahan syariah, program audit syariah, proses audit syariah. Pemeriksaan lapangan syariah, manajemen resiko syariah, dan Komunikasi audit syariah. Modul yang digunakan oleh SAT telah dikembangkan berdasarkan kolaborasi antara lembaga akademik dan pelaku industri untuk mencapai tujuan akhir program menghasilkan auditor syariah yang memenuhi syarat dan terlatih untuk mengisi kesenjangan untuk industri keuangan islam.


Setelah kita melihat hasil dari penelitian tersebut, bahwasanya SAT ini dapat membantu dalam meningkatkan pemahaman terkait audit syariah di Malaysia. Tabel tersebut menjelaskan adanya peningkatan pemahaman dari sebelum dan sesudah diadakan program SAT, ini akan sangat membantu para praktisi di lembaga keuangan syariah dalam menjalankan tugas dalam bekerja. Karena audit syariah menjadi salah satu cara untuk menjaga dan memastikan integritas lembaga keuangan syariah dalam menjalankan prinsip syariah.

Praktek-praktek audit yang Syariah tidak bisa dianggap enteng. praktek Audit syariah tidak bisa hanya menutupi audit operasional, tetapi juga harus mencakup lingkup audit lainnya termasuk hal-hal syariah. Karena fakta ini, auditor syariah perlu membekali diri dengan Syariah dan pengetahuan audit dalam rangka untuk memastikan mereka dapat melakukan Syariah fungsi audit dan ruang lingkup secara efektif. Audit syari’ah khususnya di Indonesia memiliki peluang dikarnakan Indonesia dengan penduduknya mayoritas Muslim terbesar di Dunia. Dan tantangan audit syari’ah untuk pengembangan kedepan agar lebih baik lagi. Tidak adanya kerangka audit syariah ini memungkinkan SAT juga bisa diterapkan pada lembaga keuangan syariah di Indonesia untuk menunjang praktik audit yang memadai

Post a Comment

0 Comments