ARTI DAKWAH BAGIKU


Ketika kita ingin berbicara tentang dakwah maka kita harus mempersiapkan apapun yang jalan dakwah itu minta dari diri kita. Bahkan Allah meminta dari diri orang mukmin Harta dan Jiwa.

Maka jalan dakwah bagi saya adalah jalan yang akan saya tempuh untuk menuju syurga Allah, untuk menagih janji pertemuan yang Rabb yang telah di dambakan selama ini. Berawal dari ayat yang menjadi pemahaman saya tentang ujian. 

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “kami telah beriman” dan mereka tidak di uji?” (QS. Al-Ankabut : 2).

Saya memahami betul bawah ketika saya telah berbait beriman maka jalan untuk mempertahankan iman itu tidaklah mudah tetapi bukan berarti Allah akan membiarkan kita begitu saja. 

Setiap kita pasti punya ujiannya tersendiri, tak bisa disamakan sampai mana tingkat pemahanan kita sebagai seorang yang mengaku akan menolong agama Allah akan diuji. Tetapi ketika Allah mengatakan bahwa “siapa yang menolong agama Allah maka Allah akan menolong hamba tersebut”. Insya Allah saya siap menolong agama Allah, seperti kaum hawwari. Saya juga meyakini jika surga begitu nikmat dengan segala kenikmatannya maka ada tebusan yang harus di bayar di awal.

Kita sebagai Muslim memang seharusnya mempunyai Visi untuk berdakwah dalam apapun bidang kita. Bukan seberapa hebat kita tetapi seberapa manfaat kita bagi keluarga, lingkungan dan orang banyak. Melihat fenomena hari ini bahwa anak muda sangat anti dengan kata dakwah seolah-olah orang yang berdakwah hanya ustadz, anak-anak pesantren dan orang-orang yang hanya bisa berbahasa arab saja. Bagi saya tugas dakwah adalah tugas kita semua untuk kembali memegakan ISLAM di muka bumi ini. walaupun Allah telah menjanjikan bahwa nanti islam akan jaya. Tetapi kita juga harus ada ikhtiar untuk mempertahankan Aqidah kita sebagai orang yang Beriman. Karena Iman hari ini begitu mudah di beli dan di bayar.

Jika memang harus ditanya kembali apa arti dakwah bagi saya. Maka dakwah adalah sebuah kewajiban yang harus mendarah daripada setiap diri muslim. Bukan karena latar belakangnya tetapi sebagaimana banyak dia bisa bermanfaat untuk ummat, untuk masyarakat. 

Bahkan banyak ilmu fiqih yang tak di pahami oleh masyarakat. Sedangkan peribadahan kita semua diajarkan dengan ilmu fiqih itu. Bagaimana Allah mau mengabulkan doa kita sebagai hamba jika cara kita beribadahnya keliru. Maka dari itu marilah kita berjamaah bersama. Menyatukan satu pemikiran untuk memberikan pemahaman kepada ummat, untuk memberikan kontribusi lebih kepada ummat, membantu ummat yang sedang terpuruk dengan perang pemikiran yang di tembakkan oleh orang-orang yang sangat membenci islam.

Bagi saya ketika seseorang ingin berdakwah memberikan sebagian dirinya untuk ummat maka kita juga harus mencari ilmu yang telah kita berikan kepada ummat. Seperti air dalam kran bukan Cuma bisa manfaat untuk orang banyak tetapi kita juga harus mengisi kran itu supaya bisa terus mengalir. Jika dakwah menjadi sebuah pencarian untuk mencari penghasilan maka berharaplah bahwa apa yang disisi Allah sesungguhnya selalu lebih baik dan pasti lebih baik.

Jika Rasulullah sebaik-baik figure dan sebaik-baik hamba maka patutlah kita sebagai ummat yang mengaku ummat Rasulullah. Harus meneruskan toggak estafet dakwah ini. Dakwah bukan harus dengan ceramah, tetapi dakwah adalah bagaimana akhlak kit aseperti Al-Qur’an berjalan. 


jika bukan pemuda yang bergerak maka harus siapa. Pemimpin hari ini sudah banyak yang tidak mementingkan kondisi ummat islam maka seharusnya kitalah yang mementikan Islam, mementingkan Ummat, berkhidmat untuk Ummat, bergerak untuk Islam dan Ummat Islam. Menjadi pengabdi Allah tidak akan pernah merugikan. Karena dakwah adalah sebaik-baik perniagaan. Karena Allah sebaik-baik tujuan. Rasulullah sebaik-baik udwahkhasanah, dan jihad dijalan Allah sebaik-baik jalan untuk langsung bisa betemu Allah dan Rasulullah.

Mari menyamakan pemikiran islamiyah, mengupgrade dengan kualitas baik pemahaman islamiyah kita. Jangan ada hari yang di sia-siakan. Karena hari ini dan zaman ini benar-benar akhir dari akhir zaman.Terakhir:

“ JIKA ADA DAN TIDAK ADANYA KITA KEADAAN UMMAT HARI INI SAMA SAJA, MAKA UNTUK APA KITA HIDUP?”
MARI BERFIKIR DAN MARI BERGERAK!!!

Post a Comment

0 Comments