VISI KEWIRAUSAHAAN ISLAM



Menurut data BPS, jumlah wirausaha di Indonesia meningkat 3,10% sebelumnya hanya 16,7% dari 255 juta penduduk. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa banyak dari masyarakat Indonesia yang berminat menjadi wirausaha. 

Arti dari wirausaha adalah pelaku usaha yang mampu berpikir kreatif dan inovatif, kemudian berani menciptakan produk-produk yang baru dan berbeda dari produk-produk biasanya. Atau produk-produk biasa yang dimodif sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk yang tidak biasa.

Perkembangan kewirausahaan di Indonesia ini memiliki manfaat untuk masyarakat Indonesia, yaitu:

1. memberikan kontribusi yang besar bagi perluasan lapangan kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran

2. meningkatkan kekuatan ekonomi negara, 

3. semakin banyak keteladanan dalam masyarakat khususnya dalam aktivitas perdagangan, karena para usahawan memiliki pribadi yang unggul, berani, independen, hidup tidak merugikan orang lain, bahkan dapat memberikan manfaat bagi anggota masyarakat yang lain.

4. menumbuhkan etos kerja dan kehidupan yang dinamis, serta semakin banyaknya pastisipasi masyarakat terhadap pembangunan negara.

Agama Islam sendiri mengajarkan umatnya untuk berusaha dalam upaya mencari rezeki. Salah satunya adalah berwirausaha. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya perdagangan itu di dunia ini adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki.”  (HR. Ahmad)
Pelaku wirausaha muslim tentunya harus mempedomani 6 karakter bisnis yang dipraktikkan oleh Rasulullah saw. yaitu shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (mampu berkomunikasi), fathonah (cerdas), transaksi yang dilakukan berdasarkan syari’at Islam, dan diniatkan untuk beribadah kepada Allah.

Adapun motif berwirausaha dalam islam,

1. Untuk memperoleh laba, namun agama Islam mengajarkan untuk mengambil laba yang sedikit dan dengan cara yang Allah ridhoi. Hal ini menghindarkan pelaku usaha dari sifat dzolim dan bakhil. Ketika kita memudahkan urusan sesama manusia, maka Allah akan memudahkan urusan kita.

2. Berdagang adalah Ibadah, ketika kita sudah menjadikan berdagang ini sebagai ibadah, maka kita akan takut melakukan kecurangan-kecurangan dalam praktik usaha ini, karena kita khwatir ibadah kita menjadi tidak sempurna.

3. Perintah kerja keras, sebagai upaya berikhtiar dalam memperbaiki kehidupan, yang tentunya harus disertai dengan doa dan tawakkal

4. Pekerjaan mulia dalam islam, seperti disabdakan rasul: “Mata pencarian apakah yang paling baik, Ya Rasulullah?”Jawab beliau: Ialah seseorang yang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang bersih.” (HR. Al-Bazzar). 

Dalam QS.Al-Baqarah:275 dijelaskan bahwa Allah swt telah menghalalkan kegiatan jual beli dan mengharamkan riba. Kegiatan riba ini sangat merugikan karena membuat kegiatan perdagangan tidak berkembang. Hal ini disebabkan karena uang dan modal hanya berputar pada satu pihak saja yang akhirnya dapat mengeksploitasi masyarakat yang terdesak kebutuhan hidup. 

Ketika seorang muslim terjun dalam bidang kewirausahaan, maka hal-hal merugikan seperti riba ini akan dihindari, dan melakukan perbaikan terhadap praktik jual-beli yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Karena wirausaha muslim seharusnya bisa banyak memberi manfaat kepada masyarakat.

Article by : Nida Ul Karimah (STEI SEBI)

Post a Comment

0 Comments