Islam Tanpa Pacaran

Berawal dari sebuah keprihatinan, dimana banyak sekali remaja yang tergelincir pada lubang kemaksiatan bernama pacaran. Tidak sedikit dari mereka yang bahkan rela melakukan hubungan badan meskipun belum sah menjadi suami istri. Akibatnya, terjadi hamil diluar nikah yang sebagian berujung pada aborsi. 

Islam Tanpa Pacaran


Segenap  rasa untuk membuat sebuah tulisan ini. Melihat hal tersebut rasanya menjadi salah ketika kita hanya berdiam diri tanpa melakukan tindakan apapun. Saya pribadi berharap semoga dengan tulisan yang saya buat ini mampu mengingatkan para remaja untuk menghindari dunia kelam yang bernama pacaran. 

Sesuai dengan dalil yang ada dalam Al-Quran, pacaran jelas hukumnya haram. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra ayat 32.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesunguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan.

Maka, tak ada secuil pun alasan untuk membenarkan pacaran, termasuk dalam sebuah pendalaman sebelum pernikahan. Pacaran senantiasa mengarahkan pelakunya kepada dosa dan maksiat. Atas nama cinta, pagar dapat diruntuhkan. Tak asing lagi pemandangan di taman-taman kota, pojok-pojok sekolah, pinggir jalan, di kafe-kafe yang jauh dari nilai-nilai Islam. Muda-mudi bebas bergaul, bercengkerama, berbaur suara tawa, bahkan tak jarang melakukan sentuhan fisik. Astaghfirullah.

Sudah saatnya para remaja khususnya kembali pada ajaran Islam. Hanya dengan kekuatan iman dan takwalah generasi muda akan mampu menjaga diri dan tidak tergelincir menuju jalan yang salah dalam proses pencarian jati diri. Mungkin mustahil untuk menjadi ‘sesempurna’ Rumaisha RA, Salman Al-Farisi RA, ataupun Bilal bin Rabah. Cukup menjadi ‘Jomblo Mulia’ generasi muda akan terselamatkan dari kebejatan.

Cinta bukan hanya memonopoli kaum Hawa, kaum Adam pun tak lepas dari cinta. Bedanya laki-laki lebih banyak berperan sebagai subjek. Sedangkan wanita adalah objek. Umumnya, laki-laki yang bertindak  ‘membuka jalan’ bagi terwujudnya sebuah pernikahan. Sedangkan wanita berkuasa untuk menolak atau menerima. Laki-laki dan wanita memang tercipta saling berpasang-pasangan. 
Cinta adalah fitrah. Tapi kebanyakan para muslim dan muslimah salah menempatkannya. Islam tidak melarang kita untuk mengenal cinta. Sebagai agama yang sempurna, termasuk dalam perkara cinta. Islam telah mewadahi cinta dalam bejana emas hingga ia terlihat indah berkilat-kilat. Bukan cinta yang ditempatkan dalam guci tanah yang lama-kelamaan akan kotor dan menghitam.
Dalam pandangan Islam, cinta sejati adalah cinta antara laki-laki dan perempuan yang didasarkan rasa kasih sayang yang timbul dari hati nurani yang tulus dan ikhlas. Cinta sejati bukan didasari oleh perkara-perkara yang bersifat duniawi semata. Cinta sejati dalam Islam tak lekang  oleh waktu, karena dua insan pelakunya saling mencintai karena Allah semata. Hubungan cinta dalam Islam dilandasi oleh akhlakul karimah, keimanan, serta ketakwaan kepada Allah SWT. 
Untukmu wahai kaum muslimah, jadilah muslimah yang mahal. Jangan khawatirkan jodoh, sebab janji Allah SWT adalah pasti. Jika kalian bersabar, cinta sejati seperti cinta Abu Thalhah akan menghampiri. 
Untukmu wahai pemuda kebanggaan Islam, jadilah kalian pribadi-pribadi pemberani. Ketika kuncup cinta mekar dalam hati, padamkan atau halalkan! Tidak ada pilihan pacaran dalam Islam. 

Post a comment

0 Comments