PASAR DALAM ISLAM

Islam adalah afama yang sempurna. Hal ini dikarenakan oleh islam mengatur segala aspek dalam kehidupan. Bukan hanya tentang aqidah maupun muamalah (jual beli). Pasar merupakan jantungnya perekonomian, maju mundurnya perekonomian sangat bergantung pada kondisi pasar. Pasar merupakan tepat atau wadah aktifitas jual beli untuk para produsen dan konsumen.

Pasar Menurut Islam


Pasar adalah sebuah mekanisme pertukaran barang dan jasa alamiah oleh penjual dan pembeli untuk menetapkan harga keseimbangan serta jumlah yang di perdagangkan. Islam menetapkan pasar pada kedudukan yang penting dalam islam perekonomian. Praktik ekonomi pada masa Rasulullah dan khulafaur-rasyidin menunjukkan adanya peranan pasar yang besar rasulullah sangat menghargai harga (price) yang di bentuk oleh pasar sebagai harga yang adil. Beliau menolak adanya price intervention seandainya perubahan harga terjadi karena mekanisme pasar yang wajar. Pasar disini mengharuskan adanya moralitas,antara lain : 

1.Persaingan yang sehat (fair play)
2.Kejujuran ( honesty )
3.Keterbukaan (transparancy)
4.Keadilan (justice) 

PASAR  DALAM  EKONOMI  KONVENSIONAL


Permintaan ( demand) dan penawaran (suplay) adalah konsep fundamental dalam ilmu ekonomi modern, dan menjadi basis dari mekanisme pasar.

1.Permintaan adalah terhadap barang dan jasa yang di dukung oleh kemampuan untuk membayar.
2.Penawaran adalah keinginan memproduksi barang dan jasa yang di inginkan oleh pasar.
3.Mekanisme pasar bebas akan mendorong efesiensi , dan kebebasan ekonomi.

Namun pemikiran mengklasifikasi kekuatan pasar ke dalam permintaan dan penawaran serta mentukan harga melalui interaksi keduanya,baru di bangun tidak lebih setelah pertengahan abad ke-18 ( schumpeter,histori of economi analysis,1954)
  • Sistem berbasis mekanisme pasar ini menekankan pada:

1.Kebebasan penuh individu untuk  mengejar self-interest dan untuk memiliki serta mengelola sumber daya.
2.Akselerasi dan ekspansi kekayaan dan produksi maksimun serta memenuhi keinginan didasarkan pada prefensi individu.
3.Kekuatan pasar memegang kendali utama dalam alokasi akan distribusi sumber daya dengan peranan “minimum” untuk intervensi permintaan.
4.Pada titik keseimbangan kepuasan konsumen (utilitas) adalah maksimum dan medapatan faktor (termasuk upah dan laba)adalah maksimum.

  • Dengan demikian, sistem pasar tidak hanya akan menentukan penggunaan sumber daya yang paling ”effesien” namun juga distribusi pendapatan yang paling “equitble” dan juga secara otomatis memberi harmoni antara kepentingan individu dan fublik.
  • Mekanisme pasar yang bertumpu pada konsep permintaan dan penawaran konvesional, menimbulkan banyak permasalahan seperti :

1.Orang miskin secara sederhana di abaikan.
2.Keseimbangan semakin melebar.
3.Eksploitas yang berlebihan terhadap tenaga kerja daya alam, dan lingkungan.
4.Kepentingan generasi di masa depan sering kali terabaikan.
5.Efesiensi darib kebebasan perilaku ekonomi mengandung trial and error action: potensi kerusakan yang besar yang tidak di cegah.
6.Tidak semua cara dapat di ukur dan di hargai dalam nilai moneter seperti layaknya komoditi.
7.Kapasilitas kehidupan budaya dlm bentuk co-comodification, misal: pendidikan dan kesehatan di sediakan bukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi untuk mencetak laba.

  • Sistem berbasis mekanisme pasar mengalami kegagalan karena :

1.Disharmoni antara kepetingan individu dan kepentingan sosial.
2.Tidak tercerminkannya urgensi keinginan oleh harga.
3.Distribusi pendapatan dan kesejahteraan yang tidak merat
4.Pasar persaingan sempurna tidak terjadi:
  • Perusahaan besar cenderung anti persaingan.
  • Perusahan besar tidak selalu lebih efesien di bandingkan perusahan kecil.

PANDANGAN ISLAM TENTANG PASAR

  • Dalam perspektif islam, penentuan harga di tentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran, dan terjadi secara sukarela (antaradimminkum/mutual goodwill)

“Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka dan di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa : 29)
  • Hasil dari pasar yang adil adalah harga yang sepadan (adil) dengan tingkat laba normal.
Laba adalah sesuatu yang halal “.....Allah telah menghalkan jual beli dan mengharamkan riba...” (QS Al-Baqarah :275)

Dan bahkan mendapat dukungan agama “ Dan carilah apa yang telah di anugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu (kenikmatan) dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlh kamu berbuat kerusakan di (muka bumi). Sesungguhnya Allah tidak menyukai oranh-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qasas :77)

PASAR PADA MASA RASULULLAH 

  • Pasar memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat muslim pada masa rasul, rasul sendiri pada waktu muda juga seorang perilaku pasar. Beliau adalah pembisnis yang jujur dan sukses, ketika kemudian masa kenabian turun beliau mengurangi aktivitas ini karena hanya menjalankan tugas dakwah yang berat.
  • Berikut setelah madinah menjadi negara yang kuat dan di kendalikan oleh rasul, maka beliau juga menjalankan tugas sebagai pengawas pasar (al-mustahib). Beliau mengawasi jlnnya mekanisme pasr di madinah dan sekitarnya agar tetap berlangsung secra islami.
  • Pada masa itu mekanisme pasar sangat dihargai. Beliau menolak membuat kebijakan penetapan harga manakala tingkat harga di madinah pada saat itu tiba-tiba naik. Sepanjang kenaikan terjadi karena kekuatan demand dan supplay murni, yang tidak di barengi dengan dorongan monopolistik dan monopsonistik, tidak ada alasan untuk mengintervensi.
  • Pada saat itu para sahabat berkata “wahai rasul tentukanlah harga untuk kita” beliau menjawab ”Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga, penahan, pencurah,serta pemberi rezeki. Aku mengharapkan dapat menemui Tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kedzaliman dalam hal harta.” Hadits ini di riwayatkan oleh 6 imam hadits yang utama , kecuali An-nasa’i sehingga merupakan hadist hasan sahih).
  • Terdapat Riwayat Lain. Bahwa ada seorang yang berkata kepada Nabi “Wahai Rasul tentukanlah harga untuk kita” Nabi menjawab ”Engkau harus berdo’a kepada Allah untuk itu.” Orang yang lain datang kepada Nabi dan meminta hal yang sama sehingga Rasul menjawab”Hanya Allah yang menurunkan dan menaikkan harga.” (HR. Abu Daud Dari Abu Hurairoh).

PASAR MENURUT ABU YUSUF

  • Pemikiran abu yusuf tentang pasar dpat di jumpai dalam bukunya al-kharaj)
  • Abu yusuf tercatat sebagai ulama terawal yang mulai menyinggung tentang mekanisme pasar, beliau memperhatikan peningkatan dan penurunan produksi dalam kaitannya dengan perubahan harga. Pemahaman itu mengatakan bahwa bisa tersedia sedikit barang, maka harga akan mahal dan bila tersedia banyak barang maka harga akan murah, pemahaman pada zaman Abu Yusuf ini hanya memperhatikan kurva permintaan.

  • Abu Yusuf membantah hal ini dengan mengatakan “kadang-kadang makanan berlimpah, tetapi tetap mahal dan kadang-kadang makanan sedikit tetapi murah” dengan begitu beliau menyangkal hubungan terbalik antara suplay barang dengan harga, karena pada kenyataannya harga tidak hanya bergantung pada permintaan saja tetapi juga bergantung kekuatan penawaran.
  • Lebih jauh Abu Yusuf mengatakan “tidak ada batasan tertentu tentang murah dan mahalnya yang dapat di pastikan. Hal tersebut ada yang mengaturnya. Prinsipnya tidak bisa di ketahui. Murah bukan karena melimpahnya makanan, demikian juga mahal tidak di sebabkan karena kelangkaan makanan. Murah dan mahal merupakan ketentuan allah (sunnatullah)”.
  • Dari sini abu yusuf menegaskan bahwa ada bebera variabel lain yang mempengaruhi, tetapi beliau tidak merincinya, bisa jadi variabel itu adalah pergeseran dalam permintaan, jumlah uang yang beredar disuatu negara, atau penumbuhan dan pemahaman barang, atau semua hal.
  • Pada dasarnya pemikiran Abu Yusuf ini meupakan hasil observasinya terhadap faktor empiris saat itu, dimana sering kali terjadi melimpahnya barang ternyata di ikuti degan tingginya tingkat harga, sementara kelangkaan barang di ikuti dengan harga yang rendah hal ini bukan berarti menyangkal pengaruh harga permintaan dari penawaran dalam harga.

PANDANGAN  IBNU  TAIMIYAH

  • Harga di tentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran.


Naik dan turunya harga tidak selalu di akibatkan oleh ketidak adilan orang orang tertentu. Terkadang hal tersebut di sebabkan oleh kekurangan produksi atau penurunan imfor dari barang-barang yang di minta.
Oleh karena itu, apabila keinginan terhadap barang naik sedangkang ketersediaannya menurun, maka harganya akan naik. Disisi lain apabila ketersediaan barang meningkat dan keinginan terhadap barang menurun, harga-pun akan turun (Ibnu Taimiyah, Majmu’ fatawa).
Jika orang orang menjual barang mereka berdasarkan kesepakatan umum tanpa kecurangan dan harga meningkat karena turunnya produksi barang atau karna kenaikan populasi maka hal ini semata karna Allah. (Ibnu Taimiyah al Hisbah fi islam).

Post a comment

0 Comments