Salahkah Bila Ingin Menjadi Orang Kaya?

KAYA. Setiap mendengar kata ini, yang terlintas dalam  bayangan adalah  mempunyai harta yang berlimpah atau segudang materi, mulai dari barang-barang yang bermerek, mobil mewah, rumah megah,gadget selalu ganti setiap ada keluaran baru  dan sebagainya. Hampir semua orang  punya cita-cita menjadi kaya. Kaya juga menjadi tolak ukur bahwa kita sukses mencapai impian  hidup. Bahkan kaya juga menjadi penentu kebahagiaan seseorang. Lantas, salahkah bila kita ingin menjadi orang kaya?

Salahkah  Bila Ingin Menjadi Orang Kaya?


Bercita-cita menjadi orang kaya itu boleh, tidak salah. Bahkan  impian semacam ini sangat dianjurkan dalam  Islam. 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : 
“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran.” (HR.Baihaqi).

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra. berkata : 
“Jika miskin itu berwujud manusia, maka pasti akan aku bunuh terlebih dahulu sebelum aku membunuh musuhku dalam medan perang.”

Abdullah bin Umar Ra. berkata :
“Bekerjalah kamu demi kepentingan hidup duniawi seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya. Dan, berbuatlah kamu untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok pagi.”

Allah SWT. Berfirman dalam surah Ali ‘Imran ayat 97 yang artinya :
“...Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu(bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barag siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”(QS.Ali ‘Imran[3]:97)

Secara tersirat, firman tersebut menganjurkan agar umat Islam  kaya. Sebab, mengerjakan ibadah haji ke Baitullah tidaklah membutuhkan uang yang sedikit.

Rasulullah SAW. merupakan seorang yang kaya. Diantaranya beliau pernah menyerahkan puluhan unta muda sebagai mahar kepada Siti Khadijah. Sementara itu, para sahabat Rasulullah SAW. seperti Umar bin Khattab Ra., ia pernah mewariskan 70.000 properti,yang jika dinominalkan ke dalam mata uang rupiah sekarang bisa bernilai triliyunan rupiah. Utsman bin Affan Ra. mewariskan properti sepanjang Aris dan Khaibar yang nilainya triliyunan rupiah. Sedangkan, Abu Bakar Ra. menyedekahkan seluruh harta kekayaannya yang juga bernilai triliyunan rupiah.

Bukan dengan cuma-cuma  Rasulullas Saw, dan para sahabat memiliki harta yang berlimpah. Akan tetapi, mereka memiliki etos kerja yang tinggi. Kekayaan tidak bisa didapatkan  hanya dengan bermalsas-malasan,mudah putus asa, tidak disiplin dan sikap-sikap negatif  lainnya.Melainkan dengan usaha yang sungguh-sungguh,perbanyaklah berpetualang, habiskan jatah gagal di masa muda. Gunakan  masa produktif kita untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat agar di kemudian hari atau di masa depan kita daoat memetik hasil baiknya. Dengan catatan, kekayaan tersebut hekdaknya diperoleh dengan cara yang benar dan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak berlebihan.

Dengan demikian, kita sesungguhnya memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjadkan diri kita kaya.Donal Trump Berkata “Kalau kamu terlahir miskin, itu bukan salahmu.Tetaoi, kalau kamu mati miskin, itu merupakan kesalahanmu!”

Oleh : Fatmitha Nabila

Post a comment

0 Comments