Bagaimana sebaiknya peraturan perusahaan di tegah pandemi covid19 ?

Hingga kini, covid 19 terus menyebar luas di belahan bumi manapun, tak terkecuali di Indonesia yang penyebaran nya terbilang cepat. Dan kini, upaya pencegahan terus di lakukan demi memutus mata rantai penyebaran covid 19. Pemerintah tentunya sangat berperan dalam mengambil kebijakan untuk kasus ini. Mulai dari kebijakan social distancing, phisical distancing, lockdown hingga work from home. Dan masyarkat sudah semestinya menerapkan aturan ini.



WHO menetapkan bahwa wabah Corona sebagai pandemi yang tidak hanya merugikan dari sisi kesehatan juga sangat mempengaruhi dunia usaha dan perekenomian negara-negara di seluruh dunia dan dipastikan ekonomi global akan melambat.

Lalu, bagaimana dampak pandemi ini terhadap ketenagakerjaan? Dan bagaimana fleksibelitas peraturan kerja dimasa pandemi? Perusahaan jadi maju? Atau bahkan mundur kebelakang?
Di masa pandemi seperti sekarang ini, perusahaan harus lebih pintar dalam mengambil kebijakan. Sebelumnya, menteri Ketenagakerjaan telah menerbitkan Surat Edaran No.M/3/HK.04/III/2020 tentang Pedoman Perlindungan Buruh dan Keberlangsungan Usaha Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19. Namun, surat tertanggal 17 Maret 2020 itu dinilai belum cukup memadai untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan di masa pandemi Covid-19. Dalam situasi seperti ini, diperlukan suatu kebijaksanaan perusahaan, kelegowoan pekerja bahkan serikat pekerja, untuk 
jernih dalam menyikapi situasi ini.

Lalu, Kebijakan seperti apa yang sebaiknya di ambil oleh perusahaan? Kebijakan yang sebaiknya diambil oleh perusahaan adalah kebijakan yang minim resiko namun mampu mengoptimalkan peluang.

Demi meminimalisir dampak wabah terhadap karyawan, maka di terapkan kebijakan work form home. Perusahaan juga bertanggung jawab memantau kondisi kesehatan setiap karyawan. Karena 
kesehatan dan keselamatan paara karyawan itu penting.

Perusahaan harus flexibel dalam menerapakan kebijakan work from home ini, dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan sarana yang ada supaya karyawan bisa tetap produktif. Misalnya di awali dengan pembagian tugas kerja yang disertai memberikan keluasan jam kerja kepada karyawan. Namun, tugas yang di berikan harus selesai sesuai target. Dan diadanya diskusi kerja via google meet, supaya komunikasi tetap berjalan. Namun kebijakan ini harus disertai pengawasan dari pihak manajemen perusahaan supaya dapat berjalan secara optimal.

Walaupun dirasa akan banyak sekali hambatan atau kesulitan dalam menjalani ini, namun dengan upaya dan ikhtiar terbaik oleh semua pihak, optimis perusahaan dan karyawan dapat bahu-membahu melewati krisis ini.

Semoga pandemi covid 19 ini cepat berlalu dan kegiatan bisa berjalan normal kembali seperti biasanya

Post a comment

0 Comments