BAGAIMANA STRATEGI BERTAHAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PADA MASA PANDEMI COVID-19?


Menurut Undang-Undang Dasar No.20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil dan Menengah, Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Mengengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang. Sedangkan, Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang. 

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diciptakan dangan tujuan menumbuhkan dan mengembangkan suatu usaha dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang memiliki keadilan.  Dalam membangun sebuah Usaha MikroKecil dan Menengah (UMKM) maka diharus untuk memperhatikan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang No.20 tahun 2008 yang berisi, kriteria Usaha Mikro ialah diharuskannya memiliki kekayaan bersih paling banyak sebesar Rp.50.000.000,00 tidak termasuk tanah, bangunan dan tempat usaha serta memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak 300.000.000,00. Sedangkan kriteria Usaha Kecil adalah diharuskannya memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp.50.000.000,00 sampai dengan paling banyak RP.500.000.000,00 tidak termasuk tanah, bangunan dan tempat usaha serta memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.300.000.000,00 sampai dengan paling banyak Rp.2.500.000.000,00.

Pada tahun 2018, tercatat di Kementrian Koperasi jumlah Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Usaha menengah serta perkembangannya yang ada di Indonesia. Usaha Mikro (UMi) tercatat berjumlah 63.350.222 dengan perkembangan sebesar 2.00% dari tahun 2017, Usaha Kecil (UK) tercatat berjumlah 783.132 dengan perkembangan sebesar 3,44% dari tahun 2017 dan Usaha Menengah (UM) tercatat sebesar 60.702 dengan perkembangan sebesar 3,54% dari tahun 2017. Dari data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami kenaikan sebesar 64.194.057 atau setara dengan 2,02% daripada tahun 2017.  

Adapun Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang telah banyak berdiri di Indonesia adalah usaha dibidang kuliner baik makanan atau minuman, usaha dibidang fashion, usaha dibidang pendidikan seperti les atau bimingan belajar, usaha dibidang otomotif, usaha dibidang agrobisnis, usaha dibidang tekonologi dan internet seperti e-commerce, usaha dibidang kerajinan serta usaha dibidang elektronik dan gadget yang saat ini sangat diburu atau dibutuhkan oleh masyarakat.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini merupakan usaha-usaha yang cepat mengikuti perkembangan zaman. UMKM mampu memanfaatkan media teknologi yang ada seperti melakukan promosi dengan memanfaatkan media sosial sehingga banyak masyarakat yang akhirnya mengenal dan kemudian tertarik untuk mengunakan jasa atau produk yang diciptakan serta mengkonsumi produk yang diciptakan. Oleh karena itu, tidak salah jika UMKM dianggap sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia.

Dalam perkembangannya, UMKM tentu memiliki beberapa hambatan seperti pada masa pandemic covid-19 ini dimana banyak usaha-usaha yang memiliki pendapatan menurun dari hari biasanya sehingga berdampak pada tutupnya beberapa usaha-usaha yang ada. Hal ini disebabkan karena masyarakat memilih untuk berdiam dirumah guna memperlambat penyebaran covid-19 ini. Mengingat virus covid-19 ini merupakan virus yang sangat cepat penularannya dan sudah memakan ratusan bahkan ribuan korban di dunia. Hambatan atau risiko dalam dunia usaha atau dunia bisnis pasti akan terjadi, oleh karena itu ilmu terkait manajemen risiko sangat dibutuhkan untuk tetap mempertahankan bisnis yang sudah berkembang.

Menurunnya pendapatan atau sedikitnya minat masyarakat dalam mengkonsumsi atau mengunakan jasa dan produk yang telah dciptakan oleh UMKM tidak menjadi alasan para pelaku UMKM untuk tetap berdiam diri dengan keadaan. Para pelaku UMKM terus melakukan inovasi untuk tetap mempertahankan usaha yang telah dirintis dan berkembang ini. Adapun straegi pemasaran yang bisa dilakukan para pelaku UMKM dalam mempertahankan usahanya ialah dengan memanfaatkan media sosial yang ada. Para pelaku UMKM dapat mengencarkan  promosi pada media sosial soperti instagram, facebook, twitter dan media sosial lainnya serta bisa juga untuk bekeja sama dengan perusahaan startup yang ada seperti gojek atau grab. UMKM bisa juga bekerjasama dengan e-commerce yang ada saat ini seperti shopee, tokopedia dan beberapa e-commerce lainnya. 

Faktor-faktor yang juga harus diperhatikan oleh para pelaku UMKM untuk tetap mempertahankan bisnisnya di masa pandemic covid-19 ini adalah UMKM harus memperhatikan barang dan jasa apa yang  dibutuhkan oleh masyarakat pada saat masa pabdemi covid-19 ini. Sehingga barang dan jasa yang diciptakan tetap diminati oleh masyarakat. Produk barang yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyakarat salah satunya adalah masker, dimana masker merupakan salah satu barang yang dianjurkan pemerintah untuk dipakai dalam bepergian atau saat sedang sakit. Tetapi, tidak diperkenankan juga jika masker atau barang yang diproduksi adalah barang yang memiliki kualitas tidak sesuai dengan yang seharusnya, missal penjual memberikan spesifikasi seperti A akan tetapi barang yang diproduksi atau yang didapatkan oleh pembeli nanti adalah barang yang memiliki spesifikasi B (yang lebih buruk) hal ini tidak diperolehkan, mengingat dalam Islam sudah dijelaskan bahwa dalam bermualamah atau jual beli diharuskan nersifat jujur agar tidak ada yang merasa tertipu atau terdzolimi.

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan, masa pandemi covid-19 bukan alasan bagi para pelaku UMKM untuk menutup bisnisnya dan berhenti untuk melakukan inovasi-inovasi yang menyebabkan turunnya minat masyarakat dan pendapatan UMKM itu sendiri. Para pelaku UMKM dapat memperhatikan faktor-faktor yang menjadi penyebab tetap berdirinya UMKM tersebut, sakag satunya adalah memperhatikan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam masa pandemi covid-19 ini. Pelaku UMKM juga harus memperhatikan stratgei pemasaran yang akan digunakan untuk menarik masyarakat, oleh karena itu pemanfaatan teknologi dan media sosial merupakan salah satu solusi pemasaran yang bagus dalam mempertahankan UMKM. Mengingat, teknologi dan media sosial merupakan salah satu hal yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat sehingga tidak perlu khawatir masyarakat akan bisa menerima informasi atau tidaknya terkait barang dan jasa yang sudah diproduksi oleh UMKM. 

Oleh : Thalbiyatul Ababillah Hasan

Post a comment

0 Comments