Pedagang Bakso Tahu, Dirumah mati karena kelaparan, dijalan mati karena kecapean !

Virus corona adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Virus Corona yang telah terdeteksi semenjak bulan Desember 2019 kemarin telah sampai ke Indonesia. Awalnya pemerintah tidak peduli akan adanya kasus tersebut . Namun setelah adanya pemberitahuan adanya kasus corona yang mulai menyerang warga negara kita pada bulan maret . Pemerintah mulai mempersiapkan beberapa sistem yang harus diterapkan . Dan pada pertengahan Maret sistem yang dipersiapkan oleh pemerintah mulai dilaksanakan .



Dengan adanya kasus COVID-19 ini banyak sekali beberapa pihak yang merasa di rugikan . Salah satu nya adalah pedagang-pedagang kecil yang tengah menghadapi situasi sulit karena pemerintah yang mengeluarkan kebijakan #dirumahaja. Bila terus dirumah kemungkinan besar mereka tidak bisa mendapat penghasilan untuk menyambung hidupnya. Pedagang jalanan menjadi salah satu pekerjaan yang terdampak oleh wabah virus corona. Rata-rata omzet harian para pedagang tersebut turun lebih dari 50 persen.

Salah satunya Bapak Jajang, pedagang baso tahu daerah Banyuresmi, Garut. Dia mengaku penjualannya menurun dalam 3 minggu terakhir ini “haduh sepi banget dek, diem dirumah gadapat uang, keliling-keliling yang beli juga sedikit” . Menurutnya, kedatangan pengunjung ke tempat wisata Situ Bagendit juga semakin berkurang sejak diberlakukannya imbauan #dirumahaja . Bapak Jajang mengatakan, penjualannya yang menurun drastis hingga lebih dari 50 persen bahkan cenderung merugi.

Seperti diketahui, selama bekerja, belajar, dan beribadah di rumah, masyarakat menahan untuk melakukan jual beli seperti biasanya guna mengurangi kemungkinan terkena dan menularkan virus Corona karena adanya kontak dan keramaian. Karena virus ini menyebar lewat air liur atau sejenis yang berasal dari seseorang baik dengan gejala maupun tanpa. Dirinya berharap agar ada solusi dan perhatian dari pemerintah dalam menghadapi persoalan yang dihadapinya saat ini."Saya harap sih ada perhatian dan solusi dari pemerintah akibat dari adanya imbauan mengurangi aktivitas di luar rumah ini yang sangat berdampak kepada pendapatan kami. Dan juga saya berharap agar virus corona ini cepat selesai dan normal kembali," ucapnya kepada saya Kamis(2/4).

Ketika saya membeli baso tahu Bapak Jajang saya pun memberikan solusi agar dagangan Bapak Jajang tersebut bisa dijual secara online dengan delivery dan dipasarkan melaui grup-grup WhatsApp dari Handphone milik anaknya, “Pak kalo anak bapak punya HP saya bisa bantu promosikan baso tahu bapak biar bisa dijual online, bapak cukup dirumah aja nanti kalo ada pesanan baru bapak antar” ucap saya . Solusi yang saya tawarkan adalah dengan membantu mempromosikan jualan pak jajang tersebut dengan membuat poster berupa digital yang berisikan tentang penjualan baso tahu milik Bapak Jajang . Dengan adanya solusi tersebut masyarakat akan tetap bisa mengkonsumsi dagangan Bapak Jajang dengan cara memesan dan mengakses melalui telpon/WA . Dan sistem pengirimannya dengan  membuka jasa antar makanan dagangannya dari rumah ke rumah atau dari daerah ke daerah. Dengan itu pak jajang akan tetap mendapatkan penghasilan untuk menafkahi  keluarganya meski berada di dalam pandemi ini.

Jika kita hendak melakukan pembelian suatu barang ataupun makanan di bebererapa toko terutama pada pedagang kecil seperti pedangang asongan yang memiliki penghasilan perhari seperti pak jajang ini . Meskipun kita tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasanya tapi kita tetap bisa melakukan kebaikan dimanapun dan kapanpun juga kepada siapapun . Pada dasarnya kita adalah makhluk sosial yang dimana harus saling bahu membahu, membantu dan tidak bisa hidup sendiri . Bantuan yang kita berikan sangat membantu kelangsungan hidup mereka . Tidak hanya pemerintah yang peduli namun kita sebagai makhluk sosial harus ikut turun tangan dan peduli terhadap sesama. 

Oleh: Mochammad Rafli Rizkia

Post a comment

0 Comments